Showing posts with label 2017. Show all posts
Showing posts with label 2017. Show all posts
Sunday, 8 May 2016
Sunday, 17 April 2016
#FlatOutNews Rally Edisi 29 SPESIAL WRC 2017 The Next World Rally Car (PART 3): Citroen C3 & Volkswagen Polo R '17
Sebelumnya saya sudah menulis artikel-artikel sebelumnya tentang regulasi baru WRC musim 2017:
Let's Go..!
Di akhir musim 2015 silam Citroen memutuskan untuk sabbatical selama setahun di WRC, demi mengembangkan mobil baru untuk musim 2017 mendatang dimana regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai diterapkan. Di tahun ini Citroen DS3 WRC tetap hadir dengan bantuan tim PH-Sport, dengan memakai nama 'Abu Dhabi Total WRT'.
Pembalap No.1 Citroen Kris Meeke menjadi team leader, dengan Stephane Lefebvre, Craig Breen dan Khalid Al-Qassimi mendapatkan jatahnya masing-masing di mobil No. 2.
Beberapa hari sebelumnya Citroen secara non-formal memperkenalkan mobil barunya yang bernama C3 WRC di sebuah sesi tes, dengan Kris Meeke sebagai pembalap uji coba. Lokasi tes tersebut dirahasiakan, meskipun saya dapat memperkirakan bahwa tempat tersebut berada di pulau Sardinia, Italia atau di Polandia.
Lupakan lokasinya, kita berbicara tentang mobilnya. Kenapa C3??
Di tahun 2010 Citroen meluncurkan brand DS sebagai varian premium di line-up mereka, dengan DS3 sebagai mobil pertama yang berada di bawah naungan merek tersebut. Beberapa bulan kemudian Citroen Racing mengkonfirmasi bahwa DS3 akan berkompetisi di WRC mulai musim 2011.
Singkat cerita, DS3 WRC sukses memenangkan 2 gelar pabrikan berturut-turut di tahun 2011-12, dan pembalap mereka Sebastien Loeb juga berhasil merebut gelar juara di tahun tersebut.
Kembali ke brand DS, di tahun 2012 nama 'Citroen' dihilangkan dari semua mobil DS yang dijual di China. 2 tahun kemudian DS secara resmi berpisah dari Citroen, dan menjadi merek terpisah (meskipun berada di dalam naungan PSA Group).
Hal tersebut membuat DS3 tidak dapat lagi dipakai oleh Citroen di WRC, jadi mereka memilih C3 sebagai base model mobil WRC mereka untuk musim 2017 dan seterusnya.
Kembali ke C3 WRC, mobil spek #Test1 tersebut masih memakai aero kit dari DS3 WRC seperti angular fender dan rear wing, kecuali bumper depan baru, yang suda diuji coba di sesi tes sebelum Rallye Monte Carlo bulan Januari Silam. Selain itu spesifikasi mesin sudah mengikuti regulasi baru.
POLO R WRC '17 RENDER
Selain Citroen, Volkswagen juga memperkenalkan Polo R WRC yang sudah di-upgrade sesuai dengan regulasi baru, meskipun hanya berupa render.
Jika kita perhatikan, mobil tersebut akan mempunyai grill yang lebih besar dari sebelumnya, dan rear wing yang berbeda dibandingkan dengan mobil versi 2016
Let's Go..!
Di akhir musim 2015 silam Citroen memutuskan untuk sabbatical selama setahun di WRC, demi mengembangkan mobil baru untuk musim 2017 mendatang dimana regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai diterapkan. Di tahun ini Citroen DS3 WRC tetap hadir dengan bantuan tim PH-Sport, dengan memakai nama 'Abu Dhabi Total WRT'.
Pembalap No.1 Citroen Kris Meeke menjadi team leader, dengan Stephane Lefebvre, Craig Breen dan Khalid Al-Qassimi mendapatkan jatahnya masing-masing di mobil No. 2.
![]() |
| Sumber: Citroen Racing |
Lupakan lokasinya, kita berbicara tentang mobilnya. Kenapa C3??
Di tahun 2010 Citroen meluncurkan brand DS sebagai varian premium di line-up mereka, dengan DS3 sebagai mobil pertama yang berada di bawah naungan merek tersebut. Beberapa bulan kemudian Citroen Racing mengkonfirmasi bahwa DS3 akan berkompetisi di WRC mulai musim 2011.
Singkat cerita, DS3 WRC sukses memenangkan 2 gelar pabrikan berturut-turut di tahun 2011-12, dan pembalap mereka Sebastien Loeb juga berhasil merebut gelar juara di tahun tersebut.
![]() |
| DS3, tanpa logo Citroen. Sumber: topgear.com |
Hal tersebut membuat DS3 tidak dapat lagi dipakai oleh Citroen di WRC, jadi mereka memilih C3 sebagai base model mobil WRC mereka untuk musim 2017 dan seterusnya.
Kembali ke C3 WRC, mobil spek #Test1 tersebut masih memakai aero kit dari DS3 WRC seperti angular fender dan rear wing, kecuali bumper depan baru, yang suda diuji coba di sesi tes sebelum Rallye Monte Carlo bulan Januari Silam. Selain itu spesifikasi mesin sudah mengikuti regulasi baru.
POLO R WRC '17 RENDER
Selain Citroen, Volkswagen juga memperkenalkan Polo R WRC yang sudah di-upgrade sesuai dengan regulasi baru, meskipun hanya berupa render.
Jika kita perhatikan, mobil tersebut akan mempunyai grill yang lebih besar dari sebelumnya, dan rear wing yang berbeda dibandingkan dengan mobil versi 2016
Label:
#FlatOutNews Rally,
2016,
2017,
Al Qassimi,
Breen,
Citroen,
Lefebvre,
Loeb,
Meeke,
Volkswagen,
WRC
Saturday, 19 December 2015
#FlatOutNews Rally Edisi 23 (2016 WRC Silly Season Saga PART 7): Citroen's 2016 Plan
Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 5 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Akhirnya teka-teki mengenai masa depan Kris Meeke di WRC sudah terjawab...
Meeke, dengan co-driver Paul Nagle telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan durasi 3 tahun bersama Citroen. Itu berarti mereka akan tetap bertahan bersama pabrikan asal Prancis tersebut sampai tahun 2018.
Dan karena Citroen tidak mengikuti WRC musim depan sebagai tim pabrikan, Meeke akan mengikuti 10 dari 14 reli tahun 2016 bersama tim PH-Sport, tetap dengan DS3 WRC sembari membantu pengembangan mobil baru untuk musim 2017 (Kemungkinan besar C3).
Sebelumnya masa depannya sempat dipertanyakan setelah performa buruknya di pertengahan musim ini. Tapi penampilannya membaik di paruh akhir musim dan membuat Citroen, dan juga Toyota ngebet untuk mendapatkan tanda tangannya.
