Sunday, 26 April 2015

#day3 WRC Rally Argentina 2015: The power of Dust

iHola...!

 Sebenarnya ada 4 SS yang dijalankan di hari ketiga Rally Argentina yang penuh dengan debu, tapi hanya 3 saja yang valid. Ada apa gerangan?


Kris Meeke masih dengan santainya menikmati posisi pertama, meskipun error di SS7 membuat keunggulannya menciut sampai 32 detik dari rekannya Mads Ostberg, tercepat ketiga di SS10 cukup untuk menambah keunggulannya menjadi 38 detik. Team Order? "Non non non non...." Kata bos tim Yves Matton. Jari-Matti Latvala masih membayangi di posisi 3.

Sementara itu Elfyn Evans masih nyaman di posisi 4 setelah Dani Sordo mengalami masalah dengan mobilnya di SS10 (SS terakhir), tapi penalti 7 menit dari itu hanya menurunkannya ke posisi 8. Itu hanyalah 1 dari 2 masalah yang Hyundai hadapi. Yang kedua adalah Hayden Paddon mengalami kecelakaan di SS9. Paddon dan navigator John Kennard OK, tapi 6 penonton cedera dengan salah satu diantaranya dirawat di ICU, dan SS9 terpaksa dibatalkan. Rally Argentina dikenal dengan fans yang sangat antusias, tapi itu juga ada efek negatifnya, dan masih diperparah dengan seorang wanita mengalami patah kaki setelah ditabrak Lorenzo Bertelli ketika recce. Bagaimanapun mari berdoa yang terbaik untuk mereka.

Momen sebelum Hayden Paddon menabrak penonton
Thierry Neuville sendiri naik ke posisi 5, Martin Prokop dan Khalid Al-Qassimi berada di posisi 6 & 7 meskipun terpaut 5 dan 10 menit dari Meeke, dan Sordo melengkapi barisan mobil WRC di 10 besar, meskipun out di SS10.

Sementara itu di kategori WRC-2, Abdulaziz Al-Kuwari masih nyaman memimpin, dengan pembalap Paraguay Diego Dominguez dan Jari Ketomaa melengkapi 3 besar. Btw masih ingat dengan aksi heroik Yuriy Protasov kemarin? Ternyata setelah diinvestigasi, mereka dijatuhi hukuman penalti 15 menit dengan alasan:
  • Mengemudi melewati road section dengan 3 roda
  • Navigator Pavlo Cherepin duduk di bagian kap mesin mobil untuk menstabilkan mobil yang nungging sebelah karena kehilangan roda.
Alhasil, dia harus rela turun ke posisi 5, 19 overall.

2015 Rally Argentina: Overall standings after Stage 10 (Top 10):

1. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC 3h 14m 51.7s M
2. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 38.6s M
3. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +1m 03.7s M
4. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 24.6s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +4m 51.0s M
6. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +5m 39.0s M
7. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +10m 34.3s
8. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +11m 14.9s M#
9. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +14m 14.6s WRC2
10. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +17m 10.0s WRC2

#Classified under Rally 2

Other(s):

11. Gustavo Saba Skoda Fabia S2000 +19m 20.1s
12. Marcos Ligato Chevrolet Agile MR +21m 01.9s
13. Federico Villagra Ford Fiesta MR +21m 41.7s
14. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +25m 02.3s M
15. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +26m 03.9s WRC2
16. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +25m 02.3s M
17. Simone Tempestini Subaru Impreza STi +26m 35.3s WRC2


WRC2 standings after Stage 10 (Top 3):

1. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC 3h 29m 06.3s WRC2
2. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +2m 55.4s WRC2
3. Jari Ketomaa Ford Fiesta R5 +11m 49.3s WRC2


Notable retirements:

SS2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC Technical M*
SS2. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Stopped M
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*
SS3/4. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Technical M*
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*

SS9. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Went off the road M**
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Technical M**

M denotes Manufacturer entry
*denotes re-started on Saturday under Rally 2
**denotes expected to re-start on Sunday under Rally 2

all times unofficial

Saturday, 25 April 2015

#day1 (and 2) WRC Rally Argentina 2015: Adiós Seb..!

iHola..!

