Showing posts with label Lefebvre. Show all posts
Showing posts with label Lefebvre. Show all posts

Sunday, 17 April 2016

#FlatOutNews Rally Edisi 29 SPESIAL WRC 2017 The Next World Rally Car (PART 3): Citroen C3 & Volkswagen Polo R '17

Sebelumnya saya sudah menulis artikel-artikel sebelumnya tentang regulasi baru WRC musim 2017:
  1. Kembali ke Gen 1?
  2. First Test
Let's Go..!

Di akhir musim 2015 silam Citroen memutuskan untuk sabbatical selama setahun di WRC, demi mengembangkan mobil baru untuk musim 2017 mendatang dimana regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai diterapkan. Di tahun ini Citroen DS3 WRC tetap hadir dengan bantuan tim PH-Sport, dengan memakai nama 'Abu Dhabi Total WRT'.

Pembalap No.1 Citroen Kris Meeke menjadi team leader, dengan Stephane Lefebvre, Craig Breen dan Khalid Al-Qassimi mendapatkan jatahnya masing-masing di mobil No. 2.

Sumber: Citroen Racing
Beberapa hari sebelumnya Citroen secara non-formal memperkenalkan mobil barunya yang bernama C3 WRC di sebuah sesi tes, dengan Kris Meeke sebagai pembalap uji coba. Lokasi tes tersebut dirahasiakan, meskipun saya dapat memperkirakan bahwa tempat tersebut berada di pulau Sardinia, Italia atau di Polandia.

Lupakan lokasinya, kita berbicara tentang mobilnya. Kenapa C3??


Di tahun 2010 Citroen meluncurkan brand DS sebagai varian premium di line-up mereka, dengan DS3 sebagai mobil pertama yang berada di bawah naungan merek tersebut. Beberapa bulan kemudian Citroen Racing mengkonfirmasi bahwa DS3 akan berkompetisi di WRC mulai musim 2011.

Singkat cerita, DS3 WRC sukses memenangkan 2 gelar pabrikan berturut-turut di tahun 2011-12, dan pembalap mereka Sebastien Loeb juga berhasil merebut gelar juara di tahun tersebut.

DS3, tanpa logo Citroen. Sumber: topgear.com
Kembali ke brand DS, di tahun 2012 nama 'Citroen' dihilangkan dari semua mobil DS yang dijual di China. 2 tahun kemudian DS secara resmi berpisah dari Citroen, dan menjadi merek terpisah (meskipun berada di dalam naungan PSA Group).

Hal tersebut membuat DS3 tidak dapat lagi dipakai oleh Citroen di WRC, jadi mereka memilih C3 sebagai base model mobil WRC mereka untuk musim 2017 dan seterusnya.


Kembali ke C3 WRC, mobil spek #Test1 tersebut masih memakai aero kit dari DS3 WRC seperti angular fender dan rear wing, kecuali bumper depan baru, yang suda diuji coba di sesi tes sebelum Rallye Monte Carlo bulan Januari Silam. Selain itu spesifikasi mesin sudah mengikuti regulasi baru.

POLO R WRC '17 RENDER

Selain Citroen, Volkswagen juga memperkenalkan Polo R WRC yang sudah di-upgrade sesuai dengan regulasi baru, meskipun hanya berupa render.


Jika kita perhatikan, mobil tersebut akan mempunyai grill yang lebih besar dari sebelumnya, dan rear wing yang berbeda dibandingkan dengan mobil versi 2016

Saturday, 19 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 23 (2016 WRC Silly Season Saga PART 7): Citroen's 2016 Plan

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 5 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

 Akhirnya teka-teki mengenai masa depan Kris Meeke di WRC sudah terjawab...


Meeke, dengan co-driver Paul Nagle telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan durasi 3 tahun bersama Citroen. Itu berarti mereka akan tetap bertahan bersama pabrikan asal Prancis tersebut sampai tahun 2018.

