Showing posts with label Andersson. Show all posts
Showing posts with label Andersson. Show all posts

Wednesday, 9 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 22 (2016 WRC Silly Season Saga PART 6): More Changes at M-Sport Squad

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 5 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

Setelah spekulasi selama beberapa hari setelah berpisah dengan Jonas Andersson, Mads Ostberg akhirnya mendapatkan 'belahan hatinya': Ola Floene.


Floene memutuskan untuk berpisah dari Andreas Mikkelsen setelah kerjasama selama 10 tahun, dan menerima tawaran dari Ostberg untuk menjadi co-driver-nya mulai musim 2016 mendatang.


Uniknya, Ostberg memilih Floene untuk menemaninya di dalam mobil Ford Fiesta RS WRC tanpa terlibat dalam 'audisi' yang dilakukannya dalam sesi tes di akhir minggu silam. Di sesi tersebut Ostberg mengetes jasa Emil Axelsson (mantan co-driver Pontus Tidemand) dan Ilka Minor (Sebelumnya dengan Henning Solberg).

Bisa jadi alasan Ostberg merekrut Floene adalah bekerjasama dengan co-driver dari negara yang sama lebih mudah untuknya. Sekedar info, navigator sebelumnya Jonas Andersson, yang berasal dari Swedia, memakai 3 bahasa yang berbeda (Swedia, Norwegia, Inggris) untuk Ostberg.

Faktor lainnya adalah Floene juga sempat bertandem dengan ayah dari Mads, Morten Ostberg.


 Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (kecuali 2013 dan paruh pertama 2014), Floene sukses membawa Mikkelsen menjadi salah satu pembalap terkuat di WRC. Salah satu buktinya adalah juara pertama di Rally Catalunya-Spanyol 2 bulan silam.
Sedangkan Mikkelsen sendiri tidak berlama-lama dalam mencari co-driver yang baru, dengan memanfaatkan EVENManagement yang menaunginya. Hasilnya adalah Anders Jaeger cabut dari pembalap muda Norwegia, Ole Christian Veiby, dan bergabung dengan Mikkelsen di Volkswagen Polo R WRC musim depan.


Bersama Veiby, Jaeger berkompetisi di WRC-3 dan Junior WRC sekaligus, dengan prestasi terbaik yang mereka mampu raih adalah double victory di seri penutup musim ini di Wales Rally GB. Selain itu Veiby juga berkompetisi full-time di Euro RX dan part-time di World RX.

Jaeger akan mendapatkan tantangan baru bersama Mikkelsen di musim depan karena minimnya pengalaman yang dia punya bersama mobil 4WD, apalagi spek World Rally Car.

Not Just That....


Eric Camilli juga akan bertandem dengan Nicolas Klinger musim depan, menggantikan Benjamin Veillas. Sebelumnya Klinger menjadi co-driver-nya Julien Maurin di kelas WRC-2 dan beberapa kali tampil di kelas utama.


Selain itu, Lorenzo Bertelli juga memutuskan untuk membubarkan tim Fnckmatie WRT yang dikelolanya sendiri. Dengan begitu, Bertelli bisa lebih fokus sebagai pembalap ketimbang harus memikirkan tugasnya sebagai manajer tim.

Bertelli juga merupakan pembalap lainnya yang melakukan perubahan di dalam mobil, dengan Simone Scattolin diplot menjadi co-driver-nya di 13 dari 14 seri musim depan (kecuali China).

Sebelumnya Scattolin menemani beberapa pembalap sesama Italia seperti Christian Chemin, Alessandro Bettega (anak dari pembalap zaman Group B Almarhum Attilio) dan terakhir dengan Fabio Andolfi di WRC-3.

Friday, 4 December 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 21 (2016 WRC Silly Season Saga Part 5): I'm Sorry Goodbye, Mads..!

Sebelumnya, saya akan memberikan link-link 4 artikel sebelumnya tentang silly season World Rally Championship musim 2016:
Kalau sudah baca, thank you very much. Kalau belum, silahkan baca agar bisa mengikuti kronologinya.

 Di part 4, kita semua sudah tahu bahwa Mads Ostberg kembali ke tim M-Sport untuk musim 2016 bersama debutan Eric Camilli. Dengan 2 tahun pengalaman bersama Citroen, jabatan sebagai team leader dan mobil Ford Fiesta RS WRC Evo2 yang lebih baik, pastinya Ostberg akan mengawali tahun 2016 dengan penuh optimisme dan kegembiraan. Iya kan?