Sementara itu, tim PH-Sport akan berkompetisi di WRC musim depan dengan nama Abu Dhabi Total World Rally Team. Meeke akan ditemani oleh Stephane Lefebvre dan rekrutan baru (tapi lama), pembalap Republik Irlandia Craig Breen.
Rencananya, Meeke dan Lefebvre akan bertanding di seri pembuka di Monte Carlo, dan kemudian Meeke akan ditemani oleh Breen dan Khalid Al-Qassimi (yang membawa sponsor Abu Dhabi) di Swedia sebulan kemudian.
Hanya saja, Lefebvre akan berkompetisi musim depan tanpa co-driver gaek asal Belgia Stephane Prevot karena masalah ekonomi. Prevot juga mengatakan bahwa dirinya dengan Lefebvre kehilangan beberapa sponsor seperti Red Bull. Posisinya akan digantikan oleh Gabin Moreau.
Sedangkan Breen, meskipun dia akan membalap bersama Citroen untuk pertama kalinya, bukanlah orang asing di mata pabrikan asal Prancis tersebut. Itu karena dia membalap untuk Peugeot di WRC-2 dan ERC musim ini.
Good luck lads..!
- Part 1 (Rumor tentang Citroen dan kesiapan Hyundai di WRC-2)
- Part 2 (Citroen RESMI mengundurkan diri...sementara)
- Part 3 (Ott Tanak pindah tim)
- Part 4 (2 Pembalap baru untuk M-Sport)
- Part 5 (Mads Ostberg resmi pisah dengan co-driver-nya)
- Part 6 (Co-driver baru untuk duo M-Sport & Mikkelsen)
Akhirnya teka-teki mengenai masa depan Kris Meeke di WRC sudah terjawab...
Meeke, dengan co-driver Paul Nagle telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan durasi 3 tahun bersama Citroen. Itu berarti mereka akan tetap bertahan bersama pabrikan asal Prancis tersebut sampai tahun 2018.
Dan karena Citroen tidak mengikuti WRC musim depan sebagai tim pabrikan, Meeke akan mengikuti 10 dari 14 reli tahun 2016 bersama tim PH-Sport, tetap dengan DS3 WRC sembari membantu pengembangan mobil baru untuk musim 2017 (Kemungkinan besar C3).
Sebelumnya masa depannya sempat dipertanyakan setelah performa buruknya di pertengahan musim ini. Tapi penampilannya membaik di paruh akhir musim dan membuat Citroen, dan juga Toyota ngebet untuk mendapatkan tanda tangannya.
Sementara itu, tim PH-Sport akan berkompetisi di WRC musim depan dengan nama Abu Dhabi Total World Rally Team. Meeke akan ditemani oleh Stephane Lefebvre dan rekrutan baru (tapi lama), pembalap Republik Irlandia Craig Breen.
Rencananya, Meeke dan Lefebvre akan bertanding di seri pembuka di Monte Carlo, dan kemudian Meeke akan ditemani oleh Breen dan Khalid Al-Qassimi (yang membawa sponsor Abu Dhabi) di Swedia sebulan kemudian.
![]() |
| Lefebvre pisah dengan Red Bull? |
Sedangkan Breen, meskipun dia akan membalap bersama Citroen untuk pertama kalinya, bukanlah orang asing di mata pabrikan asal Prancis tersebut. Itu karena dia membalap untuk Peugeot di WRC-2 dan ERC musim ini.
Good luck lads..!
Label:
#FlatOutNews Rally,
2015,
2016,
2017,
Al Qassimi,
Breen,
Citroen,
Lefebvre,
Meeke,
PH-Sport
Sunday, 13 December 2015
#FlatOutNews Rallycross Edisi 3 (2016 World RX Silly Season Saga PART 1)
Sekarang tahun 2015 sudah mencapai puncaknya di bulan Desember, yang berarti bursa pembalap & tim FIA World Rallycross Championship sudah dimulai!
Volkswagen Berduet. Strategi atau Menahan Malu?
Silly Season World RX musim 2016 dimulai dengan keputusan yang cukup mengejutkan dari Volkswagen, yang memutuskan untuk menduetkan tim Marklund Motorsport dan VW Team Sweden, untuk membentuk tim Volkswagen RX Sweden.
Menurut bos VW Motorsport Jost Capito, merger tersebut dilakukan untuk menguatkan posisi VW di kancah rallycross. Meskipun saya tidak terlau yakin, mengingat prestasi VW Team Sweden lebih baik dari Marklund Motorsport musim ini.
Btw, tim Marklund Motorsport dimiliki oleh Jan Marklund, sementara itu Tommy Kristoffersson adalah bos VW Team Sweden. Jadi sudah bis dibayangkan siapa saja yang akan membalap untuk tim ini musim depan...
Ya, Anton Marklund (kiri jongkok) dan Johan Kristoffersson (kanan jongkok).
Kristoffersson akan diplot sebagai team leader, sementara itu Marklund kembali ke VW, dan juga kepada tim milik sang ayah setelah menghabiskan 1 tahun bersama EKS Audi, yang dimiliki oleh Mattias Ekstrom.
Itu berarti 1 kursi di EKS lowong. Dan Itu juga berarti Topi Heikkinen harus lengser dari VW. Kebetulan dia disponsori oleh Red Bull, yang juga menjadi partner tim EKS. Akankah dia bertandem dengan Ekstrom musim depan?
From Germany with RX
Akhirnya Jerman akan mempunyai wakil di kejuaraan Euro RX, dimana Andreas Steffen akan bertanding di kelas Supercar dengan Ford Fiesta ST.
Kelihatannya mirip dengan Fiesta ST yang diracik oleh OlsbergsMSE, tapi sebenarnya mobil ini dibuat oleh Jos Kuypers. Selain di Euro RX, Steffen juga akan tampil di 2 ronde World RX di Jerman (Hockenheim & Estering).
New Rule for Euro RX
Untuk Euro RX, mereka akan menyelenggarakan babak Heat secara terpisah dari kelas World RX. Sebelumnya, di tahun ini World RX & Euro RX bertanding sama-sama di babak Heat, sebelum menjalani babak Semifinal & Final secara terpisah.
Perubahan tersebut dapat membuat fans lebih jelas dalam melihat progress kedua kejuaraan tersebut dalam suatu balapan.
Ramona says goodbye (for a while)
Pembalap asal Swedia Ramona Karlsson, yang bisa dibilang sebagai 'wanita tercantik di dunia rallycross' saat ini memutuskan sabbatical, alias cuti dari Euro RX musim 2016 setelah dia mengumumkan hal ini:
Tidak peduli laki-laki atau perempuan, Ramona mengharapkan anaknya kelak dapat menjadi penerusnya di dunia balap reli dan rallycross.
Grattis Ramona..!
Congrats!
Volkswagen Berduet. Strategi atau Menahan Malu?