 Hari pertama (dan kedua) Rally Argentina 2015 berlangsung dramatis, dan miris. Apa saja yang terjadi? Ini dia:


Volkswagen baru saja menjalani disaster day. Diawali dengan gugurnya Sebastien Ogier (!) karena masalah mesin, dan Andreas Mikkelsen karena pecah ban. Gimana dengan Jari-Matti Latvala? Tenang, dia masih ada di leaderboard, tapi dia juga punya masalah, kali ini transmisinya .

Alhasil, Citroen menggunakan kesempatan ini dengan sempurna, dengan Kris Meeke memimpin dengan keunggulan lebih dari 1 menit dari rekannya Mads Ostberg, meskipun Meeke sempat pecah ban di SS3 dan mesin DS3-nya Ostberg sempat kehilangan tenaga. Latvala melengkapi posisi 3 meskipun transmisinya mogok.


Dani Sordo masih mengumpat di posisi 4, meskipun dia juga punya masalahnya sendiri, kali ini power steering-nya ngadat, dan setelah diperbaiki dia menyabet SS6. Sordo dikuntit oleh Elfyn Evans, 1 dari sedikit pembalap yang sama sekali tidak mengalami masalah di hari pertama. Jauh di belakangnya ada Martin Prokop, yang kali ini dia (lagi-lagi) enjoy and smooth, posisi 6 untuknya. Sementara itu Thierry Neuville bertengger di posisi 7, dimana seharusnya berada di posisi 2 kalau tidak mengalami pecah ban, dan pembalap ketiga Citroen Khalid Al-Qassimi melengkapi top 8.


Sementara itu di kategori WRC-2 terjadi momen unik (dan heroik) ketika roda kanan belakang di Ford Fiesta RRC-nya Yuriy Protasov copot ketika dia memimpin dengan nyaman. Alhasil dia memilih untuk keluar dari mobilnya setelah time control SS3 (lagi) dan berlari menuju stage untuk mengambil kembali roda yang terhilang. Setelah berhasil dipasang kembali di service park, dia dijatuhi hukuman penalti tambahan waktu 3 menit 10 detik, tapi di akhir hari pertama, dia hanya turun ke posisi 2 di kategori WRC-2 (dan 10 overall) dan Abdulaziz Al Kuwari mengambil alih pimpinan.

Di sisi lain, ada 3 pembalap yang menemani Ogier dan Mikkelsen di "kelas" rally-2. Salah satu langganannya Lorenzo Bertelli mengalami kerusakan suspensi, Hayden Paddon dengan kerusakan exhaust manifold, dan Ott TiTanak kembali berurusan dengan air, kali ini dia menghantam batu yang tertutupi air sehingga merusaki suspensinya.

2015 Rally Argentina: Overall standings after Stage 6 (Top 10):

1. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC 1h 44m 47.8s M
2. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1m 08.4s M
3. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +1m 23.5s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 54.2s M
5. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 59.7s M
6. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +3m 27.4s M
7. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +5m 06.2s M
8. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +6m 01.8s
9. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +6m 46.3s WRC2
10. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +8m 43.3s WRC2

Other(s):

11. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +9m 22.0s WRC2
12. Stephane Lefebvre Citroen DS3 R5 +9m 58.2s WRC2
13. Gustavo Saba Skoda Fabia S2000 +10m 32.6s
14. Federico Villagra Ford Fiesta MR +11m 42.3s


WRC2 standings after Stage 5 (Top 3):

1. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC 1h 51m 34.1s WRC2
2. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +1m 57.0s WRC2
3. Diego Dominguez Ford Fiesta R5 +2m 35.7s WRC2


Notable retirements:

SS2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC Technical M*
SS2. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Stopped M
SS3/4. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Technical M*
SS3/4. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC Technical M*
SS4. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC Lost a wheel M*

M denotes Manufacturer entry
*denotes expected to re-start on Saturday under Rally 2

all times unofficial

Thursday, 23 April 2015

BREAKING NEWS: Peringkasan rute WRC Rally Argentina 2015 + paddle shifter Hyundai REVEALED..!

iHola...!


