Showing posts with label Jerman. Show all posts
Showing posts with label Jerman. Show all posts

Saturday, 22 August 2015

#Day1 WRC Rally Jerman 2015: Ogier All the Way



Hari pertama, Jumat 21 Agustus 2015, 8 SS, jarak total 136 km, dan Sebastien Ogier kemimpin hari pertama Rally Jerman 2015 dengan keunggulan 9.5 detik dari rekannya, dan juga saingan terdekatnya. Jari-Matti Latvala. Latvala sendiri sempat memimpin sebelum servis, sebelum Ogier langsung merebutnya di SS selanjutnya di Sauertal.

Ini akan terus berlanjut sampai Power Stage, kalau semuanya lancar.

Setidaknya semuanya berjalan lancar buat Volkswagen, yang juga menempatkan Andreas Mikkelsen di posisi ketiga, jadi VW all the way di kampung halaman sendiri.

Di posisi keempat ada Dani Sordo, yang tidak hanya membuktikan kapasitasnya sebagai spesialis aspal, tapi juga sebagai jawaban atas spekulasi mengenai masa depannya di tim Hyundai (#FlatOutNews Rally Edisi 17). Rekan setimnya, Thierry Neuville melengkapi 5 besar. Memori indah 2014 sepertinya tidak terjadi lagi tahun ini.


 Sedangkan pembalap Hyundai lainnya, Hayden Paddon berada di peringkat kedelapan, dipisahkan oleh 2 M-Sport Elfyn Evans dan Ott Tanak. Tanak sendiri sempat menabrak pagar pembatas di SS pertama, tapi kemudian bisa lanjut dan fight menuju posisi ketujuh, hanya berjarak 5.7 detik dari Evans. Citroen kembali off the pace, dimana Mads Ostberg hanya mampu berada di posisi kesembilan, dan rekannya Kris Meeke lagi-lagi over the edge, setelah terlalu agresif melewati pembatas jalan di SS6, merusaki roda kiri belakang, dan turun dari posisi 4 ke 25.


Satu-satunya hal yang membuat bos tim Citroen, Yves Matton tersenyum adalah performa sang debutan Stephane Lefebvre, yang tampil dengan corak Red Bull di mobilnya dan bukan Abu Dhabi (teringat era keemasan Sebastien Loeb). Juara WRC-3/Junior WRC musim lalu ini mampu tampil impresif, dengan posisi kesepuluh.


Anggur memang bisa memabukkan manusia, maka pohon anggur (vineyards) bisa memabukkan mobil. Ya, dan kali ini Robert Kubica-lah yang jadi korbannya.Setelah mengawali reli dengan penalti 5 menit karena ganti mesin setelah shakedown, Ford Fiesta RS yang dikendarainya terjun bebas di SS7, dan merusaki kaca depan mobilnya. Dia sekarang menempati posisi 29.


Sementara itu di kelas WRC-2, dengan absennya pembalap dan tim yang menggunakan Ford Fiesta (Yuriy Protasov ikut balapan tapi tidak masuk ke hitungan poin WRC-2), Skoda juga melakukan hal yang juga pemiliknya, VW lakukan: MENDOMINASI. Tapi kali ini Jan Kopecky yang memimpin dari Craig Breen dan Eric Camilli.

Tapi dominasi kali ini tidaklah terasa lengkap bagi Skoda karena pemimpin klasemen Esapekka Lappi mengalami kecelakaan di SS2, dan akan restart di hari kedua. Pembalap baru mereka, Nasser Al-Attiyah juga tidak menjalani debut yang mengenakan, karena dia mengalami kecelakaan di SS1. Dia mampu melanjutkan relinya, tapi di SS3 ban mobilnya pecah. Tidak sampai di situ, karena Fabia R5 milik Armin Kremer juga harus menyerah karena masalah dengan tekanan oli, dan dia harus packing lebih awal.

Rally Jerman akan kembali dengan 9 SS di hari kedua, alias hari ini. Sampai jumpa!

