Bursa pembalap untuk World Rally Championship musim 2016 kembali menjadi ramai setelah Ott Tanak bersama navigator Raigo Molder dipecat dari tim M-Sport. Untuk kedua kalinya Tanak didepak dari tim asal Inggris tersebut setelah sang bos Malcolm Wilson melakukan hal yang sama di akhir tahun 2012.
Tanak di Spanyol 2015.
Alasan pemecatan tersebut bisa dibilang karena Wilson tidak puas dengan performa Tanak di musim ini, khususnya di paruh kedua musim. Meskipun dia finish ketiga di Rally Polandia di bulan Juli silam. Wilson juga mengkhawatirkan level konsentrasi Tanak, yang membuatnya melakukan 'kesalahan-kesalahan yang bodoh'.
Tapi ini bukan berarti Tanak harus berpisah dari sang 'pacar' (Ford Fiesta RS WRC).
Itu karena di saat yang bersamaan Tanak resmi kembali ke tim Drive DMACK yang akan berkompetisi di WRC musim depan dengan Fiesta RS. Musim ini produsen ban asal China tersebut membalap di kelas WRC-2 dengan Jari Ketomaa, Sandern Parn dan Eyvind Brynildsen beserta Nicolas Fuchs. Keempat pembalap tersebut menggunakan Fiesta RRC dan R5.
Fiesta R2 yang dipakai di DDFT.
Selain itu DMACK juga menggelar supporting class yang bernama Drive DMACK Fiesta Trophy (DDFT), lengkap dengan support dari M-Sport yang menyediakan Fiesta R2. Musim ini pembalap asal Norwegia Marius Aasen dengan navigator Veronica Engan menjadi juaranya, dan berhak berkompetisi di WRC-2 musim depan dengan Fiesta R5.
Wales 2011
Sementara itu kisah Tanak dengan DMACK juga sudah berlangsung lama, sangat lama. Tanak menjadi pembalap pertama yang menggunakan ban tersebut di WRC dengan finish keenam di Wales Rally GB 2011. Tanak, bersama Ketomaa juga sukses membawa tim Drive DMACK menjadi juara di WRC-2 musim lalu dan kemudian finish ketujuh di Wales Rally GB 2014 (reli ke-50 DMACK di WRC) dengan Fiesta RS.
Fiorenzo Brivio
DMACK sendiri yakin bisa menandingi dominasi Michelin dan Pirelli di WRC, suatu hal yang mereka mampu lakukan di WRC-2. Apalagi bulan september silam mereka sukses merekrut Fiorenzo Brivio, yang sebelumnya bekerja di Pirelli selama 30 tahun. Brivio akan menjabati posisi direktur teknis.
Untuk tim M-Sport sendiri, itu berarti ada 1 kursi kosong di tim mereka, meskipun kursi milik Elfyn Evans juga belum 100% aman. Ada beberapa rumor yang beterbangan di berbagai media di dunia ini yang mengatakan bahwa Mads Ostberg, Kris Meeke dan Robert Kubica akan menghuni Fiesta RS No.8 musim depan.
Setelah Tour de Corse yang menyulitkan dan penuh kontroversi, kini para pembalap, navigator dan tim akan segera bersiap untuk the penultime round of the 2015 WRC Season, Rally Catalunya-Costa Daurada Spanyol.
The Challenge
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, reli ini akan berpusat di Costa Daurada, sebuah holiday resort yang terletak di kota Salou, yang berjarak 109 km dari Barcelona. Reli ini dikenal unik karena menjadi satu-satunya reli yang menyajikan 2 tipe lintasan yang berbeda: aspal dan gravel.
Reli ini akan dimulai dengan Super Special Stage sepanjang 3.20 km yang digelar di Montjuic, yang pernah menggelar balapan Formula 1 di era 70-an.
Setelah itu para pembalap dan navigator akan menghadapi hari pertama yang keras di lintasan gravel, yang sebenarnya tidak terlalu menyulitkan mobil, tapi karakteristik jalanannya yang tergolong cepat tetap bisa membuat ban mudah pecah. Saya tulis 'keras' karena tidak ada mid-day service, seperti yang pernah dilakukan di Rally Finlandia beberapa bulan silam.
