Tuesday, 17 November 2015

#LastDay WRC Wales Rally GB (Britania Raya) 2015: From WRC to Paris, and Anywhere

Setelah 2 kali gagal dalam 2 reli terakhir, Sebastien Ogier akhirnya meraih kemenangan kedelapan musim ini, dan juga hattrick di Wales Rally GB, setelah berhasil bertahan dari serangan oleh Kris Meeke, yang pada akhirnya harus puas finish kedua. Pembalap Volkswagen lainnya, Andreas Mikkelsen finish ketiga.

Mengheningkan cipta untuk Paris. Sumber: Red Bull Content Pool
Tapi trofi, poin dan hasil akhir tidak begitu berarti untuk semua pembalap, khususnya para pembalap asal Prancis, yang masih berduka karena serangan teroris di Paris, dan juga di tempat lainnya di dunia ini. 

Seluruh kontestan WRC kemudian mengheningkan cipta selama 1 menit di podium.

From WRC to Tricolore. Sumber: WRC
"Oke, menang disini adalah cara terbaik untuk mengakhiri musim ini, tapi tidak ada gunanya merayakan hal itu hari ini. Kami (para pembalap) memikirkan hal lainnya. Ini sangat sulit, tapi kita harus tetap maju...." Kata Ogier.

Gimana dengan musim 2016 mendatang?

"Tahun depan akan menjadi sulit. Sekarang waktunya untuk mengisi ulang tenaga dan pikiran untuk musim depan."

Yang penting jangan sering-sering menang tahun depan, kasihan yang lainnya....

Kris Meeke 2016? Sumber: Red Bull Content Pool
Podium kedua merupakan hasil terbaik yang bisa diberikan Kris Meeke untuk fans balap reli di seluruh wilayah Britania Raya. Meeke menjadi pembalap Britania pertama yang mampu naik podium di Wales Rally GB sejak tahun 2001.

Hasil tersebut, plus Mads Ostberg finish ketujuh juga berarti Citroen berhasil mengamankan posisi kedua di klasemen tim.

Tapi apakah itu cukup untuk mengamankan kursinya di Citroen untuk musim depan? "Saya harap urusan itu bisa beres secepatnya, tapi untuk sekarang i have no idea..."

Semoga saja dapat.
 
What a year, Andreas..! Sumber: Red Bull Content Pool

 The perfect season ends in perfect way untuk Andreas Mikkelsen. Dia mengakhiri musim ini di posisi ketiga, sama dengan musim lalu. Tapi Mikkelsen tampil jauh lebih konsisten dengan 9 podium berbanding 5 podium yang dia sabet di tahun 2014, termasuk salah satunya adalah kemenangan pertamanya di Spanyol bulan lalu.

"Saya senang dengan performaku, tapi sulit untuk berbuat lebih banyak lagi....Tahun depan saya harus lebih cepat dan konsisten" Kata Mikkelsen.

Meskipun duo Hyundai, Dani Sordo dan Hayden Paddon berhasil melengkapi 5 besar, hasil tersebut tidaklah cukup untuk mengkudeta Citroen dari tempat kedua di klasemen tim. Overall, tahun ini tergolong sulit untuk trio Hyundai (plus Thierry Neuville), meskipun Paddon mampu tampil lebih baik dari tahun lalu.

Elfyn Evans. Sumber: Red Bull Content Pool
Sementara itu pembalap M-Sport Elfyn Evans finish keenam, dan rekan setimnya Ott Tanak harus gagal finish setelah kecelakaan di SS16.

Meskipun harus penyelesaikan musim 2015 di urutan keempat (hasil terburuk sejak tahun 2010), sebenarnya tidak juga. Malahan mengingat tim perwakilan Ford di WRC tersebut memiliki 2 pembalap yang sama-sama masih muda, M-Sport masih punya kapasitas untuk bersaing, apalagi performa mobil Ford Fiesta RS Evo2 tergolong cukup memuaskan, terutama di reli aspal yang selama ini menjadi kelemahannya Ford. Better luck next time.
 