Silly Season World RX musim 2016 dimulai dengan keputusan yang cukup mengejutkan dari Volkswagen, yang memutuskan untuk menduetkan tim Marklund Motorsport dan VW Team Sweden, untuk membentuk tim Volkswagen RX Sweden.
Menurut bos VW Motorsport Jost Capito, merger tersebut dilakukan untuk menguatkan posisi VW di kancah rallycross. Meskipun saya tidak terlau yakin, mengingat prestasi VW Team Sweden lebih baik dari Marklund Motorsport musim ini.
Btw, tim Marklund Motorsport dimiliki oleh Jan Marklund, sementara itu Tommy Kristoffersson adalah bos VW Team Sweden. Jadi sudah bis dibayangkan siapa saja yang akan membalap untuk tim ini musim depan...
Ya, Anton Marklund (kiri jongkok) dan Johan Kristoffersson (kanan jongkok).
Kristoffersson akan diplot sebagai team leader, sementara itu Marklund kembali ke VW, dan juga kepada tim milik sang ayah setelah menghabiskan 1 tahun bersama EKS Audi, yang dimiliki oleh Mattias Ekstrom.
Itu berarti 1 kursi di EKS lowong. Dan Itu juga berarti Topi Heikkinen harus lengser dari VW. Kebetulan dia disponsori oleh Red Bull, yang juga menjadi partner tim EKS. Akankah dia bertandem dengan Ekstrom musim depan?
From Germany with RX
Akhirnya Jerman akan mempunyai wakil di kejuaraan Euro RX, dimana Andreas Steffen akan bertanding di kelas Supercar dengan Ford Fiesta ST.
Kelihatannya mirip dengan Fiesta ST yang diracik oleh OlsbergsMSE, tapi sebenarnya mobil ini dibuat oleh Jos Kuypers. Selain di Euro RX, Steffen juga akan tampil di 2 ronde World RX di Jerman (Hockenheim & Estering).
New Rule for Euro RX
Untuk Euro RX, mereka akan menyelenggarakan babak Heat secara terpisah dari kelas World RX. Sebelumnya, di tahun ini World RX & Euro RX bertanding sama-sama di babak Heat, sebelum menjalani babak Semifinal & Final secara terpisah.
Perubahan tersebut dapat membuat fans lebih jelas dalam melihat progress kedua kejuaraan tersebut dalam suatu balapan.
Ramona says goodbye (for a while)
Pembalap asal Swedia Ramona Karlsson, yang bisa dibilang sebagai 'wanita tercantik di dunia rallycross' saat ini memutuskan sabbatical, alias cuti dari Euro RX musim 2016 setelah dia mengumumkan hal ini:
Congratulations to @Ramona_RX who has just announced her pregnancy - all at #TeamRX wish you well! pic.twitter.com/N9mXyAJP8X
— FIA World Rallycross (@FIAWorldRX) December 11, 2015
Yep, she's pregnant. Dia mengatakan bahwa inilah yang membuat performanya menurun di musim 2015. Ramona juga menyatakan bahwa kalau semuanya lancar, dia dengan sang pacar Glenn Matning akan menjadi orang tua di bulan Mei mendatang.Tidak peduli laki-laki atau perempuan, Ramona mengharapkan anaknya kelak dapat menjadi penerusnya di dunia balap reli dan rallycross.
Grattis Ramona..!
Congrats!
Label:
#FlatOutNews Rallycross,
2015,
2016,
2017,
EKSRX,
Ekstrom,
Euro RX,
Ford,
Heikkinen,
Karlsson,
Kristoffersson,
Marklund,
Marklund Motorsport,
Steffen,
Volkswagen,
Volkswagen Sweden,
World RX
Sunday, 27 September 2015
#FirstLove: ALL-NEW Hyundai i20 WRC
Ya memang sedikit terlambat, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali...
Di Frankfurt Motor Show 2015, yang berlangsung sejak tanggal 17 September sampai hari ini, Hyundai baru saja memamerkan mobil baru mereka, yaitu i20 WRC generasi kedua kepada masyarakat.
Jelas, mobil ini sangat berbeda dibandingkan dengan i20 generasi pertama. Tapi apa saja perbedaannya? Ini dia:
Perbedaan terbesarnya adalah i20 WRC baru kini mempunyai 5 pintu, karena Hyundai kini tidak menjual i20 baru berbasis 3 pintu. Selain itu, wheelbase di mobil baru lebih panjang 1.6 inch, atau 4.5 cm dari mobil lama.
Meskipun secara keseluruhan i20 baru terlihat lebih bongsor dari pendahulunya, ternyata panjang mobil baru ini lebih pendek 10 mm dari mobil lama.
Sasis baru ini diyakini mempunyai distribusi bobot lebih siip, karena mereka lebih leluasa dalam penempatan pemberat untuk menyentuh bobot minimun 1200 kg.
Ini dia data perbandingannya:
Perhitungan ini diambil dari perbandingan antara 2 mobil i20 (baru & lama) produksi umum.
Soal aerodinamika, tidak ada perbedaan besar antara kedua mobil tersebut. Sepertinya Hyundai memilih untuk mencoba bodywork baru, yang kompatibel dengan regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai tahun 2017 di tahun depan.
Bicara soal mesin, belum ada informasi yang bocor apakah Hyundai akan memakai mesin baru, atau memilih untuk mencangkok mesin lama dan dipasang di mobil baru, dan kemudian menyimpan tenaga untuk mengembangkan mesin yang betul-betul baru untuk musim 2017.
Yang pasti, Hyundai tetap bekerja sama dengan engine tuner asal Prancis, Pipo Moteurs untuk mengembangkan mesin tersebut. Selain Hyundai, Pipo juga mengembangkan mesin Ecoboost 1.6L yang ditanam di Ford Fiesta WRC bersama M-Sport.
Selain harus mengembangkan mobil WRC yang siap untuk tahun 2016 dan 2017, Hyundai juga mendapatkan mandat untuk mengembangkan, dan menjual i20 dengan spesifikasi R5, yang rencananya akan siap terjun ke lintasan di pertengahan musim depan. Hyundai akan bergabung bersama Ford (M-Sport), Skoda, Peugeot dan Citroen sebagai pabrikan yang menyediakan mobil spek R5.
Ini dia foto-foto Hyundai i20 WRC baru (sumber: autoblog.com):
Di Frankfurt Motor Show 2015, yang berlangsung sejak tanggal 17 September sampai hari ini, Hyundai baru saja memamerkan mobil baru mereka, yaitu i20 WRC generasi kedua kepada masyarakat.
Jelas, mobil ini sangat berbeda dibandingkan dengan i20 generasi pertama. Tapi apa saja perbedaannya? Ini dia:
Perbedaan terbesarnya adalah i20 WRC baru kini mempunyai 5 pintu, karena Hyundai kini tidak menjual i20 baru berbasis 3 pintu. Selain itu, wheelbase di mobil baru lebih panjang 1.6 inch, atau 4.5 cm dari mobil lama.