2015 Rallye Deutschland: Overall standings after Stage 8 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 1hr 19m 13.5s M
2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 09.5s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 34.9s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 06.8s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 08.7s M
6. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 22.1s M
7. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 27.8s M
8. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +1m 31.4s M
9. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1m 35.4s M
10. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +2m 27.3s

Other(s)

11. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 48.1s
12. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +3m 48.6s M
13. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +4m 07.2s WRC2
14. Craig Breen Peugeot 208 T16 +5m 29.8s WRC2
15. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +5m 44.1s WRC2
25. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +10m 02.1s M
29. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +11m 38.2s

WRC2 standings after Stage 8 (Top 3):

1. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 1hr 23m 20.7s WRC2
2. Craig Breen Peugeot 208 T16 +1m 22.6s WRC2
3. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +1m 36.9s WRC2

Notable retirements:

SS2. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 Went off WRC2*

M denotes Manufacturer entry

*Will re-start on Saturday under Rally 2

all times unofficial

Tuesday, 18 August 2015

#preview WRC Rally Jerman 20-23 Agustus 2015

Halo..!


Sebelumnya, Saya sebagai penulis blog ini mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70 tahun. Semoga bangsa ini akan semakin kuat, kuat dan kuat. Khususnya di bidang balap reli...

Doa dan Impianku:
  1.  Rally Indonesia kembali menjadi bagian dari WRC
  2. World Rallycross akan menggelar balapan di Indonesia 


Oke kembali ke topik...
Piye Kabare kawan-kawan? Sehat selalu kan?
Setelah Jari-Matti Latvala merayakan kemenangan di Rally Finlandia awal bulan ini, para anggota sirkus WRC menikmati rehat sejenak sebelum kemudian pergi ke kota Trier di perbatasan Jerman-Prancis untuk mengikuti reli aspal pertama sejak Monte Carlo bulan Januari silam: Rally Jerman.

The Challenge



Rally Jerman adalah 1 dari 4 reli yang "mengandung" aspal musim ini (Lainnya Rallye Monte Carlo, Tour de Corse di Prancis dan Rally Spanyol). Tapi tidak ada satupun reli di dunia ini yang karakteristiknya sama, dan itu juga berlaku di Jerman. 

Reli ini dikenal dengan julukan 'Three Rallies in One'. Itu karena adanya 3 karakteristik jalanan yang berbeda di setiap harinya:
  • Jalanan di sekitar kebun anggur di Mosel yang sempit dan berliku (Hari pertama)
  • Lintasan di sekitar jalanan militer di Baumholder dengan tipe aspal yang berbeda-beda, dilengkapi dengan hinkelsteins (Hari kedua)
  • Jalanan halus bernuansa pedesaan di Saarland (Hari ketiga)
Dan 3 karakter jalanan itu digabung menjadi SATU di hari kedua!
Selain itu, cuaca di sana juga tidak menentu, jadi pilihan ban akan sangat krusial untuk meraih hasil yang bagus. Untuk membantu pembalap, khususnya navigator di event ini, Safety Note Crew pun kembali hadir untuk menjalani tugasnya.


Tugas note crew adalah meninjau suatu SS sekitar 2 jam sebelum mobil pertama meluncur. Ini penting karena reli di lintasan aspal biasanya mempunyai kecepatan rata-rata yang tinggi, membuatnya lebih berbahaya dari reli di loose surface (note crew tidak lagi dibutuhkan di gravel dan salju). Informasi yang mereka dapatkan dari suatu SS kemudian disodorkan ke klien, atau navigator masing-masing.

Lalu apa itu hinkelsteins?


Hinkelsteins adalah batu beton yang terletak di pinggir jalan untuk menyetop tank secara paksa, dan khusus untuk reli ini,  hinkelsteins bisa dijumpai di kawasan militer di Baumholder. Take care with this, atau pembalap akan mengalami apa yang Petter Solberg alami di Jerman 2004:



Solberg, dan navigator Phil Mills selamat, meskipun kalau dilihat, Mills bisa saja langsung tewas di tempat.

Attention Please..!