Hanya saja, sembari menjalani tes dengan 'pacar' barunya, Ostberg mendapatkan kabar buruk bahwa co-driver-nya, Jonas Andersson memutuskan untuk berpisah setelah kolaborasi selama 7 tahun.


Keputusan tersebut dibuat setelah Andersson menandatangani kontrak dengan EVENmanagement, yang juga menampung Andreas Mikkelsen & Ola Floene (WRC), Pontus Tidemand & Emil Axelsson (WRC-2 & APRC), Esapekka Lappi & Janne Ferm (WRC-2) beserta Ole Christian Veiby (Junior WRC & Euro RX) dan Johan Kristoffersson (World RX).


Beberapa jam kemudian, EVENmanagement juga mengumumkan bahwa navigator (dan maniak tato) asal Swedia tersebut akan bertandem dengan Tidemand, yang tahun depan akan fokus di WRC-2.

Jonas bersama P.G.
Sebelum bertandem dengan Ostberg di tahun 2009, Andersson menikmati kesuksesan dengan Per-Gunnar Andersson, yang lebih sering dipanggil P.G, yang sekarang berkompetisi di World RX. Duo Andersson menjadi juara kelas Junior WRC 2 kali (2004 & 2007) bersama Suzuki, sebelum kemudian menjalani tahun 2008 penuh malapetaka juga dengan Suzuki, yang waktu itu tampil di kelas utama WRC dengan SX4.


Sedangkan bersama Ostberg, Jonas Andersson meraih lebih banyak kesuksesan, dengan meraih 14 podium, salah satunya adalah kemenangan di Portugal 2012.

Ini jelas membuat Ostberg kelimpungan mencari co-driver baru. Bahkan kabarnya dia sudah melakukan tes untuk Monte Carlo 2016 dengan 2 co-driver yang berbeda. Entah apakah itu Torstein Eriksen, atau Emil Axelsson, saya tidak tahu.

Kita lihat saja nanti....

Friday, 27 November 2015

#Preview FIA World Rallycross of Argentina 27-29 November 2015


Setelah 7 bulan perjuangan di 12 seri dan 11 negara, akhirnya FIA World Rallycross Championship 2015 akan mencapai klimaksnya di RX Argentina, yang akan digelar di Autodromo Rosario. Disinilah sang juara dunia tahun ini akan ditentukan.

The Challenge

Sumber: RX Argentina
Seperti namanya, Autodromo Rosario terletak di kota yang dikenal sebagai kota dimana Che Guevara dan Lionel Messi lahir. Sirkuit ini akan menggelar balapan World RX untuk pertama kalinya dimana event tahun lalu digelar di Autodromo Rosendo Hernandez di San Luis.
 
First Corner. Sumber: FIA World Rallycross

Salah satu fitur unik yang terdapat di sirkuit ini adalah Tikungan pertama. Mungkin dari denah itu terlihat seperti tikungan biasa, tapi tikungan tersebut memiliki kemiringan 15 derajat, dan tidak ada area run-off di tikungan tersebut berarti no margin for error.

Debu. Sumber: FIA World Rallycross

 Soal gravel, jujur saya kurang tahu. Itu karena balapan tahun lalu di San Luis dikritik oleh beberapa pembalap karena debu. Musim semi menjelang musim panas membuat suhu menjadi tinggi, dan itu berarti debu dengan mudahnya terbang bebas di udara dan menghalangi pandangan pembalap.


Attention Please..!



Semua kelas pendukung (Super 1600, TouringCars, dan RX Lites) sudah selesai di seri sebelumnya di Italia, jadi Kejuaraan Rallycross Argentina (CARX), yang baru digelar tahun ini menjadi supporting class di World RX.

Kita mulai dulu dengan bursa pembalap.
Gianni Morbidelli. Sumber: @FIAWorldRX
Seperti di RX Italia, Gianni Morbidelli akan kembali ke Audi S3 besutan Munnich Motorsport menggantikan Alx Danielsson.
Thomas Bryntesson. Sumber: @FIAWorldRX
Perubahan juga terjadi di duo tim Volkswagen. Di kubu Marklund Motorsport, pembalap RX Lites Thomas Bryntesson akan menggantikan posisi P.G. Andersson. Tidak ada kejadian apa-apa dengan Andersson, karena dialah yang menyarankan sang bos Jan Marklund untuk memberikan kesempatan kepada Bryntesson.
Ole Veiby. Sumber: FIA World Rallycross
Sedangkan VW Team Sweden memutuskan untuk membawa pembalap mereka di Euro RX Ole Christian Veiby ke Argentina. Veiby, yang sebelumnya sukses memenangi WRC Wales Rally GB kelas WRC-3 dan Junior WRC akan menggantikan posisi Tord Linnerud.
Janis Baumanis
Volkswagen tidak sendirian soal pergantian pembalap, karena dua tim Ford juga melakukan hal yang sama. Yang pertama adalah Janis Baumanis. Pembalap asal Latvia tersebut akan mengisi kursi mobil MJP Ford Fiesta RXS yang ditinggalkan oleh sang bos Max Pucher di Team Austria.

