Showing posts with label #FlatOutNews Rally. Show all posts
Showing posts with label #FlatOutNews Rally. Show all posts

Sunday, 17 April 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 29 SPESIAL WRC 2017 The Next World Rally Car (PART 3): Citroen C3 & Volkswagen Polo R '17

Sebelumnya saya sudah menulis artikel-artikel sebelumnya tentang regulasi baru WRC musim 2017:
  1. Kembali ke Gen 1?
  2. First Test
Let's Go..!

Di akhir musim 2015 silam Citroen memutuskan untuk sabbatical selama setahun di WRC, demi mengembangkan mobil baru untuk musim 2017 mendatang dimana regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai diterapkan. Di tahun ini Citroen DS3 WRC tetap hadir dengan bantuan tim PH-Sport, dengan memakai nama 'Abu Dhabi Total WRT'.

Pembalap No.1 Citroen Kris Meeke menjadi team leader, dengan Stephane Lefebvre, Craig Breen dan Khalid Al-Qassimi mendapatkan jatahnya masing-masing di mobil No. 2.

Sumber: Citroen Racing
Beberapa hari sebelumnya Citroen secara non-formal memperkenalkan mobil barunya yang bernama C3 WRC di sebuah sesi tes, dengan Kris Meeke sebagai pembalap uji coba. Lokasi tes tersebut dirahasiakan, meskipun saya dapat memperkirakan bahwa tempat tersebut berada di pulau Sardinia, Italia atau di Polandia.

Lupakan lokasinya, kita berbicara tentang mobilnya. Kenapa C3??


Di tahun 2010 Citroen meluncurkan brand DS sebagai varian premium di line-up mereka, dengan DS3 sebagai mobil pertama yang berada di bawah naungan merek tersebut. Beberapa bulan kemudian Citroen Racing mengkonfirmasi bahwa DS3 akan berkompetisi di WRC mulai musim 2011.

Singkat cerita, DS3 WRC sukses memenangkan 2 gelar pabrikan berturut-turut di tahun 2011-12, dan pembalap mereka Sebastien Loeb juga berhasil merebut gelar juara di tahun tersebut.

DS3, tanpa logo Citroen. Sumber: topgear.com
Kembali ke brand DS, di tahun 2012 nama 'Citroen' dihilangkan dari semua mobil DS yang dijual di China. 2 tahun kemudian DS secara resmi berpisah dari Citroen, dan menjadi merek terpisah (meskipun berada di dalam naungan PSA Group).

Hal tersebut membuat DS3 tidak dapat lagi dipakai oleh Citroen di WRC, jadi mereka memilih C3 sebagai base model mobil WRC mereka untuk musim 2017 dan seterusnya.


Kembali ke C3 WRC, mobil spek #Test1 tersebut masih memakai aero kit dari DS3 WRC seperti angular fender dan rear wing, kecuali bumper depan baru, yang suda diuji coba di sesi tes sebelum Rallye Monte Carlo bulan Januari Silam. Selain itu spesifikasi mesin sudah mengikuti regulasi baru.

POLO R WRC '17 RENDER

Selain Citroen, Volkswagen juga memperkenalkan Polo R WRC yang sudah di-upgrade sesuai dengan regulasi baru, meskipun hanya berupa render.


Jika kita perhatikan, mobil tersebut akan mempunyai grill yang lebih besar dari sebelumnya, dan rear wing yang berbeda dibandingkan dengan mobil versi 2016

Sunday, 28 February 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 28

1. New Drink for the Beast

Promotor WRC baru saja menjalin kerjasama selama 3 tahun dengan Panta Distribuzione, yang akan menyuplai bahan bakar untuk kelas WRC, WRC-2 dan WRC-3 sampai tahun 2018 mendatang.


Sebelumnya, para peserta di ketiga kelas tersebut menggunakan bahan bakar merek Carless Hiperflo RON 102, dengan Vital Equipment melayani jasa refuelling.