Saya baru saja mendapatkan berita seperti yang ditulis oleh situs resmi WRC bahwa rute Rally Argentina 2015, yang akan diselenggarakan mulai kamis hari ini sampai Minggu 26 April mendatang diringkas karena hujan deras di area San Marcos membuat rutenya menjadi berlumpur, dan beberapa diantaranya tidak bisa dilewati oleh mobil-mobil peserta. Jadi ini dia hasil keputusan penyelenggara:

Lumayan buat para wanita jadikan lulur. Lumayan kan buat kecantikan, toh?
  1. SS3 dan SS5 yang dimulai di Villa Bustos ke Tanti dipotong 0.6 km, jadi 19.71 km. Tapi ini bukan apa-apa kalo kamu liat nomor 2.
  2. SS8 dan SS10, dari San Marcos ke Characato dipangkas dari 56.77 km menjadi 42.50 km. Jadi bye-bye 14.27 km. Kedua SS akan diselenggarakan di hari sabtu pagi dan sore.
Jadi, total rute reli keempat musim ini berkurang 345.70 km menjadi 315.96 km. Tapi tenang saja, tetap akan seru kok, itupun kalo ada pembalap selain Seb Ogier yang menang.

OK, selain itu foto tentang sistem girboks, semi otomatis a.k.a paddle shifter akhirnya terkuak..!



Belum ada info atau keunggulan dari sistem ini dibandingkan mobil-mobil lainnya. Tapi ada 2 hal yang pasti. Pertama, gear selector ini memakai sistem hidrolis, sama seperti yang ada di Volkswagen Polo R WRC dan Ford Fiesta RS WRC. Kedua, HANYA duo Hyundai Shell WRT, Thierry Neuville dan Dani Sordo yang akan memakainya, sedangkan pembalap tim B Hyundai Mobis WRT, Hayden Paddon dan nantinya Kevin Abbring tetap memakai girboks manual sequential. Sabar nak....

Btw, kenapa paddle shifter-nya seperti potongan piring?

Tuesday, 21 April 2015

#preview: World Rallycross RX of Portugal 2015

Halo...!


Selain WRC Rally Argentina, ada juga 1 balapan hiburan bagi yang gak mau begadang. FIA World Rallycross Championship akan segera kick-off di Sirkuit Montalegre, Portugal. Apa saja yang harus diperhatikan? Ini dia:

The Challenge


Terletak dekat dengan perbatasan Portugal-Spanyol, Sirkuit Montalegre menyajikan trek sepanjang 1.5km yang cepat dan mengalir, dengan 60% di antaranya adalah aspal, jadi pembalap akan flat out di trek lurus sepanjang lebih dari 500m sebelum mengerem dengan keras menuju Tikungan 1, setelah itu para pembalap membawa mobilnya dalam kecepatan rata-rata yang tergolong tinggi sampai d tikungan 6, dimana mereka harus mampu mengontrol mobil di lintasan gravel. Lintasannya juga sedikit flat, jadi penonton lebih leluasa menyaksikan duel, dan penonton semakin dimanjakan dengan jumlah kursi yang dilipatgandakan, area paddock baru yang dikhususkan untuk mobil-mobil Supercar, dan big screen.

Tikungan Joker Lap terletak di Tikungan 3 dan 3a.

Attention Please..!
 
5-way battle

Petter Solberg (tengah) akan memulai tahun ini dengan nomor 1 di jendelanya, bersiap untuk mempertahankan gelarnya dari runner-up Topi Heikkinen (kiri atas), yang akan membawa senjata buatan Volkswagen. Tapi duo Ford OlsbergMSE Andreas Bakkerud (kanan atas) dan Reinis Nitiss (kiri bawah) juga siap untuk curi-curi kesempatan, ditambah dengan Timur Timerzyanov, yang akan membalap terpisah dengan duo Ford. Peugeot? Ada Timmy Hansen (kanan bawah)yang membawa panji Peugeot.

Tapi tim-tim privat juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Silahkan absen Audi EKS RX yang kedatangan pembalap baru Anton Marklund, yang akan menemani Mattias Ekstrom, dan P.G Andersson yang akan bertandem dengan Heikkinen. Selain itu ada 3 tim baru, yaitu Munich Motorsport, Volkswagen Swedia, dan World RX Team Austria yang turut meramaikan persaingan.