Meskipun secara keseluruhan i20 baru terlihat lebih bongsor dari pendahulunya, ternyata panjang mobil baru ini lebih pendek 10 mm dari mobil lama.
Sasis baru ini diyakini mempunyai distribusi bobot lebih siip, karena mereka lebih leluasa dalam penempatan pemberat untuk menyentuh bobot minimun 1200 kg.
Ini dia data perbandingannya:
All-new
Hyundai i20 WRC
|
Old
Hyundai i20 WRC
|
|
Wheelbase
|
2.570
mm (101 in)
|
2.525 mm (99.4 in)
|
Panjang
|
3.985 mm (156.9 in)
|
3.995
mm (157.3 in)
|
Lebar
|
1.734
mm (68.3 in)
|
1.710 mm (67.3 in)
|
Tinggi
|
1.505
mm (59.3 in)
|
1.490 mm (58.7 in)
|
Soal aerodinamika, tidak ada perbedaan besar antara kedua mobil tersebut. Sepertinya Hyundai memilih untuk mencoba bodywork baru, yang kompatibel dengan regulasi World Rally Car generasi ketiga mulai tahun 2017 di tahun depan.
![]() |
| Ini adegan darurat, jangan ditiru ke mobil anda |
Yang pasti, Hyundai tetap bekerja sama dengan engine tuner asal Prancis, Pipo Moteurs untuk mengembangkan mesin tersebut. Selain Hyundai, Pipo juga mengembangkan mesin Ecoboost 1.6L yang ditanam di Ford Fiesta WRC bersama M-Sport.
Selain harus mengembangkan mobil WRC yang siap untuk tahun 2016 dan 2017, Hyundai juga mendapatkan mandat untuk mengembangkan, dan menjual i20 dengan spesifikasi R5, yang rencananya akan siap terjun ke lintasan di pertengahan musim depan. Hyundai akan bergabung bersama Ford (M-Sport), Skoda, Peugeot dan Citroen sebagai pabrikan yang menyediakan mobil spek R5.
Ini dia foto-foto Hyundai i20 WRC baru (sumber: autoblog.com):
Thursday, 3 September 2015
#FlatOutNews Rally Edisi 17 SPESIAL WRC 2017 The Next World Rally Car (PART 2): First Test
Apakah kamu sudah membaca Part 1 tentang rancangan regulasi World Rally Car generasi ketiga?
Kalau belum, silahkan baca terlebih dahulu.
Kalau sudah, let's go...
Beberapa minggu yang lalu tim Volkswagen baru saja melakukan tes di Finlandia, dan itu bukanlah sesi tesseperti biasanya, karena mereka membawa mobil spek 2017 (lebih tepatnya mobil 2015 yang dimodifikasi) untuk pertama kalinya ke lintasan, dengan juara dunia 2 kali Marcus Gronholm sebagai jokinya.
Sounds tasty, isn't it?
Dan ini dia foto-foto perbandingan antara VW Polo R 2015 dan 2017 prototype (Credits to RALLY CHE PASSIONE).
Di mobil spek-2017,kita bisa lihat bumper lip yang lumayan besar di bagian depan mobil, seperti yang biasa kita lihat di mobil balap touring khususnya DTM. Selain itu, bodywork yang barada di sekitar wheel arch juga lebih besar untuk mendapatkan keuntungan aerodinamika.
Mobil spek-2017 lebih lebar dari sebelumnya.
Selain itu, sepertinya mobil baru ini lebih cepat, dan lebih gahar...
Belum ada informasi lainnya tentang sesi tes ini, tapi yang pasti beberapa fans, termasuk saya sendiri, menyukai regulasi baru ini (kecuali tampangnya).
And i'll keep it updated.
Kalau belum, silahkan baca terlebih dahulu.
Kalau sudah, let's go...
Beberapa minggu yang lalu tim Volkswagen baru saja melakukan tes di Finlandia, dan itu bukanlah sesi tesseperti biasanya, karena mereka membawa mobil spek 2017 (lebih tepatnya mobil 2015 yang dimodifikasi) untuk pertama kalinya ke lintasan, dengan juara dunia 2 kali Marcus Gronholm sebagai jokinya.
Sounds tasty, isn't it?
Dan ini dia foto-foto perbandingan antara VW Polo R 2015 dan 2017 prototype (Credits to RALLY CHE PASSIONE).
Di mobil spek-2017,kita bisa lihat bumper lip yang lumayan besar di bagian depan mobil, seperti yang biasa kita lihat di mobil balap touring khususnya DTM. Selain itu, bodywork yang barada di sekitar wheel arch juga lebih besar untuk mendapatkan keuntungan aerodinamika.
Mobil spek-2017 lebih lebar dari sebelumnya.
Selain itu, sepertinya mobil baru ini lebih cepat, dan lebih gahar...
Belum ada informasi lainnya tentang sesi tes ini, tapi yang pasti beberapa fans, termasuk saya sendiri, menyukai regulasi baru ini (kecuali tampangnya).
And i'll keep it updated.
Label:
#FlatOutNews Rally,
2015,
2017,
WRC
Sunday, 12 July 2015
#FlatOutNews Edisi 15 SPESIAL WRC 2017 The Next World Rally Car (PART 1): Kembali ke Gen1?
Sebenarnya saya akhir-akhir ini agak malas untuk menulis apapun dan lebih suka menghabiskan waktu untuk hal-hal lain seperti gaming, nge-stalking gebetan (ups!), de el el...
Tapi setelah saya menelusuri dunia maya a.k.a internet, saya tiba-tiba punya satu bahan menarik untuk dibahas. Ini dia:
Sementara para pembalap dan kru tim beristirahat dan juga melakukan berbagai tes untuk reli-reli selanjutnya, di Mexico City FIA baru saja menggelar World Motor Sport Council, dan membahas masa depan semua kejuaraan yang dikelola FIA, tak terkecuali WRC.
Khusus WRC, mereka telah membahas soal perubahan regulasi besar-besaran di tahun 2017 mendatang, yang berarti Generasi ketiga World Rally Car akan muncul di tahun tersebut. Dan ini dia hasilnya, yang cukup membuat saya kaget:
1. Power naik ke 380hp!
Ya, benar. 380 tenaga kuda. Belum pernah hal seperti ini terjadi bahkan di World Rally Car generasi pertama (seperti Subaru Impreza, Ford Focus, Citroen Xsara/C4, dll.), dan semua mobil WRC (sekarang generasi kedua) mempunyai power output maksimal 300hp (anehnya, Volkswagen bisa sampai 318!). Tapi kenapa ini bisa terjadi? Itu karena Turbo Restrictor naik dari 34mm ke 36mm untuk pertama kalinya sejak tahun 1994, sedangkan tekanan maksimal turbo masih stuck di 2.5 bar. Masih kurang? OKE, berat total mobil akan berkurang 25 kg. Jadi dalam waktu 2 tahun kita akan melihat mobil mobil seperti ini melaju di tikungan lebih cepat dari biasanya.