Sementara itu kelas Junior WRC tetap akan menggunakan bahan bakar Elf (dan pelumas Total), dan kejuaraan Drive DMACK Fiesta Trophy dengan GEM Fuel.


Sebelumnya Panta sudah pernah menjadi fuel supplier untuk WRC di tahun 2010-12, memakai Panta Max RON 102 dengan batas kandungan oksigen 3.7%. Tipe yang sama akan kembali hadir di setiap refuelling station.

"Panta dikenal dengan menyuplai bahan bakar berkualitas tinggi untuk motorsport. WRC memberikan platform yang ideal untuk pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Panta untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas produknya, dan para kompetitor percaya bahwa bahan bakar yang digunakannya akan memberikan performa maksimun." Kata Oliver Ciesla, managing director WRC Promotor.

Btw, untuk kamu yang masih awam/belum banyak tahu soal WRC, khususnya tentang refuelling, kamu bisa menonton video di bawah ini:



 2.Back to Veillas

Keputusan mengejutkan dibuat oleh Eric Camilli menjelang Rally Meksiko.


 Pembalap asal Prancis tersebut memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan co-driver Nicolas Klinger, setelah 2 reli pertama yang mengecewakan di musim ini. Meskipun begitu, keputusan Camilli untuk berpisah dengan Klinger karena masalah 'karakter yang tidak sama', atau yang biasanya anak-anak gaul bilang 'tidak sehati'.


Alhasil, Camilli akan kembali ditemani oleh Benjamin Veillas, yang menjadi partner-nya di musim 2015 silam. Sebelum pengumuman ini dibuat Camilli sudah melakukan sesi tes di Catalunya, Spanyol bersama Veillas.
Uniknya, di awal musim ini Veillas bekerjasama dengan Julien Maurin, yang sebelumnya ditemani oleh Klinger. Bisa jadi Maurin-Klinger akan kembali berada di dalam satu mobil.

Tuesday, 9 February 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 27: When Snow is Getting melt, but rally (and life) GOES ON....

Sebuah kabar mengejutkan muncul hanya beberapa hari sebelum Rally Swedia digelar.


Suhu yang semakin tinggi dan hujan membuat salju dan es mulai terkonversi menjadi air alias mencair, dan hal tersebut dapat mengancam Rally Swedia, yang dikenal sebagai satu-satunya reli salju di WRC (Rallye Monte Carlo tidak pernah punya reputasi yang sama).
Seminggu sebelumnya sebuah reli lokal yang bertajuk "Rally Finnskog" digelar di negara tetangga Norwegia. Beberapa pembalap WRC seperti Mads Ostberg, Eyvind Brynildsen plus pembalap World Rallycross Johan Kristoffersson ikut serta sebagai reli pemanasan menjelang Swedia.


 Banyak pembalap yang mengkomplain kondisi lintasan yang tidak menentu. Tercatat salju, es, gravel bahkan air hadir di 6 SS yang dilombakan di reli tersebut. Tidak percaya? Lihat saja foto di bawah ini.


Bisa dibilang pemanasan global mulai memberikan efek di Rally Swedia. Sempat ada pertimbangan untuk membatalkan reli tersebut, semua panitia Rally Swedia, yang dipimpin oleh CEO Glenn Olson dan Clerk of the Course Stig Rune Kjersli mengeluarkan beberapa keputusan penting untuk memastikan reli tersebut tetap digelar.
Rally Swedia tetap digelar, hanya saja ada beberapa modifikasi di itinenary-nya. Itu dimulai dari SS1 dan SS17 (Super Special Stage) di Karlstad, SS5 & SS6 di Kirkenær, dan SS15 di Hagfors dibatalkan. Selain itu Historic Rally Sweden juga dibatalkan.

Selain itu, recce juga akan dipindahkan dari hari Selasa & Rabu menjadi Rabu & Kamis ini.