Bocah ingusan bertalenta, Stephane Lefebvre. Sumber: Red Bull Content Pool

2 pembalap Citroen lainnya, Ostberg dan Stephan Lefebvre masing-masing finish ketujuh & kedelapan. Sebaiknya kita patut perhatikan bocah bertalenta asal Prancis tersebut musim depan.
Kubica, Don't go..! Sumber: @WalesRallyGB
Robert Kubica mengakhiri musim keduanya di WRC yang sulit dengan finish kesembilan, plus 1 poin dari Power Stage. Sama seperti Meeke, masa depan Kubica di WRC masih simpang siur. Apakah mau stay di WRC, atau harus turun ke kelas WRC-2 yang membesarkan namanya di dunia balap reli, atau kembali ke balapan sirkuit, kali ini di balap turing Jerman DTM?

Lorenzo Bertelli berhasil meraih poin keduanya di musim pertamanya dengan mobil WRC setelah finish kesepuluh.

Coffee, tea or US? Sumber: @OpensTightens
Jari-Matti Latvala, apa kabar? 

Untuk kedua kali berturut-turut dia harus tunduk kepada kekuasaan Sebastien Ogier, dan 2 kali restart di reli ini juga tidak membantunya melupakan musim ini. Setidaknya dia masih bisa memenangi Power Stage, dan menikmati kopi, teh, atau apapunlah itu...

Teemu Suninen memenangi kelas WRC-2. Sumber: Red Bull Content Pool
Sementara itu di kelas WRC-2, duo Toyota berhasil menguasai posisi 1-2 dengan mobilnya masing-masing. Tapi tidak seperti hari pertama & kedua dimana Eric Camilli memimpin dengan Ford Fiesta R5, di hari terakhir justru Teemu Suninen yang berhasil memenangi reli dengan mobil tuanya, Skoda Fabia S2000.

Suninen berhasil memanfaatkan kesialan Camilli, dimana mesin mobilnya bermasalah di 2 SS terakhir. Craig Breen finish ketiga dengan Peugeot 208 R5.

Di sisi lainnya, meskipun harus gagal finish di hari kedua karena kecelakaan dan kemudian menyelesaikan reli di luar 10 besar, Yuriy Protasov berhasil menjadi vice champion dengan Ford Fiesta RRC-nya.

Gianluca Linari. Sumber: subaru.com.au
Joan Carchat berhasil memenangi sub-kelas WRC-2 Production Cup, tapi finish ketiga sudah cukup untuk Gianluca Linari & navigator Nicola Arena menjadi juara, meskipun mesin di Subaru Impreza N15-nya bermasalah di SS pertama + protes dari Carchat.

Sesuai dengan artikel yang saya tulis, mereka tercatat di buku sejarah reli sebagai juara dunia terakhir kelas Production Cup.

Ole Veiby memenangi kelas WRC-3 / Junior WRC. Sumber: @JuniorWRC
Ole Christian Veiby berhasil meraih kemenangan pertamanya di Wales, dan karena Veiby berkompetisi di WRC-3 dan Junior WRC, itu berarti dia meraih 2 kemenangan sekaligus. Kemenangan tersebut turut membawa Veiby, yang juga berkompetisi di World Rallycross Championship, ke posisi runner-up di kedua kelas tersebut. 

Gilbert & Jamoul. Sumber: snaplap.net
Di sisi lain, finish ketiga sudah cukup untuk Quentin Gilbert & navigator Renaud Jamoul menjadi juara WRC-3. Ditambah dengan gelar Junior WRC yang sudah digenggam di Tour de Corse bulan lalu, Gilbert berhak menyandang status sebagai double champions.

Kita akan melihatnya beraksi di 6 seri WRC-2 dengan Citroen DS3 R5.

Oke, that's it for now....
Sampai jumpa di musim 2016..!