Dan karena Citroen tidak mengikuti WRC musim depan sebagai tim pabrikan, Meeke akan mengikuti 10 dari 14 reli tahun 2016 bersama tim PH-Sport, tetap dengan DS3 WRC sembari membantu pengembangan mobil baru untuk musim 2017 (Kemungkinan besar C3).

Sebelumnya masa depannya sempat dipertanyakan setelah performa buruknya di pertengahan musim ini. Tapi penampilannya membaik di paruh akhir musim dan membuat Citroen, dan juga Toyota ngebet untuk mendapatkan tanda tangannya.


Sementara itu, tim PH-Sport akan berkompetisi di WRC musim depan dengan nama Abu Dhabi Total World Rally Team. Meeke akan ditemani oleh Stephane Lefebvre dan rekrutan baru (tapi lama), pembalap Republik Irlandia Craig Breen.

Rencananya, Meeke dan Lefebvre akan bertanding di seri pembuka di Monte Carlo, dan kemudian Meeke akan ditemani oleh Breen dan Khalid Al-Qassimi (yang membawa sponsor Abu Dhabi) di Swedia sebulan kemudian.

Lefebvre pisah dengan Red Bull?
Hanya saja, Lefebvre akan berkompetisi musim depan tanpa co-driver gaek asal Belgia Stephane Prevot karena masalah ekonomi. Prevot juga mengatakan bahwa dirinya dengan Lefebvre kehilangan beberapa sponsor seperti Red Bull. Posisinya akan digantikan oleh Gabin Moreau.


 Sedangkan Breen, meskipun dia akan membalap bersama Citroen untuk pertama kalinya, bukanlah orang asing di mata pabrikan asal Prancis tersebut. Itu karena dia membalap untuk Peugeot di WRC-2 dan ERC musim ini.

Good luck lads..!

Friday, 20 November 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 18 (2016 WRC Silly Season Saga PART 2): Citroen pergi (Sementara)

Aku (Citroen) hanya pergi 'tuk sementara
Bukan 'tuk meninggalkanmu (WRC) selamanya
Ku (Citroen) pasti 'kan kembali pada dirimu (WRC)
Tapi kau jangan nakal (dengan Volkswagen)
Aku pasti kembali
(Pasto - Aku Pasti Kembali)

Setelah beberapa spekulasi, akhirnya PSA Peugeot Citroen Group mengeluarkan keputusan tentang masa depan Citroen di kancah motorsport:
Sumber: Citroen Racing @Facebook
Citroen akan mengundurkan diri dari World Rally Championship di akhir musim 2015.

Tapi jangan salah kaprah dulu. Citroen DS3 WRC beserta anak cucunya (RRC, R5, R3T MAX) di musim 2016, meskipun programnya akan dijalankan oleh tim privat...

...dan di saat yang bersamaan Citroen akan mengembangkan mobil yang kompatibel dengan regulasi World Rally Car generasi ketiga (Kamu bisa tahu lebih lanjut tentang hal ini DISINI), dan siap kembali sebagai tim pabrikan di musim 2017 dst.
Citroen C3 WRC. Sumber: Maxime Paris
Bisa jadi itu DS3 WRC, atau bisa jadi juga itu C3 WRC...

Meskipun belum diketahui secara pasti tim mana yang bersedia menjalankan program Citroen WRC musim depan, tapi bisa jadi tim asal Prancis PH-Sport yang akan mengemban tanggung jawab tersebut.
Sumber: rallyfeeling.hu
Kejadian ini mirip dengan yang terjadi di musim 2006. Waktu itu tim Kronos Racing asal Belgia menjalankan program Citroen dengan Xsara di WRC setelah Citroen (bersama Peugeot) mengundurkan diri dari WRC di akhir musim 2005. Citroen kemudian kembali secara resmi dengan mobil baru C4.