Hal ini menunjukkan bahwa life, in this case rallying, must goes on. Di sisi yang lainnya, kita semua harus sadar bahwa masalah pemanasan global sudah tidak bisa dianggap remeh lagi, apalagi kalau hal tersebut mulai menggangu dunia motorsport. 

Kalau kita tidak mulai mencegah pemanasan global dari sekarang, kita bisa saja melihat Rally Swedia akan sepanas Rally Meksiko di masa depan.

Saturday, 16 January 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 26 (2016 Silly Season PART 10): Bye bye, Jost..!

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 9 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

Inilah bagian terakhir dari 2016 Silly Season Series.

Berita mengejutkan baru saja datang dari Volkswagen, dimana sang bos Jost Capito memutuskan akan meninggalkan jabatannya sebagai direktur motorsport. Keputusan ini memang tergolong mengejutkan, apalagi keputusan tersebut dibuat hanya seminggu sebelum reli pertama musim ini di Monte Carlo dimulai.


Capito akan menyeberang ke dunia Formula 1, dan direkrut oleh tim McLaren Honda sebagai CEO. Hanya saja dia tetap akan bertugas di VW sampai penggantinya diumumkan.

Sebelumnya Capito merupakan seorang co-driver, dan memenangi Rally Dakar 1985 kelas truk bersama Mercedes sebelum bekerja bersama teknisi terkenal Paul Rosche di BMW. Karir Capito sebagai seorang pemimpin dimulai ketika dia menjadi ketua departemen motorsport di Porsche, sebelum beralih ke F1 sebagai CEO di Sauber tahun 1998.

Capito (kiri) dan Malcolm Wilson.
Pada tahun 2001 Capito kemudian beralih ke Ford sebagai direktur, bertanggung jawab dalam pengembangan beberapa mobil berperforma tinggi seperti Focus & Fiesta RS, Mustang, dll. Selain itu dia juga bekerja di divisi motorsport, seperti F1 dan WRC. Prestasi terbaik yang dia raih adalah 2 gelar konstruktor berturut-turut di WRC pada tahun 2006-07.



Setelah pengabdian selama 11 tahun, Capito kemudian beralih ke Volkswagen sebagai direktur motorsport, dan kemudian menyabet semua gelar di WRC sejak tahun 2013 sampai sekarang. Selain itu VW juga punya prestasi yang bagus di rallycross, dengan menjuarai Global Rallycross di Amerika Serikat musim ini, dan juga meraih beberapa kemenangan di FIA World Rallycross Championship.

Meskipun dikenal sebagai seorang pria bertangan dingin yang mampu membawa tim yang dia pimpin menjadi juara, Capito juga dibenci beberapa fans karena ide-idenya yang gila untuk WRC, seperti menveto rencana memakai regulasi R5 sebagai basis mobil World Rally Car yang baru, dan juga usulan memberikan kemenangan reli kepada pembalap yang memenangi SS terakhir, atau power stage.


Bagaimanapun, thank you Jost atas kontribusimu di WRC, dan sepertinya kamu harus meninggalkan semua tradisi kemenangan, siram champagne sana-sini, dll, dan menikmati masa-masa sulit di McLaren.

Wednesday, 13 January 2016

#FlatOutNews Edisi 25 (2016 Silly Season PART 9): Welcome Back, MINI! Or, Semi-MINI?

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 8 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.


Nama legendaris MINI dipastikan akan kembali hadir di pentas WRC setelah absen selama 3 tahun, setelah Valeriy Gorban dipastikan akan mengikuti 11 reli musim ini, minus Monte Carlo, China dan Australia.


Gorban memang dikenal sebagai 'pelanggan setia' MINI. Bersama dengan Eurolamp World Rally Team, tercatat bahwa merekalah satu-satunya tim kelas WRC-2 yang menggunakan MINI Countryman RRC (Meskipun secara resmi dicatat sebagai John Cooper Works S2000 1.6T).

Sekedar info, MINI Countryman WRC diluncurkan di pertengahan tahun 2011, dimana proses pengembangannya dibantu oleh Prodrive, yang dikenal dengan kerjasamanya bersama Subaru. 


