Monday, 24 August 2015

#LastDay WRC Rally Jerman 2015: Match Point untuk Ogier & VW + #PrayersForJustin

Sebelum itu, saya mengucapkan turut prihatin atas kecelakaan yang menimpa pembalap Indycar dan Formula E, Justin Wilson di balapan Pocono 500. Cepat sembuh kawan, kami berdoa untukmu...


 
So it ends briliantly for Volkswagen...


Karena mereka telah menyelesaikan misi yang belum tercapai sebelumnya: menang di kampung halaman mereka. Bukan cuma itu, VW mampu membawa ketiga pembalapnya di atas podium, dengan Sebastien Ogier keluar sebagai pemenang, diikuti oleh Jari-Matti Latvala dan Andreas Mikkelsen.

Pesta pun dimulai, dan inilah match point untuk Ogier dan VW mengunci gelar ketiga mereka masing-masing di Australia.

Kemenangan ini juga membuat Ogier kini selevel dengan Marcus Gronholm di peringkat kedua di daftar kemenangan terbanyak di WRC. "Ini sangat melegakan. Tekanan terus hadir sepanjang weekend dan kami mengkonversinya menjadi 1-2-3. Ini adalah akhir minggu yang fantastis dan saya sangat bangga. Well done to everybody. Saya sangat senang."

Sementara itu saingan terdekatnya di klasemen, Latvala pun harus puas dengan posisi keduanya. Tapi setidaknya dia mampu mematahkan dominasi Ogier di Power Stage dengan merebut 3 poin di SS terakhir (Ogier sendiri selalu memenangi Power Stage selama 7 reli berturut-turut).

"Jujur saja, performanya di SS Panzerplatte Long (2 SS terpanjang yang jadi penentu) sangatlah hebat. Biasanya, SS itu sangatlah nice untukku, tapi tahun ini saya tidak merasakannya. Saya ingin mengulangi suksesku di Finlandia, tapi Seb terlalu bagus di akhir minggu ini."

Dan Mikkelsen? Gimana dengan podium keenammu musim ini?
"Saya merasa agak bosan...."
Well said, Andreas. Dan kamu gak sendiri...


Gelar 'Pembalap non-VW terbaik' kali ini jatuh kepada Dani Sordo dengan finish keempat, diikuti oleh rekannya Thierry Neuville. Setidaknya ini kelegaan besar untuk Sordo, yang akan digantikan oleh Hayden Paddon di Australia.

Sementar itu Elfyn Evans tetap membuktikan kapasitasnya sebagai jagoan aspal dengan finish keenam. Memang sih, turun 2 posisi dibandingkan tahun lalu, tapi dengan ketiga pembalap VW berada di atasnya, ini tetaplah sebuah pencapaian yang hebat. Evans juga mampu meredam tekanan dari Mads Ostberg, yang finish ketujuh.

Ostberg dan Kris Meeke, yang hanya mampu finish ke-12 hanya punya 1 kesempatan lagi untuk merayu bos tim Yves Matton menyodorkan kontrak baru, dan itu di Australia.

Mission accomplished untuk Lefebvre
 Hayden Paddon hanya bisa finish kesembilan setelah masalah dengan turbo di Hyundai i20-nya membuat Rally Jerman untuknya menjadi berantakan, dan ini bukan modal bagus untuk Rally Australia. Dan misi selesai untuk new boy, Stephane Lefebvre dengan melengkapi 10 besar. Matton pasti tersenyum, dan Kris dan Mads semakin murung.

Di luar 10 besar ada Kevin Abbring (ke-11), Meeke (ke-12), dan Robert Kubica (ke-35). Rally Jerman kali ini tidak bersahabat untuk para pembalap privat. Setelah masalah-demi-masalah yang menimpa Kubica, Jaroslav Melicharek harus berhenti karena masalah teknis, giliran Martin Prokop yang harus menyerah karena 2 kali ban mobilnya pecah.

Kubica dan Prokop akan absen di Rally Australia, dan akan kembali di Tour de Corse.