Setelah 9 SS di lintasan gravel, semua mobil akan dikonversi ke spesifikasi aspal, dan para mekanik mempunyai 75 menit (lebih lama dibandingkan reli lainnya) untuk mengakomodasikan kebutuhan tersebut. Pembalap dan navigator pun harus beradaptasi dengan jalanan aspal yang tergolong mulus dan abrasif. Jadi, mereka juga harus memastikan keempat ban di mobil mereka bertahan lama sampai SS terakhir di kedua hari tersebut, karena suhu trek yang tinggi juga bisa membunuh ban.
Attention Please..!
Karena trio Volkswagen (Sebastien Ogier, Jari-Matti Latvala dan Andreas Mikkelsen) sudah memastikan 3 besar di klasemen pembalap, dan VW sendiri sudah mengunci gelar tim di Australia, mari kita fokus di perebutan posisi runner-up di klasemen tim.
Citroen masih 'memimpin' pertarungan dengan 184 poin, sementara itu Hyundai hanya tertinggal 1 poin dari rivalnya tersebut. M-Sport juga tidak terlalu jauh dengan 170 poin.
Performa Kris Meeke, yang diplot menjadi pembalap no.1 Citroen membaik dalam 2 reli terakhir, dengan podium di Australia dan posisi keempat di Prancis. Sepertinya dia sudah kembali menemukan ritmenya yang hilang sebelum Australia, dan tentunya dia tidak mau ritme tersebut hilang darinya di Spanyol.
Sementara itu rekan setimnya, Mads Ostberg jauh lebih konsisten dari Meeke; selalu berada di top 10 di setiap reli (kecuali Australia, dimana dia mengundurkan diri) dan 3 podium (lebih banyak dari Meeke). Bagaimanapun tugas mereka untuk menjaga reputasi Citroen sebagai pabrikan terbaik kedua tetaplah berat.
Sementara itu penampilan duo Hyundai (Dani Sordo dan Therry Neuville) sedikit fluktuatif. Khususnya Neuville, dimana dia sejauh ini tampil tidak sesuai harapan, dan finish ke-23 di Prancis memperparah situasi tersebut. Tentu saja, top 10 atau tidak sama sekali untuk membuktikan publik bahwa Neuville masih punya kapasitas sebagai pembalap top, dan kemenangannya di Jerman tahun lalu tidak sekedar one-off.
Situasi Sordo pun malah tidak lebih baik, karena dia belum perna finish di top 3 sepanjang musim ini. Ya, dia lebih konsisten dari Neuville. Ya, dia sudah dapat jaminan untuk musim 2016. Tapi apakah itu cukup untuk tetap berada di tim A, atau harus terus digusur oleh Hayden Paddon?
Peningkatan performa juga dialami kubu M-Sport. Kita semua masih ingat bahwa Elfyn Evans meraih podium kedua di Prancis, dimana pencapaian itu terasa hebat mengingat minimnya pengalaman yang dia miliki di kepulauan Korsika. Sedangkan Ott Tanak merasa frustrasi dengan posisi kesepuluh di reli yang sama, tapi demi posisi kedua di klasemen tim, why not?
Sementara itu di kelas WRC-2, kita akan kembali melihat aksi Nasser Al-Attiyah, Yuriy Protasov, Abdulaziz Al-Kuwari dan Jari Ketomaa setelah absen di seri sebelumnya di Prancis.
Al-Attiyah dan Esapekka Lappi, yang menempati posisi 1-2 di klasemen, akan tampil di reli terakhir mereka masing-masing di musim ini, mengingat mereka telah mencapai batas jatah 7 reli yang tersedia. Jadi, poin maksimal di Spanyol akan sangat krusial untuk Al-Attiyah dan Lappi, karena mereka hanya bisa menunggu hasil di Wales Rally GB yang akan digelar buland depan.
Sedangkan untuk Protasov, Al-kuwari dan Ketomaa, mereka masih mempunyai 2 jatah tersisa, yang berarti mereka dapat menggunakannya di Spanyol dan Wales. Ketiganya akan menggunakan Ford Fiesta RRC (Protasov & Al-kuwari) dan R5 (Ketomaa).