Meskipun mobil ini banyak diekspos oleh media (Waktu itu sang bos, Dave Richards juga memegang hak siar WRC) dan performanya yang lumayan bagus, BMW selaku pemilik MINI menarik dukungannya dari Prodrive di awal musim 2012, dan kemudian mengundurkan diri di akhir tahun tersebut.

Selain itu, dengan perubahan regulasi yang dinamakan World Rally Car generasi ke-3 segera berlaku di musim 2017, bisa dipastikan kita akan melihat mobil ini untuk terakhir kalinya di WRC.

Kecuali kalau Prodrive punya niat untuk mengembangkan lebih lanjut mobil ini, dan sejauh ini niat tersebut belum ada.


Tapi tenang saja, kalau kamu adalah penggemar balap rallycross, kamu gak perlu khawatir karena di FIA World Rallycross Championship MINI Countryman RX 1.6L besutan JRM Racing turut hadir di paddock, melawan mobil-mobil saingannya yang rata-rata memakai mesin 2.0L.

Wednesday, 6 January 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 24 (2016 WRC Silly Season Saga PART 8): Elfyn's 2016 WRC-2 Title Aspiration

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 7 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

But first, Saya mengucapkan Selamat tahun baru 2016 buat kalian semua..! Semoga di tahun ini kita semua menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya...


Kita semua sudah tahu bahwa M-Sport akan menggunakan jasa Mads Ostberg dan Eric Camilli untuk membalap di WRC musim 2016, menggantikan Elfyn Evans dan Ott Tanak.

Untuk Tanak itu bukan masalah besar karena dia kemudian direkrut oleh tim lamanya, Drive DMACK, dan tetap membalap dengan Ford Fiesta RS WRC musim depan. Tapi bagaimana dengan Elfyn?


Untungnya, sang bos Malcolm Wilson punya rencana lain. Ketimbang memecat Elfyn yang beresiko kehilangan salah satu talenta Britania Raya terbaik, Wilson membawa Elfyn ke 'taman bermain' yang baru (tapi lama): WRC-2.

Yep, Elfyn akan bertanding merebut gelar juara kelas tersebut dengan Fiesta R5. Keputusan yang logis mengingat dominasi mereka yang mulai tergoyahkan oleh Skoda dengan Fabia R5.

Selain itu, kemungkinan besar pula Elfyn akan melakoni beberapa reli dengan Fiesta RS WRC.


Btw, Fiesta R5 yang akan dipakai oleh Elfyn adalah mobil generasi kedua a.k.a Evolution 2. M-Sport menggunakan jatah homologation joker dari FIA untuk meng-upgrade mesin, kopling dan flywheel. Hasilnya power mesin tersebut berhasil mendapatkan ekstra 32 tenaga kuda pada putaran mesin 4500 rpm, dan juga torsi sebesar 56mm pada 4000 rpm.

Selain itu M-Sport akan men-upgrade aerodinamika mobil dan juga sasis, meskipun upgrade tersebut baru akan diperkenalkan kepada publik pada bulan maret mendatang.


Fiesta R5 sendiri bukanlah barang baru untuk Elfyn, karena dia sempat membalap di WRC-2 musim 2013 dengan mobil tersebut. Elfyn bahkan mampu memenangi Wales Rally GB di tahun tersebut, dan menjadi pembalap pertama yang memenangi reli WRC dengan mobil kelas R5, yang baru diperkenalkan di tahun yang sama.

Btw, tahun 2016 ini akan berjalan penuh dengan tantangan bagi Elfyn, karena dia tidak hanya harus membalap dengan mobil berbeda, tapi juga dengan orang yang duduk di kursi sebelah kanan mobilnya.


Itu karena setelah 3 tahun, co-driver-nya Dan Barritt memutuskan untuk menyudahi kerjasamanya dengan Elfyn. Belum diketahui penyebab mereka berdua berpisah, tapi yang pasti Barritt mengatakan bahwa dia akan melakoni 'Tantangan Baru'.
Elfyn akan berpartner dengan co-driver asal Wales Craig Parry.