2015 Wales Rally GB: Overall standings after Stage 19 (Top 20):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 3hr 03m 02.0s M
2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 26.0s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 36.2s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 51.3s M
5. Hayden Paddon Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 00.5s M
6. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +3m 09.1s M
7. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +4m 28.4s M
8. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +5m 38.4s
9. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +6m 22.7s
10. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC +8m 05.0s M

11. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 +11m 59.4s WRC2
12. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +12m 18.6s WRC2
13. Craig Breen Peugeot 208 T16 +13m 01.4s WRC2
14. Josh Moffett Ford Fiesta RS WRC +16m 53.1s
15. Sam Moffett Ford Fiesta RS WRC +17m 06.3s
16. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +18m 13.5s WRC2
17. Jaroslaw Koltun Ford Fiesta R5 +21m 08.7s WRC2
18. Nicolass Fuchs Ford Fiesta R5 +21m 20.1s WRC2
19. Quentin Giordano Citroen DS3 RRC +25m 06.9s WRC2
20. David Higgins Subaru WRX STi +27m 05.4s

Others

21. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +27m 50.7s M
22. Nil Solans Peugeot 208 T16 +28m 43.2s WRC2
51. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +1h 24m 19.3s M


Wales Rally GB: Power Stage / SS19 (Top 3):

1. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC 6m 50.3s M
2. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 02.4s M
3. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +0m 05.9s

NOTE: Top three finishers in Power Stage are awarded bonus points. 1st = 3 points; 2nd = 2 points; 3rd = 1 point


WRC2 standings after Stage 19 (Top 10):

1. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 3h 15m 01.4s WRC2
2. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +0m 19.2s WRC2
3. Craig Breen Peugeot 208 T16 +1m 02.0s WRC2
4. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +6m 14.1s WRC2
5. Jaroslaw Koltun Ford Fiesta R5 +9m 09.3s WRC2
6. Nicolass Fuchs Ford Fiesta R5 +9m 20.7s WRC2
7. Quentin Giordano Citroen DS3 RRC +13m 07.5s WRC2
8. Nil Solans Peugeot 208 T16 +16m 43.8s WRC2
9. Joan Carchat Mitsubishi Lancer Evo X +20m 13.2s WRC2
10. Massimiliano Rendina Mitsubishi Lancer Evo X +23m 55.8s WRC2


WRC3 / JWRC standings after Stage 19:

1. Ole Christian Veiby Citroen DS 3 R3T Max 3h 36m 38.0s WRC3/JWRC
2. Fabio Andolfi Peugeot 208 VTi R2 +3m 24.2s WRC3
3. Quentin Gilbert Citroen DS 3 R3T Max +4m 53.8s WRC3
4. Terry Folb Citroen DS 3 R3T Max +16m 14.5s WRC3/JWRC
5. Louis-Pierre Loubet Citroen DS 3 R3T Max +18m 23.5s WRC3/JWRC
6. Williams Wagner Citroen DS 3 R3T Max +38m 59.3s WRC3/JWRC


Notable retirements:

SS2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Went off M*
SS3. Thierry Neuville Hyundai Motorsport N i20 WRC Lost a wheel M*
SS3. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC Mechanical

SS8/9. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Broken driveshaft M**
SS11. Thierry Neuville Hyundai Motorsport N i20 WRC Rolled M
SS12/SS13. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC Accident on road section M**

SS16. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC Crashed M

M denotes Manufacturer entry

*denotes re-started under Rally 2 on Saturday
**denotes re-started under Rally 2 on Sunday

all times unofficial

Sunday, 15 November 2015

#Day2 WRC Wales Rally GB (Britania Raya) 2015: "I'm on My Way...."

Sumber: Red Bull Content Pool
Sebastien Ogier masih memimpin Wales Rally GB, dan kali ini dia mengandakan keunggulannya yang sebelumnya 13 detik menjadi 35 detik dari pembalap tuan rumah Kris Meeke.

Sumber: Red Bull Content Pool
Sebenarnya Kris sempat memimpin setelah SS11 dimana Ogier harus kehilangan waktu akibat insiden yang dialami Thierry Neuville (Yap, rolled). Tapi Ogier kemudian request kepada panitia untuk memberikan diskon waktu sebagai pembalap yang paling dirugikan atas insiden tersebut, dan kemudian mendapatkan kompensasi waktu sebanyak 31 detik.

Tidak salah memang, meskipun saya sebenarnya berharap tidak sebesar itu.