Selebrasi VW semakin lengkap karena kesuksesan Skoda meraih kemenangan ketiganya musim ini, dan kali ini juara bertahan APRC, Jan Kopecky lah yang mewakili Skoda di podium tertinggi. Eric Camilli menyelamatkan reputasi Ford dengan finish kedua, dan Quentin Giordano membawa Citroen-nya ke 3 besar. Nasser Al-Attiyah hanya bisa finish keempat dengan mobil barunya, tapi itu cukup untuk naik ke peringkat pertama di klasemen, menggusur Esapekka Lappi yang hanya finish ke-12. Al-Attiyah akan kembali ke kursi Ford Fiesta RRC di Australia.

Btw, setidaknya ada 7 pembalap yang masih punya kesempatan untuk merebut gelar WRC-2. Mereka adalah:
  1. Nasser Al-Attiyah, 72 poin dari 5 reli
  2. Esapekka Lappi, 70 poin dari 5 reli
  3. Jari Ketomaa, 67 poin dari 5 reli
  4. Yuriy Protasov, 62 poin dari 4 reli
  5. Pontus Tidemand, 61 poin dari 4 reli
  6. Abdulaziz Al-Kuwari, 57 poin dari 4 reli
  7. Jan Kopecky, 40 poin dari 2 reli
Setiap pembalap punya jatah maksimal 7 reli untuk diikuti, dengan 6 hasil terbaiklah yang dihitung.

Tapi sebelmnya, kita 'buang' dulu Tidemand dan Kopecky karena mereka juga fokus di ajang lainnya. 

Kesimpulannya, Al-Attiyah punya modal bagus untuk mempertahankan gelar juaranya, tapi Esapekka Lappi semakin mendekat. Sementara itu Ketomaa dan Protasov siap curi-curi kesempatan dan Al-Kuwari tetap menguntit.

Oke, cukup sudah. Sembari menunggu untuk Rally Australia, laporan balap World Rallycross Championship di Hell, Norwegia sedang digarap, jadi stay tuned!

2015 Rallye Deutschland: Overall standings after Stage 21 (Top 20):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 3hr 35m 49.5s M
2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 23.0s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +1m 56.6s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 09.3s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 33.8s M
6. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 52.1s M
7. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +3m 12.5s M
8. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +4m 26.6s M
9. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +4m 46.8s M
10. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +4m 54.5s

11. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC +9m 31.4s
12. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +11m 00.7s M
13. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +11m 29.3s WRC2
14. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +15m 43.1s WRC2
15. Yuriy Protasov Ford Fiesta R5 +16m 21.1s
16. Quentin Giordano Citroen DS 3 RRC +17m 44.0s WRC2
17. Nasser Al-Attiyah Skoda Fabia R5 +18m 05.8s WRC2
18. Craig Breen Peugeot 208 T16 +18m 23.3s WRC2
19. Teemu Suninen Ford Fiesta R5 +18m 32.5s WRC2
20. Nil Solans Peugeot 208 T16 +27m 48.1s WRC2

Other(s)

21. Fabian Kreim Skoda Fabia R5 +28m 22.6s WRC2
35. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +47m 20.0s


Rallye Deutschland: Power Stage / SS21 (Top 3):

1. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC 9m 07.4s M
2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +0m 01.2s M
3. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +0m 01.7s M

NOTE: Top three finishers in Power Stage are awarded bonus points. 1st = 3 points; 2nd = 2 points; 3rd = 1 point


WRC2 standings after Stage 21 (Top 10):

1. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 3hr 47m 18.8s WRC2
2. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +4m 13.8s WRC2
3. Quentin Giordano Citroen DS 3 RRC +6m 14.7s WRC2
4. Nasser Al-Attiyah Skoda Fabia R5 +6m 36.5s WRC2
5. Craig Breen Peugeot 208 T16 +6m 54.0s WRC2
6. Teemu Suninen Ford Fiesta R5 +7m 03.2s WRC2
7. Nil Solans Peugeot 208 T16 +16m 18.8s WRC2
8. Fabian Kreim Skoda Fabia R5 +16m 53.3s WRC2
9. Joan Carchat Mitsubishi Lancer Evo X +23m 35.3s WRC2
10. Julien Maurin Ford Fiesta RRC +28m 21.0s WRC2