Parry sendiri bukanlah orang asing di WRC. Reli pertamanya di kejuaraan dunia dimulai di Rally Catalunya-Spanyol tahun 2001, dan tahun ini dia berkompetisi di beberapa ajang berbeda seperti Rally America, Drive DMACK Fiesta Cup dan juga NACAM Fiesta R2 Cup.

 Anyway, fingers crossed to all of you, Elfyn and Craig. Good Luck..!

Saturday, 19 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 23 (2016 WRC Silly Season Saga PART 7): Citroen's 2016 Plan

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 5 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

 Akhirnya teka-teki mengenai masa depan Kris Meeke di WRC sudah terjawab...


Meeke, dengan co-driver Paul Nagle telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan durasi 3 tahun bersama Citroen. Itu berarti mereka akan tetap bertahan bersama pabrikan asal Prancis tersebut sampai tahun 2018.

Dan karena Citroen tidak mengikuti WRC musim depan sebagai tim pabrikan, Meeke akan mengikuti 10 dari 14 reli tahun 2016 bersama tim PH-Sport, tetap dengan DS3 WRC sembari membantu pengembangan mobil baru untuk musim 2017 (Kemungkinan besar C3).

Sebelumnya masa depannya sempat dipertanyakan setelah performa buruknya di pertengahan musim ini. Tapi penampilannya membaik di paruh akhir musim dan membuat Citroen, dan juga Toyota ngebet untuk mendapatkan tanda tangannya.


Sementara itu, tim PH-Sport akan berkompetisi di WRC musim depan dengan nama Abu Dhabi Total World Rally Team. Meeke akan ditemani oleh Stephane Lefebvre dan rekrutan baru (tapi lama), pembalap Republik Irlandia Craig Breen.

Rencananya, Meeke dan Lefebvre akan bertanding di seri pembuka di Monte Carlo, dan kemudian Meeke akan ditemani oleh Breen dan Khalid Al-Qassimi (yang membawa sponsor Abu Dhabi) di Swedia sebulan kemudian.

Lefebvre pisah dengan Red Bull?
Hanya saja, Lefebvre akan berkompetisi musim depan tanpa co-driver gaek asal Belgia Stephane Prevot karena masalah ekonomi. Prevot juga mengatakan bahwa dirinya dengan Lefebvre kehilangan beberapa sponsor seperti Red Bull. Posisinya akan digantikan oleh Gabin Moreau.


 Sedangkan Breen, meskipun dia akan membalap bersama Citroen untuk pertama kalinya, bukanlah orang asing di mata pabrikan asal Prancis tersebut. Itu karena dia membalap untuk Peugeot di WRC-2 dan ERC musim ini.

Good luck lads..!

Friday, 4 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 21 (2016 WRC Silly Season Saga Part 5): I'm Sorry Goodbye, Mads..!

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 4 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

 Di part 4, kita semua sudah tahu bahwa Mads Ostberg kembali ke tim M-Sport untuk musim 2016 bersama debutan Eric Camilli. Dengan 2 tahun pengalaman bersama Citroen, jabatan sebagai team leader dan mobil Ford Fiesta RS WRC Evo2 yang lebih baik, pastinya Ostberg akan mengawali tahun 2016 dengan penuh optimisme dan kegembiraan. Iya kan?

Hanya saja, sembari menjalani tes dengan 'pacar' barunya, Ostberg mendapatkan kabar buruk bahwa co-driver-nya, Jonas Andersson memutuskan untuk berpisah setelah kolaborasi selama 7 tahun.


Keputusan tersebut dibuat setelah Andersson menandatangani kontrak dengan EVENmanagement, yang juga menampung Andreas Mikkelsen & Ola Floene (WRC), Pontus Tidemand & Emil Axelsson (WRC-2 & APRC), Esapekka Lappi & Janne Ferm (WRC-2) beserta Ole Christian Veiby (Junior WRC & Euro RX) dan Johan Kristoffersson (World RX).