Andreas Mikkelsen masih berada di posisi ketiga, meskipun kali ini dia tidak lagi dibayangi oleh Mads Ostberg, melainkan oleh Ott Tanak yang sukses naik 2 posisi setelah Dani Sordo mengalami masalah dengan girboks di Hyundai i20-nya.

Sumber: Red Bull Content Pool
Sordo masih stay di posisi kelima, tapi sekarang dia hanya unggul sekitar 18 detik dari rekannya Hayden Paddon, yang juga mengalami masalah yang sama + tabrakan dengan Martin Prokop di road section . Paddon mengakhiri dengan 'bayangan' dari pembalap tuan rumah lainnya Elfyn Evans, yang kini hanya terpaut 5 detik.

Mads Ostberg harus turun dari P4 ke P8 setelah pecah ban di SS8 membuatnya kehilangan 1 menit. Setidaknya itu masih cukup untuk Citroen menjadi sub-champion di klasemen tim, jika Ostberg dan Meeke mampu bertahan.

Sumber: Red Bull Content Pool
Pembalap Citroen lainnya Stephane Lefebvre sejauh ini mampu tampil konsisten dengan DS3-nya dan berada di posisi kesembilan, unggul 1 menit dari Robert Kubica, yang mampu naik 4 spot meskipun hanya mempunyai penggerak roda belakang di Ford Fiesta sebelum malam hari.

Itu berarti Lorenzo Bertelli (no relation to recently crowned MotoGP Champion) harus keluar dari 10 besar.

Sumber: Red Bull Content Pool
Another mishap day for Jari-Matti Latvala. Petualangannya di hari kedua Wales Rally GB harus berakhir terlalu cepat karena kerusakan di poros penggerak VW Polo R-nya, dan akan kembali restart untuk hari ketiga. Setidaknya Latvala masih beruntung, karena Thierry Neuville harus gagal finish secara permanen, setelah rollcage di i20-nya rusak karena terguling di SS11.


Bisa dibilang Martin Prokop mengalami kecelakaan yang paling aneh sepanjang karirnya, karena di road section setelah SS12 dia bertabrakan dengan Hayden Paddon, mirip dengan yang dialami Sebastien Loeb dan Conrad Rautenbach di Yordania 2008. Paddon tetap cuss, tapi Ford Fiesta RS-nya Prokop rusak parah, dan akan restart.

Loeb says "I know dat feel"

Sedikit modifikasi di bendera untuk Paris. Sumber: @MiikaWourela
 Sementara itu di kelas WRC-2, duo Toyota Eric Camilli dan Teemu Suninen masih berkuasa, dan kali ini Camilli, yang mengemudi Ford Fiesta R5 unggul 35 detik dari Suninen yang mengandalkan Skoda Fabia S2000.

Yuriy Protasov harus kandas di SS10, dan itu berarti posisi ketiga kini dimiliki Craig Breen. Buat Abdulaziz Al-Kuwari posisi keempat tetap tidak cukup untuknya, yang memburu posisi runner-up di klasemen. Dia harus finish di 3 besar untuk mendapatkannya.

Hari terakhir Wales Rally GB, yang juga menjadi hari penutup WRC musim 2015 akan segera dimulai, jadi welay di wedyn alias see you later..!

2015 Wales Rally GB: Overall standings after Stage 15 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 2hr 40m 25.2s M
2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 35.7s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +1m 00.4s M
4. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 41.1s M
5. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 55.8s M
6. Hayden Paddon Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 13.9s M
7. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +3m 18.3s M
8. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +4m 21.9s M
9. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +5m 32.6s
10. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +6m 31.8s

Others

11. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC +7m 24.7s M
12. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +10m 08.9s WRC2
13. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 +10m 43.9s WRC2
14. Craig Breen Peugeot 208 T16 +12m 23.4s WRC2
15. Josh Moffett Ford Fiesta RS WRC +14m 53.5s
16. Sam Moffett Ford Fiesta RS WRC +15m 15.2s
17. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +16m 12.0s WRC2


WRC2 standings after Stage 15 (Top 3):