Kedua,  Kevin Hansen. Juara RX Lites tersebut siap melakoni debutnya dengan mobil kelas Supercar di Argentina, meskipun dia tidak akan mengemudi Peugeot 208 bersama sang kakak Timmy dan Davy Jeanney. 
Seorang Hansen..dengan Ford? Sumber: FIA World Rallycross

Kevin akan membalap dengan Ford Fiesta ST racikan OlsbergsMSE sebagai kado sang juara RX Lites. Dengan usia 17 tahun, Kevin akan memecahkan rekor Reinis Nitiss (18 tahun) sebagai pembalap termuda di World RX.

Hal ini cukup aneh mengingat sang ayah, Kenneth Hansen dengan bos tim Ford OlsbergsMSE Andreas Eriksson dulunya menjadi rival di kejuaraan Eropa.

Tapi tetap saja, Petter Solberg VS Timmy Hansen yang menjadi trending topic di balapan ini.
Mampukah, Timmy? Sumber: FIA World Rallycross

Kans Timmy untuk merebut gelar juara dunia sangatlah tipis setelah gagal menembus babak Final di seri sebelumnya di Italia. Dengan marjin 26 poin dari Petter di klasemen dan 'hanya' ada 30 poin tersisa yang diperebutkan, Timmy butuh lebih dari sekedar keajaiban untuk menjadi juara.


Sedangkan untuk Petter, misi sedikit lebih mudah. Dia hanya perlu finish ke-13 atau lebih baik di intermediate classfication untuk mempertahankan gelarnya, meskipun Petter sendiri mengatakan bahwa lolos ke babak Semifinal menjadi target utamanya.

So, Petter or Timmy? Choose Yourself..!

Tuesday, 19 May 2015

#FinalThought World Rallycross RX of Belgium 2015: Double Topi..!

Halo..!

Toomas 'Topi' Heikkinen mengkukuhkan dirinya sebagai raja di sirkuit Mettet setelah memenangi RX Belgia untuk kedua kali berturut-turut. Dia berhasil mempecundangi Petter Solberg setelah dia melakukan kesalahan di Joker Lap, dan Reinis Nitiss kembali berada di podium.

Cie cie...
Kemenangan inipun mengantarkannya ke posisi 3 di klasemen. "Saya sudah merasa Belgia adalah 'rumahku' sendiri. Saya mulai nyaman dengan mobil, klop dengan gaya balapku tapi saya tidak sendirian. Ada 1 tim lebih dari 20 orang yang telah membantuku. Pertarungan sudah dimulai dan kami harap kami bisa menang lagi!" Sahut Heikkinen.

Solberg harus puas di posisi kedua setelah berurusan 2 kali dengan Joker lap: kena hukuman lewat Joker Lap 2 kali karena Jump start di Semifinal 1. "Saya berjudi di semifinal tapi gagal. Setelah itu saya tampil maksimal sebagai kompensasi. Terus di Final ketika saya tahu Topi hanya berjarak 1 detik, saya mengejarnya tapi saya masuk di Joker Lap terlalu cepat." Nitiss juga puas meraih podium ketiga, tapi tidak dengan performanya "Mobilnya bagus tapi sayanya yang tidak jadi saya perlu benahi itu.". Ya, meskipun berhasil naik podium, dia hanya mampu mengumpulkan 9 poin.

"Pa, mama tadi taruh ikat rambutnya di sini? Soalnya nancap di ban"
Di luar 3 besar ada P.G. Andersson, dengan posisi keempat berarti pencapaian terbaiknya di World RX, Andreas Bakkerud berada di bawahnya, dan Mattias Ekstrom melanjutkan momentum bagusnya dari DTM dengan posisi 6 di genggamannya.

Kemenangan di Portugal sepertinya sudah jadi kenangan bagi Johan Kristoffersson, karena finish ketujuh membaut kansnya untuk jadi juara dunia semakin tipis, dan Heikkinen kini menguntitnya. Begitu juga dengan Timmy Hansen, yang gagal lolos ke final karena pecah ban. Rekannya Davy Jeanney finish ke-9, dan Anton Marklund ke-10.