Beberapa jam kemudian, EVENmanagement juga mengumumkan bahwa navigator (dan maniak tato) asal Swedia tersebut akan bertandem dengan Tidemand, yang tahun depan akan fokus di WRC-2.

Jonas bersama P.G.
Sebelum bertandem dengan Ostberg di tahun 2009, Andersson menikmati kesuksesan dengan Per-Gunnar Andersson, yang lebih sering dipanggil P.G, yang sekarang berkompetisi di World RX. Duo Andersson menjadi juara kelas Junior WRC 2 kali (2004 & 2007) bersama Suzuki, sebelum kemudian menjalani tahun 2008 penuh malapetaka juga dengan Suzuki, yang waktu itu tampil di kelas utama WRC dengan SX4.


Sedangkan bersama Ostberg, Jonas Andersson meraih lebih banyak kesuksesan, dengan meraih 14 podium, salah satunya adalah kemenangan di Portugal 2012.

Ini jelas membuat Ostberg kelimpungan mencari co-driver baru. Bahkan kabarnya dia sudah melakukan tes untuk Monte Carlo 2016 dengan 2 co-driver yang berbeda. Entah apakah itu Torstein Eriksen, atau Emil Axelsson, saya tidak tahu.

Kita lihat saja nanti....

Thursday, 3 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 20 (2016 WRC Silly Season Part 4): SERIUS M-SPORT???

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 3 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.


Di artikel Part 3, kita semua sudah tahu kalau Ott Tanak akan pindah dari M-Sport ke tim Drive DMACK, meskipun dia tetap akan membalap dengan Ford Fiesta RS WRC. Jadi banyak fans yang ingin supaya Elfyn Evans tetap bertahan di tim tersebut, yang jujur saja saya pun percaya, dan kemungkinannya untuk bertahan juga lumayan besar....

Tapi ternyata ita semua salah.
Itu karena tim peresentatif Ford tersebut mengumumkan bahwa mereka membawa pulang Mads Ostberg dengan navigator Jonas Andersson ke markas mereka di Cumbria, Inggris setelah 2 tahun bersama Citroen. Keputusan Citroen untuk sabbatical dari WRC untuk musim 2016 membuat Ostberg menggangur, dan itu membuat M-Sport tidak membuang waktu untuk menyodorkan kontrak kepada pembalap asal Norwegia tersebut.


Sebagai info, Ostberg sempat membalap dengan Ford sejak 2010 hingga 2013, entah apakah dengan M-Sport atau Adapta, yang dimiliki oleh ayahnya sendiri Morten. Bahkan Ostberg sukses memenangi Rally Portugal tahun 2012 (meskipun hasil tersebut diraih setelah Mikko Hirvonen didiskualifikasi) dan 6 podium lainnya.

Yang membuat saya terkejut adalah Ostberg bertandem dengan....


Eric Camilli..! Itu berarti Elfyn Evans (dengan berat hati) harus 'ditendang' oleh Malcolm Wilson dari M-Sport. 

Camilli dengan Toyota Yaris WRC
Masih belum jelas apakah Camilli akan meninggalkan jabatannya di Toyota sebagai test driver atau hanya pinjaman selama 1 tahun sebelum Toyota kembali ke WRC di tahun 2017.

Untuk Evans, masa depannya kini menjadi sebuah tanda tanya yang besar. Hal ini cukup mengejutkan karena faktanya sepanjang karirnya dia selalu membalap dengan mobil-mobil Ford (kecuali di tahun 2011). Ayahnya, Gwyndaf juga dulunya pernah membalap di tim pabrikan Ford dan sekarang dia juga menjalani bisnis dealer mobil Ford di Wales.


Jadi terasa ganjil kalau Elfyn bersama dengan mobil lain.