1. Eric Camilli Ford Fiesta R5 2h 50m 34.1s WRC2
2. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 +0m 35.0s WRC2
3. Craig Breen Peugeot 208 T16 +2m 14.5s WRC2


Notable retirements:

SS2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Went off M*
SS3. Thierry Neuville Hyundai Motorsport N i20 WRC Lost a wheel M*
SS3. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC Mechanical

SS8/9. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Broken driveshaft M
SS11. Thierry Neuville Hyundai Motorsport N i20 WRC Rolled M*
SS12/SS13. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC Accident on road section M

M denotes Manufacturer entry

*denotes re-started under Rally 2 on Saturday

Saturday, 14 November 2015

#Day1 WRC Wales Rally GB (Britania Raya) 2015: Friday the 13th Paradox (Again)

Don't Stop Me Now...
Don't Stop Me Now....

Sumber: @OfficialWRC

Sebastien Ogier (masih fresh dari insiden di Spanyol bulan lalu) menguasai hari pertama Wales Rally GB, dengan memenangi 5 dari 6 SS dan unggul 13 detik dari pembalap tuan rumah Kris Meeke.

Latvala di SS2. Sumber: @OfficialWRC
Jika kamu adalah fans Jari-Matti Latvala dan berharap Ogier kena sial lagi seperti yang terjadi di Spanyol, kamu akan kecewa karena justru Latvala yang terkena 'Kutukan Friday the 13th', setelah mobilnya nyungsep kedalam parit di SS2 di Sweet Lamb. 

Mikkelsen bersama legenda WRC dan juara World RX: Petter Solberg
Pembalap yang sukses mengunci posisi 3 adalah Andreas Mikkelsen. Sebenarnya penampilannya di hari pertama sangatlah memuaskan karena dia sakit, dan harus terbang ke Jerman pada hari Kamis untuk tes medis. Alhasil, Mikkelsen melewatkan sesi shakedown dan ceremonial start.
 
Ostberg dengan Citroen DS3. Sumber: Red Bull Content Pool
Rekan Setim Meeke, Mads Ostberg berada di posisi keempat, dan sejauh ini cukup untuk Citroen berada di depan Hyundai di klasemen tim. Duo Hyundai Dani Sordo & Hayden Paddon berada di posisi 5 dan 7, 'dipisahkan' oleh duo M-Sport Ott Tanak dan pembalap tuan rumah lainnya, Elfy Evans (posisi 6 dan 8).

Lorenzo Bertelli dan Stephane Lefebvre melengkapi 10 besar.

Soal 'Kutukan Friday the 13th', Latvala bukan satu-satunya pembalap yang mengalaminya.


Hyundai i20 besutan Neuville harus kandas. Sumber: @frank_wrc
Thierry Neuville, yang didemotasi ke tim Hyundai B kehilangan roda kiri-belakang di i20-nya di SS3, dan akan restart di hari kedua. Setidaknya Neuville masih beruntung bisa restart, karena rekan setimnya Kevin Abbring harus gagal finish karena masalah di sistem pendinginan mobilnya.

Kutukan tersebut juga menghantam Robert Kubica.

This girl is on fire...Sumber: @OfficialWRC
Kubica, yang masa depannya di WRC masih berupa tanda tanya mengalami hari pertama yang buruk. Pertama, pecah ban di SS3. Kedua, mesin Ford Fiesta RS-nya mengalami overheating setelah SS6. Setidaknya dia masih beruntung bisa menyelesaikan hari pertama di posisi 12.

Camilli memimpin sementara kelas WRC-2. Sumber: @MRC_OFFICIEL
Sementara itu pembalap junior Toyota Eric Camilli memimpin kelas WRC-2 dengan Ford Fiesta R5, unggul 9 detik dari rekannya di Toyota, Teemu Suninen dengan Skoda Fabia S2000. Camilli mengambil alih pimpinan lomba dari pembalap semi-lokal Craig Breen setelah Peugeot 208 R5-nya menghantam batu di SS4, dan memecahkan salah satu bannya.

Breen berasal dari Rep. Irlandia yang bukan bagian dari kerajaan Inggris, tapi navigatornya Scott Martin membalap dengan bendera Inggris.