Menjadi juara kelas junior WRC bukan berarti Quentin Gilbert bisa berpuas diri dan bersantai. Itu karena dia masih akan bertarung untuk merebut gelar WRC-3 di Spanyol. Gilbert unggul 25 poin dari Ole Christian Veiby, jadi finish di depannya cukup untuk mejadi double champions.
Halo..! Sekarang kita telah berada di paruh akhir dari tahun 2015 ini. Percaya atau tidak, suka atau tidak suka, rumor-rumor tentang bursa pembalap dan tim akan muncul silih berganti. Welcome to 2016 Silly Season... 1. 3 Kesempatan untuk Meeke
Untuk kesekian kalinya Kris Meeke mengecewakan tim Citroen. Podium yang sudah hampir pasti melayang begitu saja ketika dia dengan navigator Paul Nagle kecelakaan di hari kedua Rally Finlandia 2 minggu lalu, padahal sebelumnya dia . Itu adalah kecelakaan ketiganya dalam tiga reli terakhir, dan rasanya posisi 1-2 di Argentina seperti jadi masa lalu.
Kontrak Meeke, dengan rekan setimnya Mads Ostberg akan habis di akhir musim ini. Ostberg sepertinya dapat jaminan karena performa konsisten yang membawanya ke 3 besar di klasemen sementara, tapi masa depan Meeke-lah yang menghiasi headline berita motorsport sejauh ini. Jadi, bos tim Citroen, Yves Matton memberikan 3 kesempatan buat Kris untuk meningkatkan performanya, dimulai dari Finlandia, Jerman, dan terakhir di Australia bulan depan. 1 kesempatan sudah habis di Finlandia (yang awalnya mengesankan, tapi akhirnya mengecewakan), jadi jangan sia-siakan 2 kesempatan itu, Kris..!
2. Tapi Bukan Berarti Citroen (WRC) Sendiri Aman...
Citroen mungkin terlalu sibuk dengan masa depan Kris Meeke dan Mads Ostberg, sampai-sampai masa depan tim Citroen World Rally Team juga dipertanyakan... Itu karena PSA Group, yang menaungi Citroen (dan juga Peugeot) akan melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk program motorsport mereka. Citroen akan memutuskan untuk menarik salah satu tim
tergantung level kompetisi, logistik, dan penjualan mobil Citroen,
khususnya di Eropa dan China.
Kedua tim ini memang berada di situasi yang saling berlawanan di kejuaraan masing-masing. Citroen WRT selalu kesulitan sejak anak emasnya, Sebastien Loeb pindah ke Citroen WTCC, dan semakin menderita sejak Volkswagen, yang punya sumber daya lebih besar, masuk ke WRC. Total kemenangan Citroen pasca era Loeb adalah DUA.
Kiri ke Kanan: Ma Qing Hua, Sebastien Loeb, Yvan Muller, JM Lopez
Citroen WTCC justru sebaliknya. Dengan mobil C-Elysee,mereka melakukan hal yang juga dilakukan VW di WRC: MENDOMINASI. Mereka mampu memenangi 17 dari 23 balapan musim lalu (!), dan dominasi ini masih berlanjut hingga saat ini. Bisa jadi karena budget yang dibutuhkan membengkak akibat partisipasi mereka di WTCC, dan revisi mobil DS3 WRC besar-besaran tahun ini demi membendung VW. Itu masih belum termasuk partisipasi Citroen di Formula E bersama Virgin Racing, dengan memakai brand premium DS.
Jadi bisa disimpulkan ini akan menjadi dilema besar untuk Citroen. Apakah mengundurkan diri dari WRC, yang membesarkan nama mereka di kancah motorsport, atau pamit dari WTCC? We'll see.