 Tahun 2015 adalah tahun ketiga tim Volkswagen berkompetisi di WRC. Meskipun mereka sudah meraih (secara harafiah) segalanya: 3 gelar pembalap dan pabrikan, 29 kemenangan dari 34 reli, lebih dari 400 SS yang disabet, mereka belum pernah sekalipun menguasai tanah mereka sendiri. Hasil terbaik yang mampu mereka raih adalah podium ketiga tahun lalu lewat Andreas Mikkelsen.

Tentu, gagal finish tahun lalu bukan hal yang Sebastien Ogier inginkan jika dia ingin menyegel gelar ketiganya. Dan harapan para fans untuk menunda 'pesta yang terlalu awal' ini berada di Jari-Matti Latvala. Dengan defisit 89 poin dari Ogier, dia harus finish di depan Seb jika ingin persaingan berlanjut setidaknya sampai ke Australia.


Citroen punya beban yang berbeda. Mereka hanya mampu sekali menang di Argentina, dan penampilan Kris Meeke dan Mads Ostberg masih saja stagnan setelah itu. Citroen sendiri adalah nama pabrikan yang selalu memenangi Rally Jerman sejak masuk ke kalender WRC tahun 2002 sampai 2013, sebelum harus melepasnya di tahun 2014. Meeke dan Ostberg hanya punya 2 reli tersisa sebelum evaluasi kontrak, jadi mereka pastinya akan tampil habis-habisan di akhir minggu ini.

btw Citroen juga bersiap untuk memperkenalkan pembalap muda Stephane Lefebvre untuk melakukan debutnya dengan mobil WRC. Lefebvre sendiri adalah juara WRC-3 tahun lalu dan sekarang bermain di WRC-2 dengan DS3 R5, dan sekarang berada di posisi kedelapan di klasemen dengan 1 kemenangan di Monte Carlo.


Hyundai adalah tim yang mampu mematahkan dominasi Citroen di Jerman dengan kemenangan 1-2 tahun lalu. Kemenangan itu sendiri datang tanpa disangka karena Thierry Neuville mengalami kecelakaan di babak shakedown. Hyundai juga bertarung untuk menguasai peringkat kedua di klasemen tim, jadi kita akan banyak melihat Citroen vs Hyundai (dan juga M-Sport) di 5 reli tersisa musim ini.

M-Sport sendiri bisa dibilang adalah tim tersantai musim ini. Target yang ada buat Ott Tanak dan Elfyn Evans jelas: tampil semaksimal mungkin. Evans sendiri finish keempat tahun lalu, pencapaian terbaiknya sebelum podium di Argentina, sedangkan Tanak, meskipun finish ke-10 tahun lalu dengan mobil Ford Fiesta R5, harus mulai lagi dari nol dengan mobil WRC (penampilan terakhirnya dengan Fiesta RS di Jerman adalah di tahun 2012).

Dan seperti biasa, satu lagi pembalap yang akan membalap dengan Fiesta RS: Jaroslav Melicharek. Dia akan bertandem dengan Martin Prokop dan tim Jipocar.


Dan big news di kelas WRC-2: Nasser Al Attiyah ganti mobil..!


Lebih tepatnya, dia mengucapkan goodbye kepada Ford Fiesta (WRC, RRC) yang telah setia menemaninya selama 3 tahun, dan meraih gelar WRC-2 tahun lalu. And say hello ke Skoda Fabia R5.

Fabia R5 sendiri telah terbukti performanya, dengan 2 kali menang berturut-turut membuat mobil ini menjadi idola baru di regional rally world. Al-Attiyah menemani 2 pembalap pabrikan Esapekka Lappi dan Jan Kopecky (Pontus Tidemand baru saja menunaikan tugasnya di APRC).


Jari Ketomaa, yang absen di Finlandia memlih untuk menyimpan 2 jatah tersisa, jadi harapan Ford untuk membendung Skoda berada di pundaknya Yuriy Protasov. Jadi, dia juga ganti mobil ke Fiesta R5 setidaknya untuk Rally Jerman.

Thursday, 5 February 2015

#FlatOutNews Rally Special: "CLBK" WRC dan Toyota

Halo...!