#preview: WRC Rally Argentina 2015

iHola...!


Reli keempat di World Rally Championship diselenggarakan di kawasan Cordoba,Argentina mulai kamis ini, 23-26 April 2015, dan ya, membuatmu harus nekat begadang kalo benar-benar niat ikuti progress-nya. Kalopun nekat, tenang saja, kamu tidak akan dikecewakan sama semua soal Rally Argentina kali ini kecuali dominasi Sebastien Ogier, jelas. Inilah faktor-faktor yang membuat reli ini tetap awet di kalender WRC:

The Challenge

Sorry foto rutenya beda karena bukan dari FIA
Satu-satunya reli yang dihelat di Amerika Selatan, Argentina, yang menggelar event WRC sejak 1980 ini langsung merebut hati para kontestan karena lintasannya yang "menyenangkan" karena banyaknya genangan air yang ada di setiap SS-nya di pegunungan Sierras de Cordoba. Soal kecepatan rata-ratanya, meskipun salah satu terendah di kalender WRC, mereka mempunyai area jumping tercepat, dan fans yang sama gilanya dengan mereka yang berada di stadion menonton Lionel Messi dkk.

Rutenya juga bisa buat para pembalap pusing, karena kadang-kadang melewati lintasan cepat dengan gravel halus, tapi kadang pula melintasi lintasan di pegunungan berbatu, yang dapat merusaki mobil. 1 hal yang semaking memusingkan mereka adalah sebagian rutenya rusak karena banjir. Anyway, ada beberapa SS yang akan ditayangkan live, tapi saya belum dapatkan jadwalnya. Nanti kalo udah ada, aku akan share. OK?

Attention Please..!


Haruskah saya skip pembicaraan tentang Sebastien Ogier dengan Volkswagen? Sepertinya IYA. Satu-satunya kekhawatiran bos tim Jost Capito adalah Jarri-Matti Latvala, yang nihil poin di Swedia dan Meksiko. Akankah dia mampu mengulangi kemenangannya musim lalu? Semoga saja.

Khusus buat Citroen dan M-Sport, reli ini akan jadi sesi testing buat mereka, yang akan melakukan upgrade di DS3 WRC dan Fiesta RS WRC sebelum Rally Portugal. Hyundai malahan sudah upgrade duluan, dengan paddle-shifter sudah terpasang di mobil i20 WRC besutan Thierry Neuville dan Dani Sordo (Hayden Paddon tetap akan menggunakan girboks sequential). Hanya saja, kita tidak akan melihat i20 generasi terbaru sampai tahun depan, jadi sabar saja.


Selain itu, pembalap asal UAE, Khalid Al-Qassimi akan menjalani reli pertamanya sejak Sardinia musim lalu. Berita mengejutkan justru datang dari Robert Kubica, yang memutuskan mengundurkan diri dari Rally Argentina, demi merestruktur tim dan mobil agar siap di Portugal bulan depan (Atau mau memperpanjang kumisnya?).

Sementara itu di kategori WRC-2, Abdulaziz Al-Kuwari kembali tampil setelah Meksiko, dengan beberapa pembalap reguler seperti Yuriy Protasov dan Nicholas Fuchs. Yang akan tampil dengan fasilitas wildcard adalah duo Paraguay S. Diego Dominguez dan Miguel Zaldivar. Juara WRC-2 Monte Carlo, Stephane Lefebvre juga akan bermain dengan Citroen DS3 R5-nya, tapi tidak akan mendapatkan poin dan lebih tertuju ke testing dan mengali pengalaman.

Tidak ada pembalap kategori WRC-3 dan Junior WRC yang tampil di Argentina.

Thursday, 16 April 2015

Para Ksatria di World Rallycross Championship 2015 (Part 1: CATCH SOLBERG IF YOU CAN)

Halo...!


Tak terasa World Rallycross Championship presented by Monster Energy, atau biasa disingkat WorldRX, akan segera kick-off di sirkuit Montalegre, Portugal tanggal 24 April mendatang, tapi sebelumnya mereka berkumpul dulu di Circuit de Catalunya di Barcelona, Spanyol untuk menampakkan diri dan memamerkan "senjata" mereka masing-masing. Siapa saja yang akan bertarung satu dengan yang lainnya di tahun ini? Ini dia:

Note: Karena banyaknya tim yang akan berpatisipasi sembuat saya harus membagi artikel ini menjadi 2-3 bagian. Thank's before.