Hanya saja, kali ini Citroen juga memastikan mereka hanya berkompetisi secara part-time musim depan, minimal 6 reli saja.
Hasil karya PH-Sport. Sumber:rallye-sport.fr
Sebagai info, PH-Sport adalah tim yang membalap di kelas WRC-2 dengan DS3 R5. Musim ini pembalap muda asal Prancis, Stephane Lefebvre membalap dengan tim ini sebagai kado juara Junior WRC, dan musim depan Quentin Gilbert, yang menjuarai kelas tersebut tahun ini akan membalap untuk tim tersebut musim depan.

Keputusan tersebut membuat masa depan kedua pembalapnya, Kris Meeke dan Mads Ostberg menjadi tanda tanya.
Sumber: Red Bull Content Pool
Citroen telah memastikan Ostberg tidak akan bersama mereka musim depan, dan bisa jadi akan membalap secara penuh dengan M-Sport atau Adapta WRT, keduanya dengan Ford Fiesta RS WRC.
Sumber: Red Bull Content Pool
Di sisi lainnya, meski belum dikonfirmasi, bisa jadi Meeke akan tetap bersama Citroen di musim 2017 bersama Lefebvre, yang berarti dia akan tetap mengemudikan DS3 WRC di tahun 2016. Tapi ingat, ini masih spekulasi.
 I'm Sorry Goodbye, WTCC

Ikat pinggang PSA Peugeot Citroen Group juga berlaku untuk World Touring Car Championship.


Citroen memutuskan untuk mengurangi aktifitasnya di WTCC di musim 2016 dengan mengurangi jumlah mobil pabrikan dari 4 menjadi 2 mobil saja, dengan Yvan Muller dengan Jose Maria Lopez sebagai pembalapnya...

...sebelum kemudian mengundurkan diri secara permanen di akhir musim tersebut.
Ma Qing Hua. Sumber: sportauto.cn
Itu juga berarti legenda WRC Sebastien Loeb dan pembalap asal China Ma Qing Hua harus berpisah dari Citroen. Khusus untuk Loeb, kerjasamanya dengan Citroen harus berakhir setelah 17 tahun.
Loeb dengan Peugeot 2008 DKR16. Sumber:velocitatis.com
Tapi bukan berarti semuanya telah usai, karena Loeb sudah menandatangani kontrak dengan Peugeot untuk membalap di dakar awal tahun depan, dan bisa saja dia akan membalap di beberapa ajang lainnya seperti rallycross.

Thursday, 10 September 2015

#preview WRC Rally Australia 10-13 September 2015

There's nothing like Australia....


 Ronde ke-10 FIA World Rally Championship akan segera digelar di Coffs Coast di New South Wales, Australia. Sebagai satu-satunya reli yang digelar di Asia-Pasifik, Australia menyajikan berbagai tantangan yang tidak ada di belahan dunia lainnya.


The Challenge




Meskipun sudah menjadi bagian dari WRC sejak 1989 dan pindah 3 kali, karakteristiknya tetap sama: gravel yang licin, sangat licin seperti lantai yang penuh dengan kelereng di antara hutan hujan, yang siap menerkam siapa saja yang melakukan kesalahan. Karakter lintasannya yang tergolong cepat membuat para pembalap harus tampil sempurna. Begitu juga dengan navigator, yang harus memastikan pacenote-nya sempurna.


Selain itu, ada 1 lagi tantangan yang mereka harus hadapi: The night stage,  yang akan hadir untuk pertama kali sejak Rallye Monte Carlo bulan Januari silam di SS12 di Valla II.

Dengan panjang total 1023 km, inilah reli terpendek di kalender musim ini.



Attention Please..!



 
The Match Ball is READY.
 Sebastien Ogier dan navigator Julien Inggrassia siap mengunci gelar ketiganya di Australia. Syaratnya adalah dia harus unggul dari Jari-Matti Latvala, tidak peduli di posisi berapa. Yang harus dilakukan Latvala untuk setidaknya menunda pesta Ogier di Aussie adalah MENANG, dan juga harus memastikan Ogier tidak mendapatkan poin dari Power Stage.