Sebelumnya saya mohon maaf #FlatOutNews Minggu ini sedikit terlambat karena saya sedang mengikuti kepelatihan di kampus saya...
btw minggu ini pikiranku lebih terfokus pada satu nama: TOYOTA. Kenapa? Saya akan menjelaskannya:

1. Toyota Road to WRC 2017


Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, akhirnya Toyota RESMI kembali ke WRC mulai musim 2017, menggunakan Yaris WRC (please, jangan samakan Yaris yang ada di Eropa dengan yang berkeliaran di Indonesia). Itu berarti Toyota menjadi pabrikan Jepang pertama yang terjun di WRC sejak Subaru mengundurkan diri di tahun 2008.



Sebelumnya mereka sudah mengetes Yaris WRC di sejumlah tempat, terutama di Jerman dan Italia dengan mantan pembalap WRC dan F1 Stephane Sarrazin (yang juga merupakan pembalap Toyota di World Endurance Championship), dan sepupu Marcus Gronholm, Sebastian Lindholm.

"Banyak fans bertanya-tanya kapan kami kembali. Masih banyak orang yang bicarakan sejarah Toyota di WRC, dan saya terkejut banyak orang yang mengingat kami, yang terakhir kali tampil di 1999. Saya tidak memikirkan comeback, tetapi sebuah start. Kami haris memulai lagi dari awal dan mempersiapkan mobil dan tim secara seksama" Kata Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation.

Mereka juga udah merekrut pembalap Prancis, Eric Camilli, untuk masuk ke tim junior Toyota.

Toyota sendiri sudah berkecimpung di dunia Rally sejak 1973 lewat tim Andersson Motorsport, dan 2 tahun kemudian memenangi Rally 1000 Danau (sekarang Rally Finlandia) lewat Hannu Mikkola dengan mobil Corolla Levin. Tim Andersson Motorsport kemudian berubah menjadi Toyota Team Europe (TTE).


Toyota sempat mengembangkan mobil 222D untuk Group S, sebelum Group S bersama Group B dilarang. Tapi baru di tahun 1988 mereka meluncurkan Celica GT-4, dan kesuksesan pun datang, dimulai dengan Carlos Sainz Sr. menjadi juara dunia di 1990 dan '92, diikuti oleh Juha Kankkunen di '93, dan Didier Auriol di '94, sedangkan TTE sendiri merengkuh gelar pabrikan di 1993-94, dan di saat bersamaan Toyota mengakuisisi TTE dan merubah namanya menjadi Toyota Motorsport Gmbh, meskipun di WRC nama TTE tetap dipakai.


Setelah tahun-tahun kemenangan, tahun 1995 mereka dicekal karena ilegalitas turbo, dan baru kembali di tahun 1997 dengan Corolla WRC, yang kemudian tampil semusim penuh di 1998, dengan Auriol dan Carlos Sainz. Sainz hampir saja meraih gelar ketiganya kalo saja mesinnya tidak mogok 300 meter sebelum garis finish di stage terakhir di Rally terakhir di Rally Britania Raya. Di kesempatan yang sama pula Toyota kehilangan kesempatan merebut gelar pabrikan, yang akhirnya jatuh ke tangan Mitsubishi.


Bagaimanapun, mereka mampu meraihnya di tahun 1999, tahun terakhir mereka di WRC.

Welcome Back, Toyota..!

 2. Perubahan di Portugal, Polandia, Jerman


Yang pertama ada di Portugal. Seiring kembalinya Rally Portugal ke asalnya, Matosinhos, SS Fafe kembali ke WRC sejak 2001. Dikenal dengan area jump yang spektakuler, dan banyaknya penonton yang hadir membuat ini menjadi daya tarik tersendiri di Rally Portugal, yang akan menjalankan 2 SS di Fafe, salah satunya termasuk power stage, yang akan disiarkan secara live.


Selanjutnya di Polandia, dimana 90% rutenya akan berubah dibandingkan dengan musim lalu, terdiri dari 19 SS, dengan total distancenya adalah 1228 km, termasuk SS terpanjang sepanjang sejarah Rally Polandia sejauh 42 km. Selain itu juga event tahun ini akan 100% berada di Polandia, setelah tahun lalu sebagian rutenya berada di Lithuania. Meskipun demikian, pusat eventnya tetap di Mikolajki. Gimana, Robert?