Yuriy Protasov. Sumber: Red Bull Content Pool
Penghuni tempat ketiga sementara adalah Yuriy Protasov. Posisi runner-up di klasemen sejauh ini aman karena Abdulaziz Al-Kuwari stuck di tempat keenam.

Ole Veiby di kelas WRC-3. Sumber: Red Bull Content Pool
 Pembalap World RX Ole Christian Veiby memimpin kelas WRC-3, dengan margin sebesar 20 detik dari Fabio Andolfi, dan pembalap tuan rumah Chris Ingram menempati posisi ketiga. Sementara itu Quentin Gilbert, yang sedang memburu gelar kelas ini berada di posisi keenam, tapi itu bukan lah masalah baginya, karena rivalnya Simone Tempestini berada di posisi kesepuluh.

Btw, sebagai bonus ini dia galeri foto-foto tentang Alm. Colin McRae di pusat reli di Deeside:

Sumber: @harryhundakar
 
2 navigator terbaik bersama McRae: Nicky Grist & Derek Ringer.   Sumber: @rallytravel


Sumber: @henryhopefrost

 2015 Wales Rally GB: Overall standings after Stage 6 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 1hr 16m 03.5s M
2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 13.5s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 31.4s M
4. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 43.0s M
5. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 18.7s M
6. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 34.9s M
7. Hayden Paddon Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 03.5s M
8. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 21.6s M
9. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC +3m 21.5s M
10. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +3m 25.4s

Others

11. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +3m 43.3s M
12. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +4m 33.2s
13. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +4m 56.0s WRC2
14. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 +5m 05.4s WRC2
15. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +6m 00.2s WRC2
16. Eyvind Brynildsen Skoda Fabia R5 +6m 03.5s WRC2


WRC2 standings after Stage 6 (Top 3):

1. Eric Camilli Ford Fiesta R5 1h 20m 59.5s WRC2
2. Teemu Suninen Skoda Fabia S2000 +0m 09.4s WRC2
3. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +1m 04.2s WRC2


Notable retirements:

SS2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC Went off M
SS3. Thierry Neuville Hyundai Motorsport N i20 WRC Took a wheel off M
SS3. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC Mechanical

M denotes Manufacturer entry

all times unofficial

Read more at http://www.crash.net/wrc/news/225123/1/ogier-maintains-lead-on-wales-rally-gb.html#I3BKi6V9ZdqCs9VT.99

Friday, 13 November 2015

#FirstLove: Subaru Impreza WRX STi Colin McRae's 1995 Title Tribute

Minggu, 22 November 1995 di Chester, Inggris...



Subaru Impreza 555 besutan Alm. Colin McRae dan navigator Derek Ringer melintasi SS terakhir di RAC Rally (Sekarang Wales Rally GB) dan menjadi juara dunia World Rally Championship musim 1995.

McRae menjadi pembalap asal Britania Raya pertama sekaligus pembalap termuda yang sukses meraih gelar tersebut, dan kedua rekor tersebut masih bertahan hingga kini.


Kini, 20 tahun kemudian, dan juga 8 tahun setelah kematiannya yang tragis, warna biru khas Subaru lengkap dengan logo sponsor 555 yang ikonik (meskipun harus disensor karena aturan iklan Uni Eropa dan Britania Raya) akan kembali beraksi di jalanan lumpur khas Wales.

Ladies and Gentleman, Please Welcome...Subaru Impreza WRX STi NR4...!


Mobil yang sebelunya sudah terjun di kejuaraan Rally America tersebut disiapkan oleh JRM Racing, yang dikenal dengan partisipasinya di World Rallycross Championship bersama MINI. Tidak seperti saudara tuanya yang berspesifikasi Group N/R4, Impreza NR4 memakai model sedan.


Mobil ini ditenagai oleh mesin 2 liter flat four + turbo, yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 280 tenaga kuda beserta girboks manual 5-kecepatan plus dog gear buatan Hewland. Selain itu JRM, yang bekerjasama dengan tim Subaru Technica International (STi) asal Jepang juga melakukan improvisasi pada bodywork dan suspensi.