Ogier menang di Australia dalam 2 tahun terakhir, so it won't be easy.

Rally Australia juga penting untuk Citroen, karena mereka akan mengevaluasi kinerja Kris Meeke dan Mads Ostberg di akhir minggu ini.


Sayangnya, Ostberg harus absen karena cedera yang dialaminya setelah kecelakaan ketika mengikuti recce. Alhasil, dia dengan navigator Jonas Andersson digantikan oleh Stephane Lefebvre dan Stephane Prevot, yang kebetulan hadir di Australia.


Perubahan juga terjadi di kubu Hyundai. Jagoan lokal Hayden Paddon dipromosikan ke tim A di "Kampung Halamannya" (Dia orang Selandia Baru). Dia akan membalap dengan mobil No.8, yang biasanya dihuni oleh Dani Sordo.

Sordo akan mengemudi mobil No. 20 milik Paddon.


And welcome back, Lorenzo Bertelli..!
Setelah sembuh dari keracunan makanan yang dideritanya ketika recce sebelum Rally Jerman bulan lalu, dia akan kembali beraksi dengan Ford Fiesta RS. Dia merupakan satu-satunya pembalap privat yang akan tampil di Australia, karena Robert Kubica dan Martin Prokop absen.

Scott Pedder: The local hope.
Sementara itu di kelas WRC-2, there will be NO SKODAS.
Ada 7 pembalap yang akan bertanding di kelas ini, dan 5 diantaranya akan terjun dengan Ford Fiesta RRC/R5 (2 pembalap lainnya masuk di kategori Production Cup).

Salah satu diantara mereka adalah Nasser Al-Attiyah, yang kembali ke pangkuan Fiesta RRC setelah membalap di Jerman dengan Skoda Fabia R5, dan mungkin inilah reli terakhirnya dengan Ford M-Sport. Dengan absennya Esapekka Lappi dan Jari Ketomaa, dia punya kesempatan untuk memperlebar keunggulannya di klasemen.

Yuriy Protasov, Abdulaziz Al-Kuwari, Scott Pedder dan Yazeed Al-Rajhi turut hadir. Khusus Pedder, dia akan bertarung di negaranya sendiri.

Wednesday, 9 September 2015

BREAKING NEWS: Mads Ostberg OUT dari Rally Australia 2015

 Another bad news. Pembalap Citroen WRT Mads Ostberg dan navigator Jonas Andersson harus mengurungkan niat untuk ikut serta di Rally Australia, yang akan digelar di hari Kamis, 10-13 September 2015 (alias akhir minggu ini) setelah mengalami kecelakaan saat recce.


Mobil Mitsubishi Lancer Evolution yang dikendarainya rusak parah setelah menabrak truk yang datang dari arah yang berlawanan. Dia mampu melanjutkan recce setelah lolos tes medis, tapi kemudian harus mengundurkan diri setelah diketahui dia mengalami retak 2 tulang rusuk. Jonas Andersson juga mengalami memar di tubuhnya.

Inilah pernyataan Ostberg di halaman Facebook-nya:

"Dengan sangat menyesal saya harus mengumumkan bahwa saya dan Jonas harus mengundurkan diri dari #RallyAustralia. Kami mampu melanjutkan recce hari ini, tapi kami sangat kesakitan setelah kecelakaan kemarin. Kami sangat beruntung, tapi kami juga sangat syok setelah itu."

"Sejak pagi hari kami langsung sadar bahwa kami tidak bisa membalap dengan kondisi seperti ini. Saya sangat kecewa dan frustrasi dengan organisers."