Selain itu differential/gardan tengah elektronik akan kembali hadir. Selama ini hanya gardan depan dan belakang yang diperbolehkan, dan itupun bersistem mekanis.
Yang membuat saya lebih tercengang adalah tampilan render mobil WRC Gen3 di tahun 2017 mendatang. Check this out!
Lihatlah! Kita baru saja kedatangan pabrikan baru: Hot Wheels..!
Just kidding. Jadi apa saja yang berubah?
- Lebar mobil bertambah 55mm. Jadi sebelumnya lebar mobil adalah 1820mm, nantinya lebarnya menjadi 1875mm.
- Kita akan melihat lebih banyak perangkat aerodinamika di mobil WRC Gen3, terutama di bagian depan. Itu juga berarti tim dan pabrikan akan lebih banyak berada di terowongan angin.
- Sayap belakang/spoiler akan berukuran lebih besar. Tidak dijelaskan secara spesifik perubahannya.
- Panjang mobil 4m kembali. Err, lebih tepatnya 3.9m. Dan itu panjang dari mobil yang dihomologasi jadi bisa dibilang sedikit memberatkan mobil-mobil small hatchback seperti Citroen DS3 atau Hyundai i20. Dulu calon mobil-mobil hebat kelas WRC seperti Seat Ibiza dan Suzuki Swift hanya bisa bermimpi berada di WRC karena aturan panjang mobil tersebut, dan mereka justru membalap dengan mobil Seat Cordoba dan Suzuki SX4 yang gagal total, dan mereka tidak bertahan lama di WRC.
Mungkin mobil seperti ini bisa jadi lebih baik.
Kesimpulannya?
Jujur saja, wacana regulasi ini ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya adalah power meningkat dan handling juga bertambah dan meningkatkan atraksi yang berujung pada meningkatnya jumlah penonton. Sisi negatifnya adalah biaya. Sebagai info, rata-rata harga 1 mobil spek WRC adalah $500.000 atau sekitaran 6.5 miliar Rupiah, dan perkiraan harga itu sudah termasuk dengan beberapa teknologi yang ada musim ini seperti paddle shift, penyempurnaan software, de el el...
Ditambah lagi dengan pengurangan bobot yang mencapai 25 kg dengan tambahan gardan tengah elektronik membuat tim dan pabrikan pusing dalam menentukan distribusi bobot dan pengurangan berat komponen mobil. Biaya riset aerodinamika juga bisa membuat bendahara tim stress.
Overall, WRC berada di situasi yang sama dengan F1, yaitu kembali ke era dimana power berperan penting, dan juga berjuang untuk meningkatkan jumlah fans. Bagaimanapun, semoga wacana ini sukses.
N.B: Sebenarnya saya mau mereka ambil regulasi R5 sebagai basis WRC Gen3...
Label:
#FlatOutNews Rally,
2015,
2017,
WRC
Thursday, 5 February 2015
#FlatOutNews Rally Special: "CLBK" WRC dan Toyota
Halo...!
Sebelumnya saya mohon maaf #FlatOutNews Minggu ini sedikit terlambat karena saya sedang mengikuti kepelatihan di kampus saya...
btw minggu ini pikiranku lebih terfokus pada satu nama: TOYOTA. Kenapa? Saya akan menjelaskannya:
1. Toyota Road to WRC 2017
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, akhirnya Toyota RESMI kembali ke WRC mulai musim 2017, menggunakan Yaris WRC (please, jangan samakan Yaris yang ada di Eropa dengan yang berkeliaran di Indonesia). Itu berarti Toyota menjadi pabrikan Jepang pertama yang terjun di WRC sejak Subaru mengundurkan diri di tahun 2008.
Sebelumnya mereka sudah mengetes Yaris WRC di sejumlah tempat, terutama di Jerman dan Italia dengan mantan pembalap WRC dan F1 Stephane Sarrazin (yang juga merupakan pembalap Toyota di World Endurance Championship), dan sepupu Marcus Gronholm, Sebastian Lindholm.
"Banyak fans bertanya-tanya kapan kami kembali. Masih banyak orang yang bicarakan sejarah Toyota di WRC, dan saya terkejut banyak orang yang mengingat kami, yang terakhir kali tampil di 1999. Saya tidak memikirkan comeback, tetapi sebuah start. Kami haris memulai lagi dari awal dan mempersiapkan mobil dan tim secara seksama" Kata Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation.
Mereka juga udah merekrut pembalap Prancis, Eric Camilli, untuk masuk ke tim junior Toyota.
Toyota sendiri sudah berkecimpung di dunia Rally sejak 1973 lewat tim Andersson Motorsport, dan 2 tahun kemudian memenangi Rally 1000 Danau (sekarang Rally Finlandia) lewat Hannu Mikkola dengan mobil Corolla Levin. Tim Andersson Motorsport kemudian berubah menjadi Toyota Team Europe (TTE).
Toyota sempat mengembangkan mobil 222D untuk Group S, sebelum Group S bersama Group B dilarang. Tapi baru di tahun 1988 mereka meluncurkan Celica GT-4, dan kesuksesan pun datang, dimulai dengan Carlos Sainz Sr. menjadi juara dunia di 1990 dan '92, diikuti oleh Juha Kankkunen di '93, dan Didier Auriol di '94, sedangkan TTE sendiri merengkuh gelar pabrikan di 1993-94, dan di saat bersamaan Toyota mengakuisisi TTE dan merubah namanya menjadi Toyota Motorsport Gmbh, meskipun di WRC nama TTE tetap dipakai.
Setelah tahun-tahun kemenangan, tahun 1995 mereka dicekal karena ilegalitas turbo, dan baru kembali di tahun 1997 dengan Corolla WRC, yang kemudian tampil semusim penuh di 1998, dengan Auriol dan Carlos Sainz. Sainz hampir saja meraih gelar ketiganya kalo saja mesinnya tidak mogok 300 meter sebelum garis finish di stage terakhir di Rally terakhir di Rally Britania Raya. Di kesempatan yang sama pula Toyota kehilangan kesempatan merebut gelar pabrikan, yang akhirnya jatuh ke tangan Mitsubishi.
Bagaimanapun, mereka mampu meraihnya di tahun 1999, tahun terakhir mereka di WRC.
Welcome Back, Toyota..!
2. Perubahan di Portugal, Polandia, Jerman
Yang pertama ada di Portugal. Seiring kembalinya Rally Portugal ke asalnya, Matosinhos, SS Fafe kembali ke WRC sejak 2001. Dikenal dengan area jump yang spektakuler, dan banyaknya penonton yang hadir membuat ini menjadi daya tarik tersendiri di Rally Portugal, yang akan menjalankan 2 SS di Fafe, salah satunya termasuk power stage, yang akan disiarkan secara live.