Malcolm Wilson sendiri mengatakan bahwa dia tetap ingin Elfyn berada di timnya, dan tampil di beberapa reli sembari menjadi test driver. Sounds nice, karena mungkin saja kalau Camilli ditarik oleh Toyota untuk musim depan, Elfyn siap untuk M-Sport.

Sunday, 29 November 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 19 (2016 WRC Silly Season Saga PART 3): 'Pacar' yang sama dengan 'Ayah' yang berbeda Untuk Tanak


Bursa pembalap untuk World Rally Championship musim 2016 kembali menjadi ramai setelah Ott Tanak bersama navigator Raigo Molder dipecat dari tim M-Sport. Untuk kedua kalinya Tanak didepak dari tim asal Inggris tersebut setelah sang bos Malcolm Wilson melakukan hal yang sama di akhir tahun 2012.
Tanak di Spanyol 2015.
Alasan pemecatan tersebut bisa dibilang karena Wilson tidak puas dengan performa Tanak di musim ini, khususnya di paruh kedua musim. Meskipun dia finish ketiga di Rally Polandia di bulan Juli silam. Wilson juga mengkhawatirkan level konsentrasi Tanak, yang membuatnya melakukan 'kesalahan-kesalahan yang bodoh'.

Tapi ini bukan berarti Tanak harus berpisah dari sang 'pacar' (Ford Fiesta RS WRC).

Itu karena di saat yang bersamaan Tanak resmi kembali ke tim Drive DMACK yang akan berkompetisi di WRC musim depan dengan Fiesta RS. Musim ini produsen ban asal China tersebut  membalap di kelas WRC-2 dengan Jari Ketomaa, Sandern Parn dan Eyvind Brynildsen beserta Nicolas Fuchs. Keempat pembalap tersebut menggunakan Fiesta RRC dan R5.
Fiesta R2 yang dipakai di DDFT.
Selain itu DMACK juga menggelar supporting class yang bernama Drive DMACK Fiesta Trophy (DDFT), lengkap dengan support dari M-Sport yang menyediakan Fiesta R2. Musim ini pembalap asal Norwegia Marius Aasen dengan navigator Veronica Engan menjadi juaranya, dan berhak berkompetisi di WRC-2 musim depan dengan Fiesta R5.
Wales 2011
Sementara itu kisah Tanak dengan DMACK juga sudah berlangsung lama, sangat lama. Tanak menjadi pembalap pertama yang menggunakan ban tersebut di WRC dengan finish keenam di Wales Rally GB 2011. Tanak, bersama Ketomaa juga sukses membawa tim Drive DMACK menjadi juara di WRC-2 musim lalu dan kemudian finish ketujuh di Wales Rally GB 2014 (reli ke-50 DMACK di WRC) dengan Fiesta RS.
Fiorenzo Brivio
DMACK sendiri yakin bisa menandingi dominasi Michelin dan Pirelli di WRC, suatu hal yang mereka mampu lakukan di WRC-2. Apalagi bulan september silam mereka sukses merekrut Fiorenzo Brivio, yang sebelumnya bekerja di Pirelli selama 30 tahun. Brivio akan menjabati posisi direktur teknis.

Untuk tim M-Sport sendiri, itu berarti ada 1 kursi kosong di tim mereka, meskipun kursi milik Elfyn Evans juga belum 100% aman. Ada beberapa rumor yang beterbangan di berbagai media di dunia ini yang mengatakan bahwa Mads Ostberg, Kris Meeke dan Robert Kubica akan menghuni Fiesta RS No.8 musim depan.

This gonna be interesting.

Friday, 20 November 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 18 (2016 WRC Silly Season Saga PART 2): Citroen pergi (Sementara)

Aku (Citroen) hanya pergi 'tuk sementara
Bukan 'tuk meninggalkanmu (WRC) selamanya
Ku (Citroen) pasti 'kan kembali pada dirimu (WRC)
Tapi kau jangan nakal (dengan Volkswagen)
Aku pasti kembali
(Pasto - Aku Pasti Kembali)

Setelah beberapa spekulasi, akhirnya PSA Peugeot Citroen Group mengeluarkan keputusan tentang masa depan Citroen di kancah motorsport:
Sumber: Citroen Racing @Facebook
Citroen akan mengundurkan diri dari World Rally Championship di akhir musim 2015.