Beruntung buat Citroen karena kebetulan Stephane Lefebvre turut hadir di Australia, dan memutuskan untuk memberikan jatah ekstra untuk Lefebvre, yang sukses finish ke-10 di Rally Jerman bulan lalu. Semakin beruntung karena organizer mengizinkan pergantian navigator, yang berarti Stephane Prevot dapat mendampingi Lefebvre. Normalnya hal tersebut tidak diperbolehkan.

#preview Rally Australia akan segera menyusul.

Sunday, 2 August 2015

#day2 WRC Rally Finlandia 2015: Enyahlah kau Kris..!

Halo...!

Hari kedua, 8 SS, total waktu 10 jam 22 menit, total jarak 131.4 km, mid-day service kembali, tapi pemimpin lomba masih sama:


Ya, Jari-Matti Latvala. Dia bahkan menjauh dari Sebastien Ogier, dan dengan jarak 13.2 detik, dia hanya harus take it easy to win. But don't be too easy though.

Posisi ketiga diambil alih oleh Mads Ostberg, setelah rekannya Kris Meeke lagi-lagi harus restart lewat Rally-2 setelah mobilnya menabrak pohon dan merusaki suspensi di mobil Citroen DS3-nya. Sepertinya dia berada di posisi yang sama dengan mentornya, Mendiang Colin McRae di Citroen tahun 2003: Masa depan yang tidak pasti.

@The_Rally_Guru: It's not a lot of damage to the car but it hurt a lot to Kris Meeke.
Lebih banyak kekecewaan dan tekanan untuk Kris
Dan navigator Paul Nagle seperti om yang kesepian.

Thierry Neuville naik ke posisi keempat setelah Meeke kecelakaan, meskipun mesin Hyundai i20-nya sempat drop ke 3 silinder. Ott Tanak menyelesaikan hari kedua dengan impresif. Kerusakan di suspensi Ford Fiesta RS-nya membuatnya berada di posisi 10 di akhir hari pertama, tapi catatan waktu impresif di hari kedua (dia tercepat ketiga di 3 SS) mendongkraknya ke posisi kelima. Juho Hanninen masih menjadi pembalap privat terbaik sejauh ini dengan posisi 6, dan Martin Prokop ketujuh. Lorenzo Bertelli berada di posisi 10, dan jika dia bisa bertahan, inilah poin pertamanya untuk musim ini.

Mekanik tim Skoda punya gayanya sendiri.

Posisi 8 dan 9 overall sama dengan 1-2 untuk duo Skoda WRC-2, Esapeka Lappi dan Pontus Tidemand, dan Stephane Lefebvre masih sendirian di posisi ketiga. Yuriy Protasov naik ke posisi keempat setelah Jarkko Nikara, pembalap pengganti Jari Ketomaa gagal menyelesaikan hari kedua karena kerusakan radiator. Dengan duo rekannya, Eyvind Brynildsen dan Sandern Parn juga gagal finish, tim Drive DMACK hanya bisa pasrah karena tim Skoda bisa saja mendekati, bahkan mengambil alih pimpinan klasemen tim.


Kerasnya jalanan Finlandia memakan "korban" lagi. Pertama Dani Sordo yang terjebak di selokan di SS15 dan keluar dari 10 besar. Setidaknya dia masih bisa lanjut....



Tapi tidak dengan Robert Kubica. Berada di ratusan meter menjelang finish di SS terakhir jelas membuat pembalap take it easy dan berusaha tidak melakukan kesalahan. Nah pasal terakhirlah yang dilanggarnya, dan hasilnya dia bergabung dengan Andreas Mikelsen dan Hayden Paddon dalam perjalanan pulang karena mobilnya sudah menjadi seperti tempe penyet.

Hari terakhir Rally Finlandia (maksudnya hari ini) akan digelar di 1 tempat saja, Myhinpää dan diulang 2 kali. SS terakhir akan menjadi power stage, dan kamu bisa menonton SS20 ini di TV yang entahlah salurannya di mana (Saya tidak yakin MNC Sports masih menayangkan WRC), atau bisa streaming di sportstream.tv atau stopstream.me.