3. Hyundai siap ke WRC-2
Meskipun pengembangan mobil i20 WRC Evo 2 masih berjalan, tim Hyundai Motorsport, yang berbasis di Jerman, mendapatkan mandat dari markas the k-pop racer di Korea Selatan untuk membuat dan mengembangkan mobil i20 versi R5, yang berarti dapat dipakai di WRC-2, European Rally Championship (ERC), dan, semoga saja, Asia Pacific (APRC). But Why? "Mobil World Rally Car hanya dapat dipakai di WRC dan beberapa kejuaraan lainnya. Satu-satunya kategori mobil yang dapat dipakai di seluruh dunia adalah R5, jadi ini keputusan yang tepat untuk membangun mobil itu" Kata bos tim Hyundai, Michel Nandan. Dia juga menambahkan bahwa mobil itu akan dibangun dengan basis yang sama dengan i20 WRC baru, tapi dengan paket aerodinamika ala R5, girboks 5 kecepatan sequential manual buatan Sadev, mesin 1.6L turbo dengan turbo restrictor 32mm dan harga maksimal 180.000 euro atau lebih dari 2.76 miliar Rupiah. Mobil ini mungkin melakukan debutnya di pertengahan tahun depan.
R5 세계에오신것을환영합니다
R5 segye e osin geos-eul hwan-yeonghabnida
Welcome to R5 World, Hyundai..!
4. Paddon Naik Jabatan. Well, Sementara
Masih soal Hyundai, tapi kali ini soal pembalapnya. Hayden Paddon diplot sebagai pembalap kedua tim Hyundai untuk Rally Australia, dan sekaligus menggusur Dani Sordo ke tim B Hyundai. Alasan mereka melakukan hal ini karena Sordo tidak punya pengalaman sama sekali di Rally Australia, yang berbasis di Coffs Harbour, New South Wales. Penampilan terakhirnya di negeri Kanguru adalah tahun 2009, dan itupun pusat relinya ada di Kingscliff, NSW yang penuh dengan kontroversi. Jadi, Hyundai memanggil Paddon ke tim A untuk membantu mereka merebut posisi kedua di klasemen tim dari Citroen. Tapi, saya tidak yakin dengan itu. Eh saya yakin sih, tapi itu bukan satu-satunya faktor penentu. Penampilan apiknya di beberapa reli terakhir, terutama podium di Italia menjadi ancaman nyata buat Sordo, dan ini bukan pertama kalinya dia mengalaminya.
Ketika Sordo masih berada di tim Citroen 2006-2010, dia mampu meraih banyak podium, tapi tidak ada satupun diantaranya merupakan podium kemenangan. Dan di tahun 2010, Sebastien Ogier, yang bermain di tim Citroen Junior berhasil menang di Portugal, dan memberikan tekanan tambahan kepada Sordo. Alhasil, Citroen memutuskan untuk mempromosikan Ogier ke tim utama, dan mendemotasi Sordo ke tim Junior. Sordo kemudian pindah ke MINI di tahun 2011. Jadi, target Sordo di 5 reli yang tersisa musim ini untuk mempertahankan kursi di Hyundai jelas: KALAHKAN PADDON, KALAU PERLU NEUVILLE SEKALIAN.
Usai sudah penantian Kris Meeke dan Citroen untuk kembali ke podium teratas di WRC, dan meskipun hanya 2 SS yang dijalankan, dan kedua-duanya berada di El Condor, tetap saja ada beberapa yang terjungkal.
Meeke dan navigator Paul Nagle menaklukkan 2 SS dengan santai untuk memenangkan Rally Argentina kali ini, menjadi pembalap Britania Raya keempat yang berada di podium tertinggi, bergabung dengan mendiang Colin Clark, Colin McRae dan Richard Burns, pembalap Citroen pertama yang menang sejak Dani Sordo di Jerman 2013, dan pembalap Britania Raya pertama yang memenangkan event WRC sejak mendiang Colin McRae dan Nicky Grist di Safari Rally 2002. Dia unggul 18 detik dari rekannya Mads Ostberg, JUGA menjadi kemenangan 1-2 pertama bagi Citroen sejak Sebastien Loeb-Mikko Hirvonen di Finlandia 2012.
Pertama kali menang di kasta tertinggi sejak 13 tahun silam, Meeke pun merayakan kemenangannya dengan emosional. "Apa yang saya harus katakan?? Perjalanan ke sini sangatlah panjang, dan seseorang yang sangat membantuku tidak berada di sini...". Siapakah dia? Akan terjawab di akhir artikel ini.