Tim Subaru of America, yang berperan sebagai tim yang berpatisipasi di Wales Rally GB nanti memutuskan untuk memilih pembalap asal Isle of Mann, juara Rally America 7 kali David Higgins sebagai jokinya.

Higgins, yang juga mencatatkan 16 penampilan di WRC tersebut sudah mengetes mobil tersebut di Wales. Ini dia foto-fotonya:


"Colin adalah seorang pria yang membuat pembalap seperti saya percaya bahwa kita bisa membangun karir yang hebat di dunia balap reli, dan bersama Richard (Burns, juara dunia WRC 2001) yang datang tak lama setelah Colin, kami beutang banyak kepada mereka." Kata Higgins.



Subaru Impreza WRX STi NR4 No. 75 tersebut menjadi mobil pertama yang akan dilepas dalam acara ceremonial start.

Thursday, 12 November 2015

#Preview WRC Wales Rally GB (Britania Raya) 12-15 November 2015

In The End....

 Setelah 11 Bulan, 12 reli, total 3923.6 km dari 211 SS, semua pembalap dan kru tim akan beraksi untuk terakhir kalinya di musim 2015 di Wales Rally Great Britain (Britania Raya).

 The Challenge

Bicara soal reli ini, kita pasti membayangkan satu hal: mud, atau lumpur. Itu memang benar, tapi yang harus kita ingat adalah Wales Rally GB bukan hanya soal lumpur.


Musim dingin yang segera datang di Inggris Raya membuat jalanan menjadi sulit bukan hanya karena karakternya yang tergolong cepat dan mengalir, tapi juga beberapa 'hadiah' dari alam seperti hujan, dan bahkan salju dan es bisa saja hadir (meskipun kecil kemungkinan hal ini terjadi).



Untuk ketiga kalinya, Wales Rally GB akan berpusat di Deeside, sebuah kota industri kecil di perbatasan Wales-Inggris. Meskipun begitu, para pembalap dan navigator harus siap menghadapi hari pertama dengan total jarak 133.68 km dan 6 SS (termasuk SS favorit fans, Sweet Lamb dan Myherin, SS terpanjang di reli ini) tanpa mid-day service, hanya boleh isi ulang bahan bakar dengan ganti ban.

 Untuk kedua kali berturut-turut mereka harus menghadapi semuanya sendiri ("Aku capek mas..!")


 Sementara itu hari kedua merupakan hari terpanjang di reli ini dengan 9 SS sepanjang 142.28 km, termasuk 2 SS di malam hari. Karena gravel di Wales lebih condong basah, tentu saja para pembalap tidak akan komplain seperti di Australia (dimana pembalap yang start kedua, dst mengeluhkan debu yang masih mengambang), meskipun mereka punya hak untuk melakukan itu.

Reli ini akan ditutup di hari minggu (ketiga) dengan 4 SS sepanjang 36.20 km, dan Power Stage di Brenig akan menutup WRC musim 2015.

 Attention Please..!

Jujur saja, tidak banyak ide yang saya bisa tulis di postingan ini...


 Citroen masih 'memimpin' persaingan demi posisi kedua di klasemen pabrikan dengan 206 poin, sementara itu Hyundai hanya tertinggal 4 poin.


Untuk itu, Hyundai memutuskan untuk mendemotasi Thierry Neuville ke Tim B Hyundai, dan Hayden Paddon dipromosikan ke Tim A bersama Dani Sordo, yang baru saja meraih podium pertamanya musim ini di Spanyol.

Dengan tekanan besar yang berada dalam diri Paddon dan Sordo, apakah mereka bisa mengalahkan Kris Meeke & Mads Ostberg demi tempat kedua? Kita lihat saja nanti.

Bagaimana dengan M-Sport?


 Kans mereka untuk mengkudeta posisi kedua tersebut mulai menjauh dari tim asal Cumbria, Inggris tersebut setelah kegagalan Elfyn Evans dan Ott Tanak di Spanyol, dan M-Sport sekarang berada di tempat keempat dengan 173 poin. Secara matematis sih masih mungkin, tapi percayalah, ini tugas yang sulit untuk mereka.