Bukan hanya Portugal dan Polandia, Jerman juga mengalami perubahan.Ya, basisnya masih di Tier, tapi rutenya dibolak-balik, dan SS baru di Spangdahlem.

3. Hyundai Mobis WRT

Yep, lagi-lagi dari the boyband racer, Hyundai. Kali ini soal pembalap tes mereka, Kevin Abbring yang dikonfirmasi akan tampil di 4 event musim ini, menemani Hayden Paddon yang berpatisipasi di 12 rally musim ini.

Ini tim A...


...dan tim B

Untuk mengakomodasikan kedua pembalap muda ini, Hyundai memutuskan untuk merubah nama tim B mereka, Hyundai Motorsport N menjadi Hyundai Mobis WRT. Sedangkan nama Tim A mereka tetap bernama Hyundai Shell WRT. Perbedaannya adalah Hyundai Mobis yang menjadi sponsor utama di tim B, meskipun Shell tetap men-support mereka.

Oke, oke....i20 versi barunya mana??

4. Corsica kembali??



Sebelumnya saya ceritakan dulu sejarah Tour de Corse ini. Tour de Corse, atau biasanya disingkat Corsica, adalah sebuah event rally yang pertama kali digelar di tahun 1956. Rally yang dijuluki sebagai "Rally Sepuluh Ribu Tikungan" ini menjadi bagian dari WRC sejak 1973 sampai 2008, dan setelah itu dipindahkan ke Alsace.


Tapi setelah Rallye de France tahun lalu, muncul kekhawatiran kalau Alsace tidak bisa menggelar rally lagi musim ini, dan penyebabnya adalah masalah Finansial. Kenapa? Simpel saja, Strasbourg, yang merupakan markas rally ini berdekatan dengan tempat kelahiran Sebastien Loeb, dan begitu dia pensiun 2 tahun lalu, jumlah penonton turun drastis. Dengan begitu, Corsica, yang lebih familiar soal rally pun langsung berpeluang untuk kembali masuk ke kalender WRC.

Apa yang pihak organizer harus lakukan adalah negosiasi dengan Eurosport selaku promotor European Rally Championship, dimana Corsica sekarang ada di kalender ERC. Semoga saja..!

Monday, 25 August 2014

#LastDay ADAC Rally Deutschland 2014: Bersusah-susah dahulu baru bersenang-senang, Neuville..!




Gutten Morgen..!

It's monday today, dan tentu tidak semua senang dengan hari ini. Anyway, seperti yang saya tulis kemarin kalo reli ini penuh dengan kejutan. En kali ini........Surprise, surprise..! Thierry Neuville menjadi pemenang Reli Jerman tahun ini, sekaligus kemenangan pertama Hyundai selama partisipasi di WRC (Baik di era Coupe & Accent 99-03 dan i20 di musim ini).

Another badluck. Yeah, lagi.

So, where's Latvala? Dia mengalami kecelakaan di SS 15 di pagi hari, mobilnya rusak parah, dan harus gigir jari karena dengan kegagalan ini, Latvala harus berusaha keras untuk menjegal Ogier di klasemen. Hal yang sama juga dialami oleh Kris Meeke yang mobilnya ringsek di stage selanjutnya. Sangat disayangkan memang, karena Citroen belum pernah menang lagi sejak Sebastien Loeb menang di Argentina musim lalu. Pembalap lain yang juga tak beruntung kali ini adalah Robert Kubica, dimana setelah menang 2 stage di hari kedua harus berhenti setelah mobilnya mengalami masalah mekanis.

"Sangat menyenangkan bisa menang. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya hanya bisa berterima kasih kepada tim [yang memperbaiki mobilnya setelah shakedown] . Sangat tidak percaya ini. Saya tidak percaya hasilnya akan seperti ini. Tapi kami berhasil memberi tekanan kepada rival-rival dan berhasil." Kata Neuville, yang menjadi pembalap Belgia ketiga (setelah Philippe Bugalski dan Francois Duval) yang memenangi suatu reli WRC.