1. SDRX (Citroen DS3 Supercar)


Ada yang berubah pada tim milik Juara bertahan Petter Solberg. Pertama, Solberg merekrut pembalap muda asal Inggris, Liam Doran untuk membesut Citroen DS3 kedua, sehingga nama tim berubah dari PSRX (Petter Solberg RX) menjadi SDRX (Solberg Doran RX). Kedua, kedatangan Doran juga dibarengi dengan sponsornya, Monster Energy yang juga merupakan sponsor utama World RX. Meskipun mereka berdua bernaung dalam satu tim, mobil mereka dibangun dan dirawat di 2 tempat yang berbeda, Norwegia untuk Solberg dan Inggris untuk Doran. Corak mobilnya juga berbeda. Warna Putih dan Silver mendominasi bagian depan DS3-nya Solberg, dengan bagian belakang dirasuki dengan warna hitam ala Monster Energy. Sedangkan Hitam tetap menjadi warna utama Doran di besutannya. Mereka akan mewakili Citroen dalam membendung dominasi Ford OlsbergMSE.

  • Petter Solberg (Norwegia, #1)

"Saya dan Liam menggunakan Citroen. Jadi kenapa tidak bersatu untuk tahun ini?" Itulah kata-kata pertama Solberg soal joint venture-nya dengan Doran. "Kami sudah membicarakan hal ini sejak akhir musim lalu. Saya ingin Liam bekerja dengan baik dan dia sadar itu. Jadi kami berdua akan bertarung untuk tahun ini"

Sudah jelas dia ingin mempertahankan gelarnya. Pria berusia 40 tahun yang dijuluki "Mr Hollywood" ini mengatakan bahwa tahun ini bakal sulit karena para rivalnya juga semakin tangguh dibandingkan sebelumnya. "Ini akan menjadi sangat sulit dan menantang" Kata Solberg. Well said..!

  • Liam Doran (Inggris, #33)

British Bomb, itulah julukan pemuda bengal berusia 28 tahun ini. Dia menjalani tahun yang sulit di 2014, dengan diskualifikasi di Hell RX Norwegia karena pelanggaran bahan bakar, dan SIM-nya sempat ditahan setelah insiden di tanah kelahirannya. Bagaimanapun, dia mengatakan bahwa tiada nama yang lebih besar dari Petter Solberg, dan bergabung di timnya sangat "Keren".

"Setiap pembalap ingin menang, begitu juga saya. Saya lebih termotivasi dari sebelumnya" Kata Doran, yang memenangi 4 balapan di tahun 2013, 2 sebagai pembalap dan 2 sebagai pemilik tim.

Good Luck, Lad..!

 2. Ford OlsbergMSE (Ford Fiesta ST Supercar)


Tim asal Swedia ini merupakan juara bertahan tim musim lalu di World RX dan juga di Red Bull Global Rallycross. Jadi tak ada alasan bagi mereka untuk kehilangan gelar tersebut. Nah untuk mendukung ambisi tersebut, mereka meluncurkan slogan baru, "Xtreme Forces" yang mencirikan ambisi mereka untuk mendominasi sektor rallycross. Selain itu mereka juga mendatangkan Juara Euro RX 2 kali Timur Tymerzyanov untuk mendampingi Andreas Bakkerud dan Reinis Nitišs, ketiganya ada di belakang sono. Yang didepan? Lupakan saja. Mereka adalah Joni Wiman dan Mitchelle De Jong, yang akan bermain di Red Bull GRC.

  • Andreas Bakkerud (Norwegia, #13)

Andreas Bakkerud sebelumnya menyabet 2 gelar di Euro RX kategori Super 1600, dan musim lalu dia berhasil menang 2 kali di Inggris dan Turki, hanya saja inkonsistensi membuatnya finish di posisi 5, kalah dari rekannya Nitišs yang ada di posisi 3.

Inilah yang membuat motivasinya semakin tinggi menjelang seri pertama di Portugal, dan menjadi suksesor Petter Solberg sebagai si Norwegia terbaik di RX. Semoga saja.