Ini akibatnya kalo berani motong jalur
Di sisi yang lainnya di Euro RX, Jerome-Grosset Janin berhasil membawa tim Albatec Peugeot menang, Ole-Christian Veiby di posisi kedua, dan Tamas Karai melengkapi podium. Dan di 2 kategori pendukung yaitu S1600 dan TouringCars ada Janis Baumanis dan Fredrik Magnussen sebagai pemenangnya. Selamat!

Setelah ini kru tim langsung cabut ke sirkuit Lydden Hill, Inggris untuk seri selanjutnya yaitu , dan di sisi dunia yang lainnya sirkus WRC siap untuk Rally Portugal. Sampai Jumpa..!

Hasil Belgium RX kategori Supercar (Pembalap yang berhuruf miring dan bergaris adalah tim privat):



No.
Pembalap dan Kebangsaan
Tim
Mobil
Poin
1.
Toomas ‘Topi’ Heikkinen (Finlandia)
Marklund Motorsport
Volkswagen Polo RX
28
2.
Petter Solberg (Norwegia)
SDRX
Citroen DS3 RX
25
3.
Reinis Nitiss (Latvia)
OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
9
4.
Per Gunnar Andersson (Swedia)
Marklund Motorsport
Volkswagen Polo RX
20
5.
Andreas Bakkerud (Norwegia)
OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
19
6.
Mattias Ekstrom (Swedia)
EKS RX
Audi S1
18
7.
Johan Kristoffersson (Swedia)
Volkswagen Team Sweden
Volkswagen Polo RX
18
8.
Timmy Hansen (Swedia)
Peugeot Hansen
Peugeot 208 WRX
13
9.
Davy Jeanney (Prancis)
Peugeot Hansen
Peugeot 208 WRX
11
10.
Anton Marklund (Swedia)
EKS RX
Audi S1
10
11.
Manfred Stohl (Austria)
World RX Team Austria
Ford Fiesta RX
9
12.
Tord Linnerud (Norwegia)
Volkswagen Team Sweden
Volkswagen Polo RX
6
13.
Timur Timerzyanov (Rusia)
Namus OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
4
14.
Liam Doran (Inggris)
SDRX
Citroen DS3 RX
3
15.
Robin Larsson (Swedia)
Larsson Jemberg Racing Team
Audi A1
2
16.
Ole-Kristian Nottveit (Norwegia)
CircleX
Volvo C30
1
17.
Max Pucher (Austria)
World RX Team Austria
Ford Fiesta RX
-
18.
Alx Danielsson (Swedia)
ALL-INKL.COM Munnich Motorsport
Audi S3
-
19.
Rene Munnich (Jerman
ALL-INKL.COM Munnich Motorsport
Audi S3
-


Hasil Belgium RX kategori Super 1600 (10 Besar):



No.
Pembalap dan Kebangsaan
Tim
Mobil
Poin
1.
Janis Baumanis (Latvia)
Set Promotion
Renault Twingo
29
2.
Nikita Misyulya (Rusia)

Skoda Fabia
24
3.
Andrea Duborg (Prancis)

Renault Clio
20
4.
Ondrej Smetana (Rep. Ceska)
LS Racing Czech National Team
Ford Fiesta
17
5.
Timur Shigabutdinov (Rusia)
Set Promotion
Renault Clio
20
6.
Krisztian Szabo (Hungaria)
MGAMS KFT
Skoda Fabia
14
7.
Ulrik Linnemann (Denmark)

Peugeot 208
17
8.
Magnus Bergsjobrenden (Norwegia)
Set Promotion
Renault Twingo
16
9
Davy Van Den Branden (Belanda)
OTRT
Citroen DS3
10
10.
Pavel Vimmer (Rep. Ceska)

Skoda Fabia
9

 Hasil Belgium RX dan Klasemen Sementara kategori TouringCars (10 Besar):

No.
Pembalap dan Kebangsaan
Tim
Mobil
Poin
1.
Fredrik Magnussen (Norwegia)

Ford Fiesta
20
2.
Anders Braten (Norwegia)

Ford Fiesta
20
3.
Tom-Daniel Taanevik (Norwegia)

Mazda RX8
25
4.
David Nordgard (Norwegia)

Ford Fiesta
24
5.
Jan Gabrielsen (Norwegia)

Mazda RX8
14
6.
Per-Magne Royras (Norwegia)

Peugeot 206
17
7.
Camilla Antonsen (Norwegia)

Ford Fiesta
15
8.
Philip Gehrman (Swedia)
Bridgestone Motorsport
Ford Fiesta
14
9.
Ben-Philip Gundersen (Norwegia)

Ford Fiesta
14
10.
Daniel Lundh (Swedia)

Volvo C30
13