Sedangkan rekan setim-nya, Dani Sordo finish kedua, menambah sukacita Hyundai kali ini. "
Saya sangat senang, juga senang dengan pencapaian Thierry [Neuville]. Para Kru bekerja keras. Sebenarnya saya sangat ingin menang lagi di sini, tapi dia sangat, sangat cepat"
Pembalap Ford M-Sport Elfyn Evans memenangi Power Stage

Finish ketiga adalah Andreas Mikkelsen, sekaligus menjadi pelipur lara bagi Volkswagen di reli ini. "Saya tidak ikut event ini musim lalu, jadi kami berusaha untuk berhati-hati dan tidak melakukan kesalahan". Ford M-Sport juga tampil bagus kali ini dengan Elfyn Evans finish keempat, sekaligus memenangi Power Stage dan membawa pulang tambahan 3 poin. Hasil ini membuat anak dari Gwyndaf Evans (juga mantan pereli ford) unggul dari rekan setimnya, Mikko Hirvonen. Mads Ostberg finish keenam dengan Citroen-nya.

Pontus Tidemand juara kategori WRC-2, finish 9 overall

Melengkapi 10 besar ada Martin Prokop, Denis Kuipers di Fiesta RS WRC, dan Pontus Tidemand memenangi kategori WRC-2, mengalahkan Ott tanak dengan hanya berjarak 1.8 detik dan finish 9-10 overall (juga dengan Fiesta S2000). Di WRC-3 Ada Sebastien Chardonnet, dan di Junior WRC Stéphane Lefebvre keluar sebagai pemenang.


Hasil WRC ADAC Rally Deutschland 2014:

Pos#DriverTimeDiff PrevDiff 1st
1.7BELT. NEUVILLE 3:07:20.2

2.8ESPD. SORDO 3:08:00.9+40.7+40.7
3.9NORA. MIKKELSEN 3:08:18.2+17.3+58.0
4.6GBRE. EVANS 3:08:23.8+5.6+1:03.6
5.5FINM. HIRVONEN 3:08:30.7+6.9+1:10.5
6.4NORM. OSTBERG 3:08:42.9+12.2+1:22.7
7.21CZEM. PROKOP 3:12:13.0+3:30.1+4:52.8
8.11NLDD. KUIPERS 3:16:38.3+4:25.3+9:18.1
9.35SWEP. TIDEMAND 3:18:55.6+2:17.3+11:35.4
10.32ESTO. TANAK 3:18:57.4+1.8+11:37.2


OK, that's it. Kita akan jumpa lagi di Australia. Selamat beraktifitas..! Bye bye.

Saturday, 23 August 2014

#Day1 WRC ADAC Rally Deutschland 2014: Sorry Ogier, anda kurang Beruntung (LAGI..!)

Morning...!

Hari pertama Reli Jerman sudah selesai, dan sambil tim-tim bersiap untuk hari ke2, kita akan ulas hari pertama yang penuh drama.

Drama? YES..! Drama sudah dimulai bahkan sejak babak shakedown di hari kamis, dimana mobil Hyundai i20 WRC milik Thierry Neuville, runner-up musim lalu terguling-guling di pegunungan yang berdekatan dengan Konz. KABAR BAIK? Neuville dan navigator Nicolas Gilsoul tidak cedera sedikit pun. KABAR BURUK? Mobil Neuville rusak parah, dan mekanik Hyundai WRT pun mendapatkan"santapan" tambahan.

Di luar itu, Volkswagen melanjutkan dominasinya dengan menempati Jarri-Matti Latvala-Sebastien Ogier-Andreas Mikkelsen di posisi 1-2-3 (ehm...Gronholm Effect??). Di posisi 4 ada Kris Meeke, membawa Citroen DS3 WRC-nya ke posisi 4 (meskipun ini adalah reli pertamanya di Jerman sejak 2011), dan rekan setim Neuville, Dani Sordo di posisi 5. Ford?? Tenang, ada Mikko Hirvonen dan Robert Kubica di posisi 6-7, meskipun nama terakhir mengalami masalah di handbrake Ford Fiesta RS WRC-nya.