Tapi jangan salah kaprah dulu. Citroen DS3 WRC beserta anak cucunya (RRC, R5, R3T MAX) di musim 2016, meskipun programnya akan dijalankan oleh tim privat...

...dan di saat yang bersamaan Citroen akan mengembangkan mobil yang kompatibel dengan regulasi World Rally Car generasi ketiga (Kamu bisa tahu lebih lanjut tentang hal ini DISINI), dan siap kembali sebagai tim pabrikan di musim 2017 dst.
Citroen C3 WRC. Sumber: Maxime Paris
Bisa jadi itu DS3 WRC, atau bisa jadi juga itu C3 WRC...

Meskipun belum diketahui secara pasti tim mana yang bersedia menjalankan program Citroen WRC musim depan, tapi bisa jadi tim asal Prancis PH-Sport yang akan mengemban tanggung jawab tersebut.
Sumber: rallyfeeling.hu
Kejadian ini mirip dengan yang terjadi di musim 2006. Waktu itu tim Kronos Racing asal Belgia menjalankan program Citroen dengan Xsara di WRC setelah Citroen (bersama Peugeot) mengundurkan diri dari WRC di akhir musim 2005. Citroen kemudian kembali secara resmi dengan mobil baru C4.

Hanya saja, kali ini Citroen juga memastikan mereka hanya berkompetisi secara part-time musim depan, minimal 6 reli saja.
Hasil karya PH-Sport. Sumber:rallye-sport.fr
Sebagai info, PH-Sport adalah tim yang membalap di kelas WRC-2 dengan DS3 R5. Musim ini pembalap muda asal Prancis, Stephane Lefebvre membalap dengan tim ini sebagai kado juara Junior WRC, dan musim depan Quentin Gilbert, yang menjuarai kelas tersebut tahun ini akan membalap untuk tim tersebut musim depan.

Keputusan tersebut membuat masa depan kedua pembalapnya, Kris Meeke dan Mads Ostberg menjadi tanda tanya.
Sumber: Red Bull Content Pool
Citroen telah memastikan Ostberg tidak akan bersama mereka musim depan, dan bisa jadi akan membalap secara penuh dengan M-Sport atau Adapta WRT, keduanya dengan Ford Fiesta RS WRC.
Sumber: Red Bull Content Pool
Di sisi lainnya, meski belum dikonfirmasi, bisa jadi Meeke akan tetap bersama Citroen di musim 2017 bersama Lefebvre, yang berarti dia akan tetap mengemudikan DS3 WRC di tahun 2016. Tapi ingat, ini masih spekulasi.
 I'm Sorry Goodbye, WTCC

Ikat pinggang PSA Peugeot Citroen Group juga berlaku untuk World Touring Car Championship.


Citroen memutuskan untuk mengurangi aktifitasnya di WTCC di musim 2016 dengan mengurangi jumlah mobil pabrikan dari 4 menjadi 2 mobil saja, dengan Yvan Muller dengan Jose Maria Lopez sebagai pembalapnya...

...sebelum kemudian mengundurkan diri secara permanen di akhir musim tersebut.
Ma Qing Hua. Sumber: sportauto.cn
Itu juga berarti legenda WRC Sebastien Loeb dan pembalap asal China Ma Qing Hua harus berpisah dari Citroen. Khusus untuk Loeb, kerjasamanya dengan Citroen harus berakhir setelah 17 tahun.
Loeb dengan Peugeot 2008 DKR16. Sumber:velocitatis.com
Tapi bukan berarti semuanya telah usai, karena Loeb sudah menandatangani kontrak dengan Peugeot untuk membalap di dakar awal tahun depan, dan bisa saja dia akan membalap di beberapa ajang lainnya seperti rallycross.