Selanjutnya di Polandia, dimana 90% rutenya akan berubah dibandingkan dengan musim lalu, terdiri dari 19 SS, dengan total distancenya adalah 1228 km, termasuk SS terpanjang sepanjang sejarah Rally Polandia sejauh 42 km. Selain itu juga event tahun ini akan 100% berada di Polandia, setelah tahun lalu sebagian rutenya berada di Lithuania. Meskipun demikian, pusat eventnya tetap di Mikolajki. Gimana, Robert?
Bukan hanya Portugal dan Polandia, Jerman juga mengalami perubahan.Ya, basisnya masih di Tier, tapi rutenya dibolak-balik, dan SS baru di Spangdahlem.
3. Hyundai Mobis WRT
Yep, lagi-lagi dari the boyband racer, Hyundai. Kali ini soal pembalap tes mereka, Kevin Abbring yang dikonfirmasi akan tampil di 4 event musim ini, menemani Hayden Paddon yang berpatisipasi di 12 rally musim ini.
Untuk mengakomodasikan kedua pembalap muda ini, Hyundai memutuskan untuk merubah nama tim B mereka, Hyundai Motorsport N menjadi Hyundai Mobis WRT. Sedangkan nama Tim A mereka tetap bernama Hyundai Shell WRT. Perbedaannya adalah Hyundai Mobis yang menjadi sponsor utama di tim B, meskipun Shell tetap men-support mereka.
Oke, oke....i20 versi barunya mana??
4. Corsica kembali??
Sebelumnya saya ceritakan dulu sejarah Tour de Corse ini. Tour de Corse, atau biasanya disingkat Corsica, adalah sebuah event rally yang pertama kali digelar di tahun 1956. Rally yang dijuluki sebagai "Rally Sepuluh Ribu Tikungan" ini menjadi bagian dari WRC sejak 1973 sampai 2008, dan setelah itu dipindahkan ke Alsace.
Tapi setelah Rallye de France tahun lalu, muncul kekhawatiran kalau Alsace tidak bisa menggelar rally lagi musim ini, dan penyebabnya adalah masalah Finansial. Kenapa? Simpel saja, Strasbourg, yang merupakan markas rally ini berdekatan dengan tempat kelahiran Sebastien Loeb, dan begitu dia pensiun 2 tahun lalu, jumlah penonton turun drastis. Dengan begitu, Corsica, yang lebih familiar soal rally pun langsung berpeluang untuk kembali masuk ke kalender WRC.
Apa yang pihak organizer harus lakukan adalah negosiasi dengan Eurosport selaku promotor European Rally Championship, dimana Corsica sekarang ada di kalender ERC. Semoga saja..!
Sebelumnya saya mohon maaf #FlatOutNews Minggu ini sedikit terlambat karena saya sedang mengikuti kepelatihan di kampus saya...
btw minggu ini pikiranku lebih terfokus pada satu nama: TOYOTA. Kenapa? Saya akan menjelaskannya:
1. Toyota Road to WRC 2017
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, akhirnya Toyota RESMI kembali ke WRC mulai musim 2017, menggunakan Yaris WRC (please, jangan samakan Yaris yang ada di Eropa dengan yang berkeliaran di Indonesia). Itu berarti Toyota menjadi pabrikan Jepang pertama yang terjun di WRC sejak Subaru mengundurkan diri di tahun 2008.
Sebelumnya mereka sudah mengetes Yaris WRC di sejumlah tempat, terutama di Jerman dan Italia dengan mantan pembalap WRC dan F1 Stephane Sarrazin (yang juga merupakan pembalap Toyota di World Endurance Championship), dan sepupu Marcus Gronholm, Sebastian Lindholm.
"Banyak fans bertanya-tanya kapan kami kembali. Masih banyak orang yang bicarakan sejarah Toyota di WRC, dan saya terkejut banyak orang yang mengingat kami, yang terakhir kali tampil di 1999. Saya tidak memikirkan comeback, tetapi sebuah start. Kami haris memulai lagi dari awal dan mempersiapkan mobil dan tim secara seksama" Kata Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation.
Mereka juga udah merekrut pembalap Prancis, Eric Camilli, untuk masuk ke tim junior Toyota.
Toyota sendiri sudah berkecimpung di dunia Rally sejak 1973 lewat tim Andersson Motorsport, dan 2 tahun kemudian memenangi Rally 1000 Danau (sekarang Rally Finlandia) lewat Hannu Mikkola dengan mobil Corolla Levin. Tim Andersson Motorsport kemudian berubah menjadi Toyota Team Europe (TTE).
Toyota sempat mengembangkan mobil 222D untuk Group S, sebelum Group S bersama Group B dilarang. Tapi baru di tahun 1988 mereka meluncurkan Celica GT-4, dan kesuksesan pun datang, dimulai dengan Carlos Sainz Sr. menjadi juara dunia di 1990 dan '92, diikuti oleh Juha Kankkunen di '93, dan Didier Auriol di '94, sedangkan TTE sendiri merengkuh gelar pabrikan di 1993-94, dan di saat bersamaan Toyota mengakuisisi TTE dan merubah namanya menjadi Toyota Motorsport Gmbh, meskipun di WRC nama TTE tetap dipakai.
Setelah tahun-tahun kemenangan, tahun 1995 mereka dicekal karena ilegalitas turbo, dan baru kembali di tahun 1997 dengan Corolla WRC, yang kemudian tampil semusim penuh di 1998, dengan Auriol dan Carlos Sainz. Sainz hampir saja meraih gelar ketiganya kalo saja mesinnya tidak mogok 300 meter sebelum garis finish di stage terakhir di Rally terakhir di Rally Britania Raya. Di kesempatan yang sama pula Toyota kehilangan kesempatan merebut gelar pabrikan, yang akhirnya jatuh ke tangan Mitsubishi.
Bagaimanapun, mereka mampu meraihnya di tahun 1999, tahun terakhir mereka di WRC.
Welcome Back, Toyota..!
2. Perubahan di Portugal, Polandia, Jerman
Yang pertama ada di Portugal. Seiring kembalinya Rally Portugal ke asalnya, Matosinhos, SS Fafe kembali ke WRC sejak 2001. Dikenal dengan area jump yang spektakuler, dan banyaknya penonton yang hadir membuat ini menjadi daya tarik tersendiri di Rally Portugal, yang akan menjalankan 2 SS di Fafe, salah satunya termasuk power stage, yang akan disiarkan secara live.
Selanjutnya di Polandia, dimana 90% rutenya akan berubah dibandingkan dengan musim lalu, terdiri dari 19 SS, dengan total distancenya adalah 1228 km, termasuk SS terpanjang sepanjang sejarah Rally Polandia sejauh 42 km. Selain itu juga event tahun ini akan 100% berada di Polandia, setelah tahun lalu sebagian rutenya berada di Lithuania. Meskipun demikian, pusat eventnya tetap di Mikolajki. Gimana, Robert?