Bye..!

2015 Rally Finland: Overall standings after Stage 18 (Top 10):

1. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC 2hrs 20m 20.6s M
2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 13.2s M
3. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1m 28.0s M
4. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 26.5s M
5. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +4m 19.1s M
6. Juho Hanninen Ford Fiesta RS WRC +4m 21.0s
7. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +5m 41.2s M
8. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 +6m 32.6s WRC2
9. Pontus Tidemand Skoda Fabia R5 +7m 55.9s WRC2
10. Lorenzo Bertelli FWRT SRL Ford Fiesta RS WRC +8m 56.8s M

Other(s)

11. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +9m 22.5s M
12. Stephane Lefebvre Citroen DS 3 RRC +9m 35.9s WRC2
13. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +11m 03.9s WRC2
14. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +11m 30.6s M
15. Scott Pedder Ford Fiesta R5 +12m 45.5s WRC2
16. Anders Grondal Citroen DS 3 R5 +14m 00.6s WRC2
17. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +15m 17.4s


WRC2 standings after Stage 18 (Top 3):

1. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 2hrs 26m 53.2s WRC2
2. Pontus Tidemand Skoda Fabia R5 +1m 23.3s WRC2
3. Stephane Lefebvre Citroen DS 3 RRC +3m 03.3s WRC2


Notable retirements:

SS5. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Crashed M
SS5/6. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Mechanical*
SS5/6. Craig Breen Peugeot 208 T16 Engine WRC2
SS6. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Crashed M

SS16. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC Broke front-left wheel M
SS18. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Rolled

*denotes re-started on Saturday under Rally 2

M denotes Manufacturer entry

all times unofficial 

Tuesday, 21 April 2015

#preview: WRC Rally Argentina 2015

iHola...!


Reli keempat di World Rally Championship diselenggarakan di kawasan Cordoba,Argentina mulai kamis ini, 23-26 April 2015, dan ya, membuatmu harus nekat begadang kalo benar-benar niat ikuti progress-nya. Kalopun nekat, tenang saja, kamu tidak akan dikecewakan sama semua soal Rally Argentina kali ini kecuali dominasi Sebastien Ogier, jelas. Inilah faktor-faktor yang membuat reli ini tetap awet di kalender WRC:

The Challenge

Sorry foto rutenya beda karena bukan dari FIA
Satu-satunya reli yang dihelat di Amerika Selatan, Argentina, yang menggelar event WRC sejak 1980 ini langsung merebut hati para kontestan karena lintasannya yang "menyenangkan" karena banyaknya genangan air yang ada di setiap SS-nya di pegunungan Sierras de Cordoba. Soal kecepatan rata-ratanya, meskipun salah satu terendah di kalender WRC, mereka mempunyai area jumping tercepat, dan fans yang sama gilanya dengan mereka yang berada di stadion menonton Lionel Messi dkk.

Rutenya juga bisa buat para pembalap pusing, karena kadang-kadang melewati lintasan cepat dengan gravel halus, tapi kadang pula melintasi lintasan di pegunungan berbatu, yang dapat merusaki mobil. 1 hal yang semaking memusingkan mereka adalah sebagian rutenya rusak karena banjir. Anyway, ada beberapa SS yang akan ditayangkan live, tapi saya belum dapatkan jadwalnya. Nanti kalo udah ada, aku akan share. OK?

Attention Please..!


Haruskah saya skip pembicaraan tentang Sebastien Ogier dengan Volkswagen? Sepertinya IYA. Satu-satunya kekhawatiran bos tim Jost Capito adalah Jarri-Matti Latvala, yang nihil poin di Swedia dan Meksiko. Akankah dia mampu mengulangi kemenangannya musim lalu? Semoga saja.