  •  Reinis Nitišs (Latvia, #15)
  
Bocah Latvia berusia 19 tahun ini mampu membuktikan dia tidak ingin sekedar main, tapi juga menang. 2 kemenangan dan 4 podium membuatnya bertengger di 3 besar klasemen musim lalu, mengalahkan rekannya Bakkerud. Bukan tidak mungkin Juara Euro RX Kategori Super 1600 2013 ini akan melakukannya lagi di tahun ini, selama dia masih merasa nyaman, dan dia menyukai atmosfir di tim ini, dan percaya ada momentum buat mereka. SEMANGAT..! GARS..!


  • Timur Timerzyanov (Rusia, #42)

Salah satu pembicaraan yang paling hot di paddock jelas, Timerzyanov bergabung ke Ford OlsbergMSE setelah "cerai" dengan Peugeot Hansen. Tapi bukan berarti juara Euro RX 2 kali ini harus mulai dari 0 untuk beradaptasi di tim, karena dia sudah pernah bermain dengan tim asal Swedia ini di balapan Red Bull GRC di Las Vegas, AS tahun 2012 silam.

Timerzyanov menjalani tahun 2014 yang biasa-biasa saja, dengan 1 podium ada di gengamannya, jadi dia "percaya 100% dengan tim ini" bisa berbicara banyak di atas trek tahun ini. Timerzyanov akan membalap dengan tim Red Bull/Viatti Namus OlsbergMSE, terpisah dari 2 rekannya. Namun Mr. Eriksson janji akan memperlakukan ketiga pembalapnya setara. Semoga saja.

3. Team Peugeot-Hansen (Peugeot 208 WRX)


Ambisius? YA untuk tim Peugeot Hansen, apalagi setelah tahun lalu mereka hanya menang sekali, jadi gak ada lagi alasan buat mereka untuk tidak kompetitif untuk musim 2015 ini. Nah untuk itu mereka merombak mobil mereka selama musim dingin. Hasilnya? New Peugeot 208 WRX, hasil kerjasama kru tim Hansen Motorsport di Swedia dan PSA Peugeot di Prancis. Selain itu mereka juga merekrut pembalap Prancis Davy Jeanney (permintaannya Peugeot kah?) untuk menemani Timmy Hansen. "Tahun lalu kami terlambat kompetitif, dan kami punya keuntungan dari pengalaman itu dan kami siap untuk seri pertama..!" Sahut bos tim, Kenneth Hansen. Jelas...
  • Timmy Hansen (Swedia, #17)

Anak dari bos tim Kenneth Hansen ini sebelumnya bermain di ajang-ajang single seater seperti Formula BMW dan Formula Renault dengan prestasi yang lumayan bagus dengan beberapa kemenangan berhasil disabetnya, sebelum akhirnya mengikuti jejak ayahnya ke lintasan rallycross, dan dia masih kompetitif dengan menang sekali musim lalu di ItaliaRX. Jadi dia tidak sabar untuk menang lagi di tahun ini.

"Saya pikir kami punya mobil yang potensial. Saya secara pribadi bekerja lebih keras dari sebelumnya. Saya merasa semakin siap dan inilah mobil terbaik sepanjang karirku."Katanya.
#SambilNunjukNunjukMobilnya.

  • Davy Jeanney (Prancis, #21)

Mungkin saja kesan pertama kamu melihat dia adalah seorang senior yang ingin bersenang-senang saja. Benar? SALAH. Jeanney merupakan juara ajang rallycross Prancis 2010 dan runner-up di ERX 2013, tahun percobaan sebelum World RX dimulai musim lalu. Setahun kemudian dia membalap di 2 tim, berawal di England RX dimana dia membalap untuk Albatec Racing, juga dengan Peugeot 208, dan kemudian dengan Monster Energy World RX. Posisi 17 dengan torehan 27 poin cukup untuk menjadi pembalap Prancis tercepat di World RX musim lalu.