Ostberg juga senang dengan posisi runner-up meskipun sedang sakit, karena dengan itu, ditambah dengan 1 poin di power stage mengangkatnya ke posisi 2 di klasemen. "Ini reli yang keras dan sulit. Kami bekerja keras dan saya juga sedang tidak fit. Mengecewakan ketika kami kehilangan 45 detik di hari pertama, tapi hasil ini sangat bagus".
Reli ini juga sangat berkesan bagi Elfyn Evans, yang meraih podium pertamanya setelah Jari-Matti Latvala harus gugur karena masalah mesin. Ini juga merupakan pertama kalinya duo Britania Raya berada di podium sejak Burns dan McRae menyabet 1-2 di Selandia Baru 2001. Ini juga menjadi booster bagi tim M-Sport, yang akan menurunkan versi Evolution dari Ford Fiesta RS di Portugal bulan depan.
Evans, yang sebelumnya memulai weekend dengan memenangkan Wheel Change Challenge (lomba ganti ban) pun pede menatap Rally Portugal "Kami ingin mengulangi hasil musim lalu (posisi 7 di Argentina 2014) tapi kami juga ingin finish tanpa masalah. Tim memberikanku mobil yang hebat dari awal sampai akhir, dan inilah hasilnya. Saya angkat topi buat Kris dan Paul juga. Mereka melakukan pekerjaan hebat dari awal sampai akhir. Hasil yang hebat buat mereka, dan juga untuk reli Inggris Raya".
Martin Prokop melanjutkan rekor impresifnya dengan 8 finish di zona 10 besar berturut-turut, kali ini dengan posisi 4, menyamai pencapaian terbaiknya. Sementara itu Dani Sordo finish di lima besar meski sempat turun ke posisi 7 di hari ketiga karena masalah teknis, dan Khalid Al-Qassimi melengkapi selebrasi Citroen dengan posisi 6.
Menempati posisi 7 adalah rivalnya Al-Qassimi di Kejuaraan Rally Timur-Tengah, Abdulaziz Al-Kuwari, yang juga berarti menang di kategori WRC-2, diikuti oleh pembalap Paraguay Diego Dominguez, hasil yang bagus buat pembalap tamu, dan Jari Ketomaa melengkapi 3 besar WRC-2, meskipun finish ke-12. Jadi Siapa yang menempati posisi 9 dan 10? Jawabannya adalah duo rival di Kejuaraan Rally Amerika Selatan, Gustavo Saba dan Federico Villagra. SELAMAT, 2 dan 1 poin buat kalian.
Sementara itu awan kelabu menyelimuti Hyundai dan Volkswagen. Hyundai kehilangan Thierry Neuville yang menghantam batu di power stage dan gagal mendekatkan diri ke Sebastien Ogier di klasemen dan harus dikudeta Ostberg, dan Hayden Paddon finish ke-16 setelah insidennya dengan fans kemarin.
Volkswagen lebih memilukan. Datang dengan rekor kemenangan 100%, Sebastien Ogier harus puas dengan 3 poin dari power stage setelah masalah di hari pertama. Dan lebih memalukan bagi mereka adalah Jari-Matti Latvala harus menyerah dari posisi 3 karena masalah teknis, dan 3 reli berturut-turut nihil poin, dan Andreas Mikkelsen senasib dengan Neuville di power stage.
Oke, sampai jumpa di Rally Portugal tanggal 21-24 Mei 2015, dan jangan lewatkan juga #FinalThought World Rallycross of Portugal segera..!
Eh, iya kelupaan soal satu pertanyaan tentang orang dibalik kesuksesan Kris Meeke. Siapakah dia?
It's Colin McRae..! Dialah orang yang selalu men-support Meeke sejak pertemuan pertama mereka di Ford ketika McRae membalap buat mereka dan Meeke bekerja sebagai desainer CAD di M-Sport sampai di Junior WRC sebelum McRae tewas di kecelakaan helikopter tahun 2007 silam. Meeke kemudian menjuarai Intercontinental Rally Challenge (sekarang ERC) 2009 sebelum menapak ke WRC.
"Ini untuk Colin. Dia membantuku sejak awal, mendukungku secara finansial dan membawaku ke WRC. Tanpanya Saya tidak akan seperti ini. Dialah inspirasiku." Kata Meeke dengan penuh emosional.