Other(s)

11. Eamonn Boland Subaru Impreza WRX STi +29m 23.1s WRC2
13. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 +49m 25.2s WRC2


Notable retirements:

SS2. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 Went off WRC2*

SS13. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Lost a wheel**

SS18. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC Double puncture M


M denotes Manufacturer entry

*denotes re-started on Saturday under Rally 2
**denotes re-started on Sunday under Rally 2


all times unofficial 

Sunday, 23 August 2015

#Day2 WRC Rally Jerman 2015: bye bye Jari...


Hari kedua Rally Jerman 2015, dan Sebastien Ogier semakin mendekati kemenangan kelimanya musim ini setelah berhasil menjauh dari Jari-Matti Latvala. Ogier sendiri mampu menjauh karena catatan waktunya yang sangat mengesankan di 2 SS di Panzerplatte Long yang berjarak 45 km, SS terpanjang di Rally Jerman. Bahkan Latvala pun tidak sangka Ogier bisa secepat itu.

"How the hell did you do that?"

 Tidak seperti 2 tahun terakhir, 3 Volkswagen tetap 'sehat wal afiat' di kampung halaman sendiri, dengan Andreas Mikkelsen melengkapi VW 1-2-3. Duo Hyundai menjadi 'the best of the rest' dengan Dani Sordo di peringkat keempat, dan Thierry Neuville kelima. Jarak antara mereka berdua hanyalah 9.5 detik, jadi 4 SS di hari terakhir akan sangat krusial.

Reaksi fans melihat dominasi VW 3 tahun terakhir
Sementara itu Elfyn Evans masih berada di posisi keenam, tapi dia tidak lagi dikuntit oleh rekannya Ott Tanak, tapi Mads Ostberg. Tanak sendiri (lagi-lagi) keluar jalur di SS Panzerplatte Long 2 dan kesulitan me-restart mobilnya, kehilangan 1 menit, dan turun ke peringkat kedelapan. Sementara itu sistem turbo di Hyundai i20 milik Hayden Paddon mengalami masalah, dan kehilangan banyak waktu. Dia mengakhiri hari kedua tetap di posisi kesembilan, tapi dia hanya unggul 8.7 detik dari Stephane Lefebvre.

just sebuah kalimat di mobilnya Melicharek
Di luar 10 besar ada Kevin Abbring, Martin Prokop dan Kris Meeke, dan yang harus restart lewat Rally-2 adalah Robert Kubica dan Jaroslav Melicharek. Kubica jadi korban hinkelstein (kalau mau tahu bisa baca DISINI), dan Ford Fiesta milik Melicharek mengalami masalah teknis di SS terakhir (sayangnya saya tidak mendapatkan informasih lebih lanjut). Hanya saja dia tidak ikut restart.

Dan di kategori WRC-2, Jan Kopecky masih memimpin, Craig Breen harus menyerahkan posisi kedua ke Eric Camilli karena ban mobilnya pecah di SS Panzerplatte Long 2 dan harus turun ke posisi kelima. Quentin Giordano melengkapi 3 besar. Sementara itu pemimpin klasemen Esapekka Lappi masih tertahan di peringkat ke-17, dan sepertinya akan pulang dengan tangan hampa. Jari Ketomaa pasti tersenyum lebar di rumahnya.

Oke, that's it. Sekarang sudah waktunya untuk memulai hari terakhir WRC Rally Jerman dengan 4 SS. Bye until then!