Dimulai dari Stage 1, Ogier langsung tancap gas demi mempertahankan keunggulannya di klasemen dengan menjadi yang tercepat di 3 dari 6 stage untuk hari ini. Stage 6..? DISASTER..! Mobil VW Polo R WRC-nya terjebak di semak-semak perkebunan anggur, dan harus menemukan rute yang benar. Finally, dia berhasil, meskipun harus melanjutkan reli di hari sabtu dibawah regulasi Rally-2 dengan ganjaran penalti 10 menit.

Ini membuat rekan setimnya, Jarri-Matti Latvala memimpin day 1 dengan keunggulan 37 detik dari Kris Meeke . Ketiga adalah pemenang Reli Jerman musim lalu, Dani Sordo, 5.6 detik di bawah Meeke. Namun, kesalahan yang dilakukan Meeke di stage 1, dan konsistensi Sordo bisa jadi ancaman bagi pembalap Citroen tersebut.


"Kami baru saja mendapatkan pesan kalau Ogier berhenti dan setelah beberapa saat kemudian kami mendapatkan pesan lagi kalo Ogier out untuk hari pertama" kata Latvala "Saya kehilangan sedikit ritmeku karena saya kebingungan kapan saya harus cepat dan kapan harus melambat. Mikka (Anttila, navigator Latvala) mengatakan kalau saya bisa melambatkan ritmeku karena saya memimpin, tapi saya terlalu lambat dan sulit berkonsentrasi"

Di luar 3 besar ada Andreas Mikkelsen. Meskipun mengalami pecah ban di pagi hari, pembalap tim satelit Volkswagen berhasil unggul dari Thierry Neuville. Sedangkan pembalap Ford, Mikko Hirvonen hanya 1.6 detik lebih lambat dari pembalap Belgia tersebut, dan rekan setimnya, Elfyn Evans di posisi tujuh, di depan pembalap Citroen Mads Ostberg.

Melengkapi 10 besar ada Bryan Bouffier dan Martin Prokop, sedangkan Robert Kubica harus puas berada di posisi 22 setelah keluar jalur dan kehilangan 4 menit.

Berikut hasil day 1 untuk 20 besar:

Pos # Driver Time Diff Prev Diff 1st
1. 2 FINJ. LATVALA 59:36.8

2. 3 GBRK. MEEKE 1:00:13.8 +37.0 +37.0
3. 8 ESPD. SORDO 1:00:19.4 +5.6 +42.6
4. 9 NORA. MIKKELSEN 1:00:22.4 +3.0 +45.6
5. 7 BELT. NEUVILLE 1:00:29.9 +7.5 +53.1
6. 5 FINM. HIRVONEN 1:00:31.8 +1.9 +55.0
7. 6 GBRE. EVANS 1:00:37.0 +5.2 +1:00.2
8. 4 NORM. OSTBERG 1:00:38.7 +1.7 +1:01.9
9. 20 FRAB. BOUFFIER 1:01:12.4 +33.7 +1:35.6
10. 21 CZEM. PROKOP 1:01:43.9 +31.5 +2:07.1
11. 11 NLDD. KUIPERS 1:03:05.1 +1:21.2 +3:28.3
12. 23 IRLS. MOFFETT 1:03:21.5 +16.4 +3:44.7
13. 33 PRTB. SOUSA 1:03:49.3 +27.8 +4:12.5
14. 12 UKRY. PROTASOV 1:03:53.1 +3.8 +4:16.3
15. 35 SWEP. TIDEMAND 1:03:53.5 +0.4 +4:16.7
16. 39 FRAJ. MAURIN 1:04:08.2 +14.7 +4:31.4
17. 31 QATN. AL-ATTIYAH 1:04:28.2 +20.0 +4:51.4
18. 32 ESTO. TANAK 1:04:30.4 +2.2 +4:53.6
19. 36 DEUA. KREMER 1:04:35.7 +5.3 +4:58.9
20. 120 ESPX. PONS 1:04:40.5 +4.8 +5:03.7

Hasil selengkapnya dapat dilihat di wrc.com.