YES, IT'S FOR YOU COLIN....#RIP
2015 Rally Argentina: Overall standings after Stage 12 (Top 20):
1. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC 3h 41m 44.9s M
2. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 18.1s M
3. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +3m 27.4s M
4. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +6m 26.1s M
5. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +11m 14.9s M
6. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +11m 19.9s 7. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +16m 02.6s WRC2
8. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +18m 48.2s WRC2
9. Gustavo Saba Skoda Fabia S2000 +21m 20.6s 10. Federico Villagra Ford Fiesta MR +25m 19.6s
11. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +25m 52.3s M
12. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +28m 05.8s WRC2
13. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +29m 25.4s WRC2
14. Miguel-Angel Baldoni Peugeot 208 MR +31m 45.5s 15. Didier Arias Ford Fiesta R5 +32m 41.4s WRC2
16. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +36m 15.3s M
17. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC +37m 11.5s M
18. Simone Tempestini Subaru Impreza STi +37m 43.0s WRC2
19. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC +39m 17.0s M
20. Augusto D'Agostini Volkswagen Golf Trend MR +51m 25.0s
Rally Argentina: Power Stage / SS12 (Top 3):
1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 12m 59.6s M
2. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +0m 09.9s M
3. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 10.9s M
NOTE: Top three finishers in Power Stage are awarded bonus points. 1st = 3 points; 2nd = 2 points; 3rd = 1 point
WRC2 standings after Stage 12:
1. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC 3h 57m 47.5s WRC2
2. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +2m 45.6s WRC2
3. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +12m 03.2s WRC2
4. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +13m 22.4s WRC2
5. Didier Arias Ford Fiesta R5 +16m 38.8s WRC2
6. Simone Tempestini Subaru Impreza STi +21m 40.4s WRC2
7. Gianluca Linari Subaru Impreza STi +38m 17.4s WRC2
Notable retirements:
SS2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC Technical M*
SS2. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Stopped M
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*
SS3/4. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Technical M*
SS4. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC Lost a wheel M*
SS8. Radik Shaymiev Ford Fiesta R5 Mechanical WRC2
SS9. Stephane Lefebvre Citroen DS3 R5 Mechanical SS9. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Went off the road M**
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Technical M**
SS11. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Engine M
SS12. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Crashed M
SS12. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC Crashed M
SS12. Nicolas Fuchs Ford Fiesta R5 Mechanical WRC2
M denotes Manufacturer entry
*denotes re-started on Saturday under Rally 2
**denotes expected to re-start on Sunday under Rally 2
Sebenarnya ada 4 SS yang dijalankan di hari ketiga Rally Argentina yang penuh dengan debu, tapi hanya 3 saja yang valid. Ada apa gerangan?
Kris Meeke masih dengan santainya menikmati posisi pertama, meskipun error di SS7 membuat keunggulannya menciut sampai 32 detik dari rekannya Mads Ostberg, tercepat ketiga di SS10 cukup untuk menambah keunggulannya menjadi 38 detik. Team Order? "Non non non non...." Kata bos tim Yves Matton. Jari-Matti Latvala masih membayangi di posisi 3.
Sementara itu Elfyn Evans masih nyaman di posisi 4 setelah Dani Sordo mengalami masalah dengan mobilnya di SS10 (SS terakhir), tapi penalti 7 menit dari itu hanya menurunkannya ke posisi 8. Itu hanyalah 1 dari 2 masalah yang Hyundai hadapi. Yang kedua adalah Hayden Paddon mengalami kecelakaan di SS9. Paddon dan navigator John Kennard OK, tapi 6 penonton cedera dengan salah satu diantaranya dirawat di ICU, dan SS9 terpaksa dibatalkan. Rally Argentina dikenal dengan fans yang sangat antusias, tapi itu juga ada efek negatifnya, dan masih diperparah dengan seorang wanita mengalami patah kaki setelah ditabrak Lorenzo Bertelli ketika recce. Bagaimanapun mari berdoa yang terbaik untuk mereka.
Momen sebelum Hayden Paddon menabrak penonton
Thierry Neuville sendiri naik ke posisi 5, Martin Prokop dan Khalid Al-Qassimi berada di posisi 6 & 7 meskipun terpaut 5 dan 10 menit dari Meeke, dan Sordo melengkapi barisan mobil WRC di 10 besar, meskipun out di SS10.