Khusus buat Citroen dan M-Sport, reli ini akan jadi sesi testing buat mereka, yang akan melakukan upgrade di DS3 WRC dan Fiesta RS WRC sebelum Rally Portugal. Hyundai malahan sudah upgrade duluan, dengan paddle-shifter sudah terpasang di mobil i20 WRC besutan Thierry Neuville dan Dani Sordo (Hayden Paddon tetap akan menggunakan girboks sequential). Hanya saja, kita tidak akan melihat i20 generasi terbaru sampai tahun depan, jadi sabar saja.


Selain itu, pembalap asal UAE, Khalid Al-Qassimi akan menjalani reli pertamanya sejak Sardinia musim lalu. Berita mengejutkan justru datang dari Robert Kubica, yang memutuskan mengundurkan diri dari Rally Argentina, demi merestruktur tim dan mobil agar siap di Portugal bulan depan (Atau mau memperpanjang kumisnya?).

Sementara itu di kategori WRC-2, Abdulaziz Al-Kuwari kembali tampil setelah Meksiko, dengan beberapa pembalap reguler seperti Yuriy Protasov dan Nicholas Fuchs. Yang akan tampil dengan fasilitas wildcard adalah duo Paraguay S. Diego Dominguez dan Miguel Zaldivar. Juara WRC-2 Monte Carlo, Stephane Lefebvre juga akan bermain dengan Citroen DS3 R5-nya, tapi tidak akan mendapatkan poin dan lebih tertuju ke testing dan mengali pengalaman.

Tidak ada pembalap kategori WRC-3 dan Junior WRC yang tampil di Argentina.

Thursday, 2 April 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 12: WTF (What The Finland)??

Halo..!

Akhirnya setelah vakum, #FlatOutNews Rally hadir lagi di edisi yang ke-14 ini. Oke, kita langsung saja:

1. Olga Syahputra (1983-2015)


But first,  marilah kita memberikan sedikit penghormatan untuk Olga Syahputra, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 2015 kemarin, setelah bertarung selama setahun melawan radang selaput otak, penyakit yang juga mirip yang dialami mendiang Richard Burns, juara dunia WRC 2001.

 Kamu akan dimaafkan jika kamu mengira Olga tidak ada hubungannya dengan rally, tapi ada kok. Olga pernah menikmati sedikit pengalaman di dalam mobil reli ketika jadi bintang tamu di KFC Junior Rally Championship di bulan November 2009 (Aku gak tahu dimana lokasinya). Dia "bertandem" dengan Sean Gelael di dalam mobil Subaru Impreza R4.

Credit to: kapanlagi.com
Rest In Peace.
 
2. WTF (What The Finland)??


Tahun ini Rally Finlandia semakin menantang saja, tapi hal yang satu ini benar-benar edan. Gimana bisa gak edan, organizer-nya baru saja merilis rute untuk event tahun ini, dimana Hari pertama akan dibuat seperti marathon..!

Maksudnya, para pembalap akan menjalani hari pertama dengan menaklukkan lebih dari 157km NON STOP, TANPA SERVIS. Itu sama saja dengan menjalani separuh rally tanpa pitstop.

Selain itu, SS Ouninphoja yang dikenal dengan jalanannya yang mengalir dan cepat kembali ke format lama setelah tahun lalu hanya setengahnya saja, dan SS Ruuhimaki menjadi SS shakedown.

Asisten Clerk of the Course, Kari Nuutinen (saya sempat kira namanya Kari Nutella!)  mengatakan "Feedback dari kompetitor bahwa rute tahun lalu adalah yang terbaik sejauh ini, jadi target kami adalah membuatnya jadi lebih baik dengan perubahan seminim mungkin."

Persiapkan diri kalian, gentlemen..!

3. Tidemand ke Skoda



Masih ada yang ingat Pontus Tidemand? Ya, pembalap Swedia yang mampu memenangi Super SS di Rally Swedia bulan lalu dengan mobil spek WRC-2 ini baru saja menandatangani kontrak dengan Skoda untuk tampil di Asia Pacific Rally Championship. 