Tapi kali ini tantangan terbarunya adalah mengatasi tekanan yang biasanya hadir di tim pabrikan, mengingat inilah pertama kalinya dia dikontraki tim semacam itu. "Saya kaget ketika mengemudi mobil ini untuk pertama kali karena mesinnya sangat powerful. Target saya adalah tampil progressif dengan beberapa podium, bahkan kemenangan" Jawab Jeanney dengan MANTAP..!

4. Marklund Motorsport (Volkswagen Polo RX)


Volkswagen? Si Dominator WRC itu? YES. Mereka nyaris saja menjuarai titel tim World RX musim lalu, jadi mereka melakukan perombakan besar-besaran untuk musim ini. Dimulai dari penunjukkan Michael Schneider sebagai manager tim, disusul dengan perekrutan nama beken rally P.G. Andersson untuk menemani Topi Heikkinen, runner-up musim lalu.

  • Toomas 'Topi' Heikkinen (Finlandia, #57)

Tidak salah memang kalo Topi Heikkinen dianggap sebagai salah satu bintang masa depan World RX. Alasannya? Simpel, pemenang kejuaraan rallycross Finlandia 2010 dan juara Red Bull GRC 2013 membuatnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Musim lalu dia selalu finish di 10 besar, salah satunya kemenangan di Belgium RX membuatnya mampu bertengger di posisi 2 klasemen, hanya kalah dari Petter Solberg. Sisu Power...!

  • Per-Gunnar 'P.G.' Andersson (Swedia, #45)
 
 Ada yang masih ingat dia? Ya, juara dunia Junior WRC 2 kali dengan Suzuki ini akan mengawali karienya di World RX dengan Marklund VW setelah sebelumnya mencicipi 2 race dengan Skoda dan Audi EKS RX. P.G akan menggantikan Anton Marklund, yang memutuskan meninggalkan tim milik ayahnya, Jan dan hijrah ke Audi EKS RX (Akan segera diulas).

"Kamu tidak bisa bayangkan betapanya gembiranya saya ketika Jan menelepon saya dan menawarkan kesempatan ini. Bermain di kejuaraan World RX dengan tim ini terasa sangat mengagumkan. Saya siap untuk tahun ini" Kata Anderson.

Bersambung....

Thursday, 2 April 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 12: WTF (What The Finland)??

Halo..!

Akhirnya setelah vakum, #FlatOutNews Rally hadir lagi di edisi yang ke-14 ini. Oke, kita langsung saja:

1. Olga Syahputra (1983-2015)


But first,  marilah kita memberikan sedikit penghormatan untuk Olga Syahputra, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 2015 kemarin, setelah bertarung selama setahun melawan radang selaput otak, penyakit yang juga mirip yang dialami mendiang Richard Burns, juara dunia WRC 2001.

 Kamu akan dimaafkan jika kamu mengira Olga tidak ada hubungannya dengan rally, tapi ada kok. Olga pernah menikmati sedikit pengalaman di dalam mobil reli ketika jadi bintang tamu di KFC Junior Rally Championship di bulan November 2009 (Aku gak tahu dimana lokasinya). Dia "bertandem" dengan Sean Gelael di dalam mobil Subaru Impreza R4.

Credit to: kapanlagi.com
Rest In Peace.
 
2. WTF (What The Finland)??


Tahun ini Rally Finlandia semakin menantang saja, tapi hal yang satu ini benar-benar edan. Gimana bisa gak edan, organizer-nya baru saja merilis rute untuk event tahun ini, dimana Hari pertama akan dibuat seperti marathon..!

Maksudnya, para pembalap akan menjalani hari pertama dengan menaklukkan lebih dari 157km NON STOP, TANPA SERVIS. Itu sama saja dengan menjalani separuh rally tanpa pitstop.

Selain itu, SS Ouninphoja yang dikenal dengan jalanannya yang mengalir dan cepat kembali ke format lama setelah tahun lalu hanya setengahnya saja, dan SS Ruuhimaki menjadi SS shakedown.

Asisten Clerk of the Course, Kari Nuutinen (saya sempat kira namanya Kari Nutella!)  mengatakan "Feedback dari kompetitor bahwa rute tahun lalu adalah yang terbaik sejauh ini, jadi target kami adalah membuatnya jadi lebih baik dengan perubahan seminim mungkin."

Persiapkan diri kalian, gentlemen..!