Sementara itu di kategori WRC-2, Abdulaziz Al-Kuwari masih nyaman memimpin, dengan pembalap Paraguay Diego Dominguez dan Jari Ketomaa melengkapi 3 besar. Btw masih ingat dengan aksi heroik Yuriy Protasov kemarin? Ternyata setelah diinvestigasi, mereka dijatuhi hukuman penalti 15 menit dengan alasan:
Mengemudi melewati road section dengan 3 roda
Navigator Pavlo Cherepin duduk di bagian kap mesin mobil untuk menstabilkan mobil yang nungging sebelah karena kehilangan roda.
Alhasil, dia harus rela turun ke posisi 5, 19 overall.
2015 Rally Argentina: Overall standings after Stage 10 (Top 10):
1. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC 3h 14m 51.7s M
2. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 38.6s M
3. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +1m 03.7s M
4. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 24.6s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +4m 51.0s M
6. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +5m 39.0s M
7. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +10m 34.3s
8. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +11m 14.9s M#
9. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +14m 14.6s WRC2
10. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +17m 10.0s WRC2
#Classified under Rally 2
Other(s):
11. Gustavo Saba Skoda Fabia S2000 +19m 20.1s
12. Marcos Ligato Chevrolet Agile MR +21m 01.9s
13. Federico Villagra Ford Fiesta MR +21m 41.7s
14. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +25m 02.3s M
15. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +26m 03.9s WRC2
16. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +25m 02.3s M
17. Simone Tempestini Subaru Impreza STi +26m 35.3s WRC2
WRC2 standings after Stage 10 (Top 3):
1. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC 3h 29m 06.3s WRC2
2. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +2m 55.4s WRC2
3. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +11m 49.3s WRC2
Notable retirements:
SS2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC Technical M*
SS2. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Stopped M
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*
SS3/4. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Technical M*
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*
SS9. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Went off the road M**
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Technical M**
M denotes Manufacturer entry
*denotes re-started on Saturday under Rally 2
**denotes expected to re-start on Sunday under Rally 2
Akhirnya setelah vakum, #FlatOutNews Rally hadir lagi di edisi yang ke-14 ini. Oke, kita langsung saja:
1. Olga Syahputra (1983-2015)
But first, marilah kita memberikan sedikit penghormatan untuk Olga Syahputra, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 2015 kemarin, setelah bertarung selama setahun melawan radang selaput otak, penyakit yang juga mirip yang dialami mendiang Richard Burns, juara dunia WRC 2001.
Kamu akan dimaafkan jika kamu mengira Olga tidak ada hubungannya dengan rally, tapi ada kok. Olga pernah menikmati sedikit pengalaman di dalam mobil reli ketika jadi bintang tamu di KFC Junior Rally Championship di bulan November 2009 (Aku gak tahu dimana lokasinya). Dia "bertandem" dengan Sean Gelael di dalam mobil Subaru Impreza R4.
Credit to: kapanlagi.com
Rest In Peace. 2. WTF (What The Finland)??
Tahun ini Rally Finlandia semakin menantang saja, tapi hal yang satu ini benar-benar edan. Gimana bisa gak edan, organizer-nya baru saja merilis rute untuk event tahun ini, dimana Hari pertama akan dibuat seperti marathon..!
Maksudnya, para pembalap akan menjalani hari pertama dengan menaklukkan lebih dari 157km NON STOP, TANPA SERVIS. Itu sama saja dengan menjalani separuh rally tanpa pitstop.
Selain itu, SS Ouninphoja yang dikenal dengan jalanannya yang mengalir dan cepat kembali ke format lama setelah tahun lalu hanya setengahnya saja, dan SS Ruuhimaki menjadi SS shakedown.
Asisten Clerk of the Course, Kari Nuutinen (saya sempat kira namanya Kari Nutella!)mengatakan "Feedback dari kompetitor bahwa rute tahun lalu adalah yang terbaik sejauh ini, jadi target kami adalah membuatnya jadi lebih baik dengan perubahan seminim mungkin."
Persiapkan diri kalian, gentlemen..!