Coming soon: Fabia R5

"Saya tidak sabar dengan ini. Senang bisa bergabung dengan Skoda, salah satu pabrikan terbaik di rally." Tutur Juara dunia Junior WRC 2013 ini. Dia dan navigator Emil Axelsson akan mendampingi juara bertahan Jan Kopecky, dan akan memulai perjalanannya dengan Skoda Fabia S2000 di Rally of Whangarei di Selandia Baru, 17-19 April mendatang, dengan mobil baru Fabia R5 akan digunakan di akhir tahun

Belum jelas apakah dia juga akan membawa panji Skoda di ERC dan WRC, atau tetap bersama M-Sport dengan Ford Fiesta, begitu juga dengan statusnya sebagai pembalap part-time di tim EKS Audi di World RX.

4. Dari Argentina untuk Rakyat


Rally Argentina akan memberikan dukungan moral kepada rakyat Cordoba, yang mengalami musibah banjir bulan lalu yang memakan setidaknya 7 korban jiwa dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah Cordoba adalah daerah dimana Rally Argentina akan digelar tanggal 23-26 April mendatang.


Dilaporkan bahwa sepertiga dari rute event tersebut mengalami kerusakan dan pemerintah setempat bekerja keras untuk memperbaikinya. Mereka tidak akan merubah rutenya. Itu berarti lintasannya jadi berbeda dan memberikan tantangan tambahan kepada pembalap.

"Kami ingin mendukung penduduk Cordoba yang mengalami musibah ini. Rally Argentina sangat populer bagi keluarga-keluarga yang tinggal di sana dan kami percaya rutenya tidak akan berubah karena membalap melewati daerah itu akan menyemangatkan publik untuk membangun kembali kehidupan mereka." Kata koordinator umum David Eli.

Vamos Argentina..!

5. Toyota ketambahan anggota


Sepertinya Toyota tidak akan main-main dalam mempersiapkan comeback mereka di WRC tahun 2017 nanti. Baru-baru ini mereka merekrut pembalap muda Finlandia, Teemu Suninen untuk program pengembangan pembalap muda mereka. Suninen akan bertandem dengan pembalap Prancis, Eric Camilli, yang kebetulan merupakan rekan setimnya di Oreca Racing, yang berkompetisi di WRC-2.

Yaris siap untuk WRC 2017
Sunninen sendiri masih orang baru di rallying, setelah sebelumnya balapan di karting sampai tahun 2013, tapi langsung mencuri perhatian ketika dia, dengan navigator Juha-Pekka Jauhiainen memenangi Rally Finlandia yang tersohor di kategori WRC-3, padahal itu adalah kali pertama dia mengikuti rallying level antar-negara..!

Good Luck..!

6. Al-Qassimi ready for action & masih banyak lagi


 Ya, Al-Qassimi merupakan satu dari 14 pembalap kelas WRC yang akan beraksi di Rally Argentina akhir April ini. Dia akan berdampingan dengan navigator kawakan Inggris, Chris Patterson dalam mengendarai Citroen DS3. Hanya saja, dia tidak dapat mencetak poin untuk Citroen karena duo Kris Meeke dan Mads Ostberg.

Ini merupakan penampilan pertamanya di negeri Tango tersebut. Selain itu turut hadir di kategori WRC-2 adalah para pemimpin klasemen Jari Ketomaa, Nicholas Fuchs dan Yuriy Protasov. Masih ada lagi Stephane Lefebvre tapi dia tidak menominasikan Argentina untuk mencetak poin.

David Nalbandian akan beraksi di gravel dengan mobil, bukan dengan sepatu tenis

Turut hadir pula mantan petenis nomor 3 sedunia David Nalbandian, juara PWRC Rally Argentina 2007 Federico VIllagra, dan runner-up PWRC 2012 Marcos Ligato. Ketiganya akan bertanding dibawah kejuaraan nasional Argentina.