Bukan hanya Portugal dan Polandia, Jerman juga mengalami perubahan.Ya, basisnya masih di Tier, tapi rutenya dibolak-balik, dan SS baru di Spangdahlem.
3. Hyundai Mobis WRT
Yep, lagi-lagi dari the boyband racer, Hyundai. Kali ini soal pembalap tes mereka, Kevin Abbring yang dikonfirmasi akan tampil di 4 event musim ini, menemani Hayden Paddon yang berpatisipasi di 12 rally musim ini.
| Ini tim A... |
| ...dan tim B |
Oke, oke....i20 versi barunya mana??
4. Corsica kembali??
Sebelumnya saya ceritakan dulu sejarah Tour de Corse ini. Tour de Corse, atau biasanya disingkat Corsica, adalah sebuah event rally yang pertama kali digelar di tahun 1956. Rally yang dijuluki sebagai "Rally Sepuluh Ribu Tikungan" ini menjadi bagian dari WRC sejak 1973 sampai 2008, dan setelah itu dipindahkan ke Alsace.
Tapi setelah Rallye de France tahun lalu, muncul kekhawatiran kalau Alsace tidak bisa menggelar rally lagi musim ini, dan penyebabnya adalah masalah Finansial. Kenapa? Simpel saja, Strasbourg, yang merupakan markas rally ini berdekatan dengan tempat kelahiran Sebastien Loeb, dan begitu dia pensiun 2 tahun lalu, jumlah penonton turun drastis. Dengan begitu, Corsica, yang lebih familiar soal rally pun langsung berpeluang untuk kembali masuk ke kalender WRC.
Apa yang pihak organizer harus lakukan adalah negosiasi dengan Eurosport selaku promotor European Rally Championship, dimana Corsica sekarang ada di kalender ERC. Semoga saja..!
Label:
#FlatOutNews Rally,
2015,
2017,
Corsica,
Hyundai,
Jerman,
Polandia,
Portugal,
Prancis,
Toyota,
WRC,
Yaris
Friday, 14 November 2014
#FlatOutNews Rally Edisi 4: D-Mack, 2017, Michael Park, "Max"imun Edan
Selamat ...!
Kita kembali lagi ke #FlatOutNews, dimana kali ini ada beberapa berita menarik yang wajib hukumnya untuk disimak. Yuukk....
1. D-MACK's 50th rally
Produsen ban asal Tiongkok, D-MACK melakukan debut WRC mereka di Wales Rally GB 2011 dengan memakai jasa pembalap Estonia Ott Tanak dan menggunakan Ford Fiesta RS WRC (meskipun Martin Prokop telah lebih dulu melakukan "start awal" di Swedia di awal tahun). Dan kini mereka kembali..!
Ya, ini lebih tepatnya ajang selebrasi D-MACK yang telah menembus 50 event, dan kali ini Tanak kembali dipercayakan mengemudi (ya, lagi) Fiesta RS. Rally GB kali ini juga penting bagi rekan setim Tanak di kategori WRC-2, Jari Ketomaa yang masih bersaing memperebutkan titel kasta
kedua tersebut. Di sisi lain, D-MACK, bersama M-Sport juga menggelar ajang Drive D-MACK Fiesta Trophy mulai musim ini, dan rekan senegara Tanak, Sander Parn akan memulai debutnya di dalam mobil Fiesta kelas R5.
2. FIA akan melakukan perubahan besar-besaran di taun 2017....soal SAFETY.
Secara perlahan namun pasti, FIA sudah membuat "sketsa" perubahan regulasi besar-besaran di musim 2017 mendatang, salah satunya adalah soal keamanan pembalap. Ini sangat penting karena tidak banyak yang berubah sejak Michael Park (navigator Markko Martin) tewas setelah mobil Peugeot 307 mereka menghantam pohon di Wales Rally GB 2005.
Salah satu wacana yang ada adalah pembuatan kabin monokok untuk memperkuat perlindungan di samping, ditambah pula dengan Safety Cell (seisi kokpit pembalap) yang diperkuat. Direktur Teknis Volkswagen Francois Xavier Demaison mengatakan bahwa memang sudah ada beberapa peningkatan seperti kursi standar FIA dan busa peredam kejut di pintu, tapi dia juga memperingatkan bahwa mereka harus menguras tenaga yang banyak untuk ini.
Selain itu juga, beberapa pembalap mengemukakan wacana agar titik sabuk pengaman dipindahkan ke kursi pembalap, bukan lagi diikat di belakang mobil, seperti navigator Mikko Hirvonen, Jarmo Lehtinen jelaskan:
"Di kancah motorsport yang lain, katakanlah F1, sabuk pengamannya menempel di kursi, Itulah yang kami inginkan. Yang menjadi masalah adalah, ketika ada suatu kecelakaan kursinya bisa lepas dan pembalapnya tetap berada di kursi tersebut dan menyebabkan cedera serius. Itu perlu diubah".
Mungkin salah satu contoh yang dimaksud Lehtinen adalah insiden pembalap F1 Martin Donnelly yang cedera parah setelah mobilnya menabrak tembok dengan kecepatan 200km/jam di GP Spanyol 1990 dan dia terlempar ke trek.
Jangan khawatir. Dia masih hidup kok.
3. Julien Inggrasia meraih Michael Park Trophy
Masih soal Michael "Beef" Park, setelah kematiannya di tahun 2005 dibuatlah sebuah trofi yang dinamakan atas Park sendiri. Trofi ini diberikan kepada navigator/co-driver terbaik setiap tahun, meski kata terbaik dalam konteks ini adalah yang paling sesuai dengan karakter Park ketika dia menjadi navigator Markko Martin, dimana performa, sikap, komitmen, dan lain-lain.
Tahun ini trofi tersebut jatuh kepada Julien Inggrasia, navigator juara dunia 2 kali, Sebastien Ogier. Trofi tersebut diberikan oleh juara dunia 1981, Ari Vatanen dan Robert Reid, navigator mendiang Richard Burns, juara dunia 2001, yang juga merupakan teman baik Park. Selain Inggrasia, berikut daftar navigator yang telah marihnya:
Sebelumnya saya jelaskan dulu sedikit soal Production Cup. Di awal tahun 2000-an kejuaraan kasta kedua setelah WRC adalah Production-WRC. Mobil-mobil yang biasanya nongol di ajang ini adalah mobil spek Group N, seperti Mitsubishi Evo, Subaru Impreza, dll. tapi di tahun 2010 muncullah S2000-WRC, dan PWRC turun jadi kasta ketiga. Musim lalu kedua kejuaraan ini dilebur menjadi WRC-2. Namun, karena mengetahui performa mobil Group N (sekarang R) ternyata kalah jauh dari mobil kelas S2000, RRC, dan R5, maka dibuatlah Production Cup.