2015 Rallye Deutschland: Overall standings after Stage 17 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 2hr 55m 42.5s M
2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 33.8s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +1m 47.5s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 14.3s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +2m 23.8s M
6. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +2m 53.5s M
7. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +2m 56.7s M
8. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +4m 10.7s M
9. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +4m 34.6s M
10. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +4m 43.3s

Other(s)

11. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC +8m 14.4s
12. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +9m 23.3s WRC2
13. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +9m 36.8s M
14. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +10m 59.5s M


WRC2 standings after Stage 17 (Top 3):

1. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 3hr 05m 05.8s WRC2
2. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +4m 01.5s WRC2
3. Quentin Giordano Citroen DS 3 RRC +5m 39.8s WRC2


Notable retirements:

SS2. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 Went off WRC2*

SS13. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Lost a wheel


M denotes Manufacturer entry

*denotes re-started on Saturday under Rally 2


all times unofficial

Saturday, 22 August 2015

#Day1 WRC Rally Jerman 2015: Ogier All the Way



Hari pertama, Jumat 21 Agustus 2015, 8 SS, jarak total 136 km, dan Sebastien Ogier kemimpin hari pertama Rally Jerman 2015 dengan keunggulan 9.5 detik dari rekannya, dan juga saingan terdekatnya. Jari-Matti Latvala. Latvala sendiri sempat memimpin sebelum servis, sebelum Ogier langsung merebutnya di SS selanjutnya di Sauertal.

Ini akan terus berlanjut sampai Power Stage, kalau semuanya lancar.

Setidaknya semuanya berjalan lancar buat Volkswagen, yang juga menempatkan Andreas Mikkelsen di posisi ketiga, jadi VW all the way di kampung halaman sendiri.

Di posisi keempat ada Dani Sordo, yang tidak hanya membuktikan kapasitasnya sebagai spesialis aspal, tapi juga sebagai jawaban atas spekulasi mengenai masa depannya di tim Hyundai (#FlatOutNews Rally Edisi 17). Rekan setimnya, Thierry Neuville melengkapi 5 besar. Memori indah 2014 sepertinya tidak terjadi lagi tahun ini.


 Sedangkan pembalap Hyundai lainnya, Hayden Paddon berada di peringkat kedelapan, dipisahkan oleh 2 M-Sport Elfyn Evans dan Ott Tanak. Tanak sendiri sempat menabrak pagar pembatas di SS pertama, tapi kemudian bisa lanjut dan fight menuju posisi ketujuh, hanya berjarak 5.7 detik dari Evans. Citroen kembali off the pace, dimana Mads Ostberg hanya mampu berada di posisi kesembilan, dan rekannya Kris Meeke lagi-lagi over the edge, setelah terlalu agresif melewati pembatas jalan di SS6, merusaki roda kiri belakang, dan turun dari posisi 4 ke 25.


Satu-satunya hal yang membuat bos tim Citroen, Yves Matton tersenyum adalah performa sang debutan Stephane Lefebvre, yang tampil dengan corak Red Bull di mobilnya dan bukan Abu Dhabi (teringat era keemasan Sebastien Loeb). Juara WRC-3/Junior WRC musim lalu ini mampu tampil impresif, dengan posisi kesepuluh.


Anggur memang bisa memabukkan manusia, maka pohon anggur (vineyards) bisa memabukkan mobil. Ya, dan kali ini Robert Kubica-lah yang jadi korbannya.Setelah mengawali reli dengan penalti 5 menit karena ganti mesin setelah shakedown, Ford Fiesta RS yang dikendarainya terjun bebas di SS7, dan merusaki kaca depan mobilnya. Dia sekarang menempati posisi 29.


Sementara itu di kelas WRC-2, dengan absennya pembalap dan tim yang menggunakan Ford Fiesta (Yuriy Protasov ikut balapan tapi tidak masuk ke hitungan poin WRC-2), Skoda juga melakukan hal yang juga pemiliknya, VW lakukan: MENDOMINASI. Tapi kali ini Jan Kopecky yang memimpin dari Craig Breen dan Eric Camilli.