3. Tidemand ke Skoda



Masih ada yang ingat Pontus Tidemand? Ya, pembalap Swedia yang mampu memenangi Super SS di Rally Swedia bulan lalu dengan mobil spek WRC-2 ini baru saja menandatangani kontrak dengan Skoda untuk tampil di Asia Pacific Rally Championship. 

Coming soon: Fabia R5

"Saya tidak sabar dengan ini. Senang bisa bergabung dengan Skoda, salah satu pabrikan terbaik di rally." Tutur Juara dunia Junior WRC 2013 ini. Dia dan navigator Emil Axelsson akan mendampingi juara bertahan Jan Kopecky, dan akan memulai perjalanannya dengan Skoda Fabia S2000 di Rally of Whangarei di Selandia Baru, 17-19 April mendatang, dengan mobil baru Fabia R5 akan digunakan di akhir tahun

Belum jelas apakah dia juga akan membawa panji Skoda di ERC dan WRC, atau tetap bersama M-Sport dengan Ford Fiesta, begitu juga dengan statusnya sebagai pembalap part-time di tim EKS Audi di World RX.

4. Dari Argentina untuk Rakyat


Rally Argentina akan memberikan dukungan moral kepada rakyat Cordoba, yang mengalami musibah banjir bulan lalu yang memakan setidaknya 7 korban jiwa dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah Cordoba adalah daerah dimana Rally Argentina akan digelar tanggal 23-26 April mendatang.


Dilaporkan bahwa sepertiga dari rute event tersebut mengalami kerusakan dan pemerintah setempat bekerja keras untuk memperbaikinya. Mereka tidak akan merubah rutenya. Itu berarti lintasannya jadi berbeda dan memberikan tantangan tambahan kepada pembalap.

"Kami ingin mendukung penduduk Cordoba yang mengalami musibah ini. Rally Argentina sangat populer bagi keluarga-keluarga yang tinggal di sana dan kami percaya rutenya tidak akan berubah karena membalap melewati daerah itu akan menyemangatkan publik untuk membangun kembali kehidupan mereka." Kata koordinator umum David Eli.

Vamos Argentina..!

5. Toyota ketambahan anggota


Sepertinya Toyota tidak akan main-main dalam mempersiapkan comeback mereka di WRC tahun 2017 nanti. Baru-baru ini mereka merekrut pembalap muda Finlandia, Teemu Suninen untuk program pengembangan pembalap muda mereka. Suninen akan bertandem dengan pembalap Prancis, Eric Camilli, yang kebetulan merupakan rekan setimnya di Oreca Racing, yang berkompetisi di WRC-2.

Yaris siap untuk WRC 2017
Sunninen sendiri masih orang baru di rallying, setelah sebelumnya balapan di karting sampai tahun 2013, tapi langsung mencuri perhatian ketika dia, dengan navigator Juha-Pekka Jauhiainen memenangi Rally Finlandia yang tersohor di kategori WRC-3, padahal itu adalah kali pertama dia mengikuti rallying level antar-negara..!

Good Luck..!

6. Al-Qassimi ready for action & masih banyak lagi


 Ya, Al-Qassimi merupakan satu dari 14 pembalap kelas WRC yang akan beraksi di Rally Argentina akhir April ini. Dia akan berdampingan dengan navigator kawakan Inggris, Chris Patterson dalam mengendarai Citroen DS3. Hanya saja, dia tidak dapat mencetak poin untuk Citroen karena duo Kris Meeke dan Mads Ostberg.

Ini merupakan penampilan pertamanya di negeri Tango tersebut. Selain itu turut hadir di kategori WRC-2 adalah para pemimpin klasemen Jari Ketomaa, Nicholas Fuchs dan Yuriy Protasov. Masih ada lagi Stephane Lefebvre tapi dia tidak menominasikan Argentina untuk mencetak poin.

David Nalbandian akan beraksi di gravel dengan mobil, bukan dengan sepatu tenis

Turut hadir pula mantan petenis nomor 3 sedunia David Nalbandian, juara PWRC Rally Argentina 2007 Federico VIllagra, dan runner-up PWRC 2012 Marcos Ligato. Ketiganya akan bertanding dibawah kejuaraan nasional Argentina.