Juara di musim ini adalah pembalap asal Italia Max Rendina, dan navigator Mario Pizzuti. Pembalap berusia 40 tahun ini mengemudikan Lancer Evo X yang disiapkan oleh ralliart Italia (bisa dibilang ini adalah yang terakhir bagi Lancer, yang berhenti produksi musim depan), dan memenangi 5 dari 6 event yang dihitung musim ini. Musim 2014 baginya sebenarnya cukup kontroversial. Di Finlandia, karena dia sudah menembus maksimal 7 event yang boleh diikuti, dia mendaftar sebagai navigator Pizzuti, tapi di stage, dialah yang membalap, bukan Pizzuti. Dia juga melakukan hal yang sama di Wales Rally GB, tapi terpaksa mengundurkan diri karena Pizzuti mengalami masalah kesehatan. Rendina menempati posisi 12 overall.
Kita kembali lagi ke #FlatOutNews, dimana kali ini ada beberapa berita menarik yang wajib hukumnya untuk disimak. Yuukk....
1. D-MACK's 50th rally
Produsen ban asal Tiongkok, D-MACK melakukan debut WRC mereka di Wales Rally GB 2011 dengan memakai jasa pembalap Estonia Ott Tanak dan menggunakan Ford Fiesta RS WRC (meskipun Martin Prokop telah lebih dulu melakukan "start awal" di Swedia di awal tahun). Dan kini mereka kembali..!
Ya, ini lebih tepatnya ajang selebrasi D-MACK yang telah menembus 50 event, dan kali ini Tanak kembali dipercayakan mengemudi (ya, lagi) Fiesta RS. Rally GB kali ini juga penting bagi rekan setim Tanak di kategori WRC-2, Jari Ketomaa yang masih bersaing memperebutkan titel kasta
kedua tersebut. Di sisi lain, D-MACK, bersama M-Sport juga menggelar ajang Drive D-MACK Fiesta Trophy mulai musim ini, dan rekan senegara Tanak, Sander Parn akan memulai debutnya di dalam mobil Fiesta kelas R5.
![]() |
| There it is. |
2. FIA akan melakukan perubahan besar-besaran di taun 2017....soal SAFETY.
Secara perlahan namun pasti, FIA sudah membuat "sketsa" perubahan regulasi besar-besaran di musim 2017 mendatang, salah satunya adalah soal keamanan pembalap. Ini sangat penting karena tidak banyak yang berubah sejak Michael Park (navigator Markko Martin) tewas setelah mobil Peugeot 307 mereka menghantam pohon di Wales Rally GB 2005.
Salah satu wacana yang ada adalah pembuatan kabin monokok untuk memperkuat perlindungan di samping, ditambah pula dengan Safety Cell (seisi kokpit pembalap) yang diperkuat. Direktur Teknis Volkswagen Francois Xavier Demaison mengatakan bahwa memang sudah ada beberapa peningkatan seperti kursi standar FIA dan busa peredam kejut di pintu, tapi dia juga memperingatkan bahwa mereka harus menguras tenaga yang banyak untuk ini.
Selain itu juga, beberapa pembalap mengemukakan wacana agar titik sabuk pengaman dipindahkan ke kursi pembalap, bukan lagi diikat di belakang mobil, seperti navigator Mikko Hirvonen, Jarmo Lehtinen jelaskan:
"Di kancah motorsport yang lain, katakanlah F1, sabuk pengamannya menempel di kursi, Itulah yang kami inginkan. Yang menjadi masalah adalah, ketika ada suatu kecelakaan kursinya bisa lepas dan pembalapnya tetap berada di kursi tersebut dan menyebabkan cedera serius. Itu perlu diubah".
Mungkin salah satu contoh yang dimaksud Lehtinen adalah insiden pembalap F1 Martin Donnelly yang cedera parah setelah mobilnya menabrak tembok dengan kecepatan 200km/jam di GP Spanyol 1990 dan dia terlempar ke trek.
Jangan khawatir. Dia masih hidup kok.
3. Julien Inggrasia meraih Michael Park Trophy
Masih soal Michael "Beef" Park, setelah kematiannya di tahun 2005 dibuatlah sebuah trofi yang dinamakan atas Park sendiri. Trofi ini diberikan kepada navigator/co-driver terbaik setiap tahun, meski kata terbaik dalam konteks ini adalah yang paling sesuai dengan karakter Park ketika dia menjadi navigator Markko Martin, dimana performa, sikap, komitmen, dan lain-lain.
Tahun ini trofi tersebut jatuh kepada Julien Inggrasia, navigator juara dunia 2 kali, Sebastien Ogier. Trofi tersebut diberikan oleh juara dunia 1981, Ari Vatanen dan Robert Reid, navigator mendiang Richard Burns, juara dunia 2001, yang juga merupakan teman baik Park. Selain Inggrasia, berikut daftar navigator yang telah marihnya:
- Daniel Elena (Navigator Sebastien Loeb), 2006
- Timo Rautiainen (Marcus Gronholm), 2007
- Denis Giraudet (Didier Auriol, Francois Duval dll.), 2008
- Jarmo Lehtinen (Mikko Hirvonen), 2009
- Phil Mills (Petter Solberg), 2010
- Ilka Minor (Henning Solberg), 2011
- Stephane Prevot (Chris Atkinson), 2012
- Nicolas GIlsoul (Thierry Neuville), 2013
- Julien Inggrasia (Sebastien Ogier), 2014
Sebelumnya saya jelaskan dulu sedikit soal Production Cup. Di awal tahun 2000-an kejuaraan kasta kedua setelah WRC adalah Production-WRC. Mobil-mobil yang biasanya nongol di ajang ini adalah mobil spek Group N, seperti Mitsubishi Evo, Subaru Impreza, dll. tapi di tahun 2010 muncullah S2000-WRC, dan PWRC turun jadi kasta ketiga. Musim lalu kedua kejuaraan ini dilebur menjadi WRC-2. Namun, karena mengetahui performa mobil Group N (sekarang R) ternyata kalah jauh dari mobil kelas S2000, RRC, dan R5, maka dibuatlah Production Cup.
Juara di musim ini adalah pembalap asal Italia Max Rendina, dan navigator Mario Pizzuti. Pembalap berusia 40 tahun ini mengemudikan Lancer Evo X yang disiapkan oleh ralliart Italia (bisa dibilang ini adalah yang terakhir bagi Lancer, yang berhenti produksi musim depan), dan memenangi 5 dari 6 event yang dihitung musim ini. Musim 2014 baginya sebenarnya cukup kontroversial. Di Finlandia, karena dia sudah menembus maksimal 7 event yang boleh diikuti, dia mendaftar sebagai navigator Pizzuti, tapi di stage, dialah yang membalap, bukan Pizzuti. Dia juga melakukan hal yang sama di Wales Rally GB, tapi terpaksa mengundurkan diri karena Pizzuti mengalami masalah kesehatan. Rendina menempati posisi 12 overall.
Subscribe to:
Posts (Atom)








