3. Tidemand ke Skoda
Masih ada yang ingat Pontus Tidemand? Ya, pembalap Swedia yang mampu memenangi Super SS di Rally Swedia bulan lalu dengan mobil spek WRC-2 ini baru saja menandatangani kontrak dengan Skoda untuk tampil di Asia Pacific Rally Championship.
Coming soon: Fabia R5
"Saya tidak sabar dengan ini. Senang bisa bergabung dengan Skoda, salah satu pabrikan terbaik di rally." Tutur Juara dunia Junior WRC 2013 ini. Dia dan navigator Emil Axelsson akan mendampingi juara bertahan Jan
Kopecky, dan akan memulai perjalanannya dengan Skoda Fabia S2000 di
Rally of Whangarei di Selandia Baru, 17-19 April mendatang, dengan mobil baru Fabia R5 akan digunakan di akhir tahun
Belum jelas apakah dia juga akan membawa panji Skoda di ERC dan WRC, atau tetap bersama M-Sport dengan Ford Fiesta, begitu juga dengan statusnya sebagai pembalap part-time di tim EKS Audi di World RX.
4. Dari Argentina untuk Rakyat
Rally Argentina akan memberikan dukungan moral kepada rakyat Cordoba,yang mengalami musibah banjir bulan lalu yang memakan setidaknya 7 korban jiwa dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah Cordoba adalah daerah dimana Rally Argentina akan digelar tanggal 23-26 April mendatang.
Dilaporkan bahwa sepertiga dari rute event tersebut mengalami kerusakan dan pemerintah setempat bekerja keras untuk memperbaikinya. Mereka tidak akan merubah rutenya. Itu berarti lintasannya jadi berbeda dan memberikan tantangan tambahan kepada pembalap.
"Kami ingin mendukung penduduk Cordoba yang mengalami musibah ini. Rally Argentina sangat populer bagi keluarga-keluarga yang tinggal di sana dan kami percaya rutenya tidak akan berubah karena membalap melewati daerah itu akan menyemangatkan publik untuk membangun kembali kehidupan mereka." Kata koordinator umum David Eli.
Vamos Argentina..!
5. Toyota ketambahan anggota
Sepertinya Toyota tidak akan main-main dalam mempersiapkan comeback mereka di WRC tahun 2017 nanti. Baru-baru ini mereka merekrut pembalap muda Finlandia, Teemu Suninen untuk program pengembangan pembalap muda mereka. Suninen akan bertandem dengan pembalap Prancis, Eric Camilli, yang kebetulan merupakan rekan setimnya di Oreca Racing, yang berkompetisi di WRC-2.
Yaris siap untuk WRC 2017
Sunninen sendiri masih orang baru di rallying, setelah sebelumnya balapan di karting sampai tahun 2013, tapi langsung mencuri perhatian ketika dia, dengan navigator Juha-Pekka Jauhiainen memenangi Rally Finlandia yang tersohor di kategori WRC-3, padahal itu adalah kali pertama dia mengikuti rallying level antar-negara..!
Good Luck..!
6. Al-Qassimi ready for action & masih banyak lagi
Ya, Al-Qassimi merupakan satu dari 14 pembalap kelas WRC yang akan beraksi di Rally Argentina akhir April ini. Dia akan berdampingan dengan navigator kawakan Inggris, Chris Patterson dalam mengendarai Citroen DS3. Hanya saja, dia tidak dapat mencetak poin untuk Citroen karena duo Kris Meeke dan Mads Ostberg.
Ini merupakan penampilan pertamanya di negeri Tango tersebut. Selain itu turut hadir di kategori WRC-2 adalah para pemimpin klasemen Jari Ketomaa, Nicholas Fuchs dan Yuriy Protasov. Masih ada lagi Stephane Lefebvre tapi dia tidak menominasikan Argentina untuk mencetak poin.
David Nalbandian akan beraksi di gravel dengan mobil, bukan dengan sepatu tenis
Turut hadir pula mantan petenis nomor 3 sedunia David Nalbandian, juara PWRC Rally Argentina 2007 Federico VIllagra, dan runner-up PWRC 2012 Marcos Ligato. Ketiganya akan bertanding dibawah kejuaraan nasional Argentina.