Kita beralih ke WRC-2. Dan karena Nasser Al-Attiyah sudah resmi menjadi juara dunia kelas tersebut, mari kita fokus di perebutan posisi runner-up klasemen pembalap.  

Ini dia daftar pembalap & navigator yang masih berpeluang untuk tempat tersebut.

No.
Pembalap & Navigator
Poin
1.
Yuriy Protasov & Pavlo Cherepin
90
2.
Esapekka Lappi & Janne Ferm
88
3.
Pontus Tidemand & Emil Axelsson
86
4.
Abdulaziz Al-Kuwari & Marshall Clarke
76
5.
Jari Ketomaa & Kaj Lindstrom
67
 

 Sebelumnya, kita coret dulu Esapekka Lappi karena sudah memenuhi jatah reli yang boleh diikuti sepanjang musim ini (7 reli).



Jika kita melihat klasemen tersebut, ada 4 pembalap yang masih berpeluang menjadi vice-champion. Hanya saja, keputusan Skoda untuk menarik Pontus Tidemand dan Jan Kopecky dari entry list membuat persaingan sedikit lebih mudah dibaca....


...Dan semakin mudah karena Jari Ketomaa juga harus mengundurkan diri. Tidak diketahui alasannya, tapi bisa dipastikan cedera mata yang dialaminya pasca kecelakaan di Rally Portugal membuatnya harus istirahat agar bisa fit untuk musim depan. Dia akan digantikan oleh pembalap asal Peru, Nicolas Fuchs.

Alhasil, hanya Yuriy Protasov dan Abdulaziz Al-Kuwari yang masih berpeluang untuk tempat kedua di klasemen akhir.



Protasov mempunyai misi yang 'mudah tapi sulit' di Wales. Mudah, karena dia cukup finish di depan Al-Kuwari untuk menyegel posisi runner-up. Sulit, karena ini adalah reli pertamanya di Wales sebagai pembalap kelas WRC-2. Protasov sebenarnya sudah 2 kali tampil di Wales, hanya saja kedua-duanya lebih ditujukan untuk 'cari pengalaman' daripada 'cari poin'.


 Sedangkan misi yang harus diselesaikan Al-Kuwari lebih berat. Runner-up tahun 2013 tersebut harus menang, sementara itu Protasov finish kelima atau lebih buruk. 

Ini jelas akan menjadi menarik untuk disimak.


Sementara itu ada 3 pembalap yang berpeluang menjadi juara Production Cup yang terakhir kalinya (Jika kamu ingin tahu kisahnya, silahkan klik DISINI): Max Rendina, Gianluca Linari dan Joan Carchat. Jarak antara Rendina sebagai pemimpin klasemen dengan Carchat, yang berada di posisi ketiga adalah 20 poin.

Sama seperti di kelas WRC-2, 2 kandidat juara harus undur diri dari reli terakhir di musim ini. Pertama adalah Gianluca Linari, yang memutuskan untuk tidak bertolak ke Wales setelah kap mesin Subaru Impreza-nya terbuka, membuat pasir masuk ke dalam mesin dan membuat mobil tersebut tidak dapat digunakan.


Max Rendina? Well, dia mulai gila (lagi).

Sebenarnya dia sudah memenuhi kuota 7 reli yang diperbolehkan, hanya saja dari entry list yang dirilis oleh panitia Max terdaftar sebagai navigator (!) dan navigatornya sendiri Emanuele Inglesi menjadi pembalapnya. Jelas Max yang akan mengemudi.

Alhasil, Joan Carchat-lah yang paling berpeluang menjadi juara, dengan syarat dia harus menang. Itu saja.


WRC-3 menjadi satu-satunya kelas yang juaranya akan ditentukan di Wales. Quentin Gilbert, yang baru saja dinobatkan menjadi juara kelas Junior WRC) mempunyai kesempatan untuk menjadi double champions, dengan keunggulan 19 poin dari Simone Tempestini.

Itu berarti dia cukup finish minimal di posisi ketujuh, tidak peduli apakah Tempestini menang atau tidak.