Tapi dominasi kali ini tidaklah terasa lengkap bagi Skoda karena pemimpin klasemen Esapekka Lappi mengalami kecelakaan di SS2, dan akan restart di hari kedua. Pembalap baru mereka, Nasser Al-Attiyah juga tidak menjalani debut yang mengenakan, karena dia mengalami kecelakaan di SS1. Dia mampu melanjutkan relinya, tapi di SS3 ban mobilnya pecah. Tidak sampai di situ, karena Fabia R5 milik Armin Kremer juga harus menyerah karena masalah dengan tekanan oli, dan dia harus packing lebih awal.

Rally Jerman akan kembali dengan 9 SS di hari kedua, alias hari ini. Sampai jumpa!

2015 Rallye Deutschland: Overall standings after Stage 8 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 1hr 19m 13.5s M
2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 09.5s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 34.9s M
4. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 06.8s M
5. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 08.7s M
6. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 22.1s M
7. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +1m 27.8s M
8. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +1m 31.4s M
9. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1m 35.4s M
10. Stephane Lefebvre Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +2m 27.3s

Other(s)

11. Kevin Abbring Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 48.1s
12. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +3m 48.6s M
13. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +4m 07.2s WRC2
14. Craig Breen Peugeot 208 T16 +5m 29.8s WRC2
15. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +5m 44.1s WRC2
25. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +10m 02.1s M
29. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +11m 38.2s

WRC2 standings after Stage 8 (Top 3):

1. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 1hr 23m 20.7s WRC2
2. Craig Breen Peugeot 208 T16 +1m 22.6s WRC2
3. Eric Camilli Ford Fiesta R5 +1m 36.9s WRC2

Notable retirements:

SS2. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 Went off WRC2*

M denotes Manufacturer entry

*Will re-start on Saturday under Rally 2

all times unofficial

Friday, 21 August 2015

#preview World Rallycross RX of Norway 2015 21-23 Agustus 2015



Selamat Datang di Norwegia.

Setelah jeda 2 minggu, kini sirkus FIA World Rallycross Championship akan kembali ke Norwegia untuk berpatisipasi di ronde kedelapan musim ini. This, is, HELL....Well, jangan salah duga...

The Challenge




 Hell, dalam konteks ini, adalah nama sebuah kota kecil di Norwegia dimana sirkuit Lankebanen berada.

Sirkuitnya sendiri memiliki panjang total 1.019 km, salah satu sirkuit terpendek di kalender. Meskipun begitu, bukan berarti tingkat kesulitannya juga 'pendek'. Itu karena karakternya mirip dengan sirkuit Estering, yang menggelar RX Jerman 2 bulan yang lalu: twisty dan sempit. Jadi pembalap yang melakukan start yang hebat (dibantu dengan urutan start yang sesuai) pasti punya keuntungan besar. Selain itu, permukaan sirkuit yang naik-turun juga akan menyulitkan, khususnya di 2 tikungan terakhir yang berkontur uphill.

Tikungan Joker Lap berada di Tikungan 2A. Dan ini dia video preview dan onboard di sirkuit ini:





Attention Please..!


Di RX Kanada 2 minggu sebelumnya, Petter Solberg terpaksa harus menonton Davy Jeanney meraih kemenangan di babak Final, bukan ikut serta. Meskipun begitu, Solberg mampu memperbesar keunggulan di klasemen sebanyak 2 poin dari Andreas Bakkerud, yang akhirnya menggusur Johan Kristofferson di posisi kedua. Btw, saya ucapkan SELAMAT atas keberhasilan Kristoffersson menjuarai Porsche Carrera Cup Skandinavia! Sekarang lakukan hal yang sama di World RX.


Performa bagus yang ditunjukkan duo Peugeot Hansen, Timmy Hansen dan Jeanney di 2 balapan terakhir turut membawa mereka ke dalam persaingan untuk (setidaknya) posisi kedua di klasemen. Selain itu, tim Peugeot juga membuntuti tim Ford OlsbergsMSE di klasemen tim dengan jarak 2 poin. Yang pasti, GAME, ON IN HELL.

 Di sisi lain, jumlah kontestan yang akan berpatisipasi di Hell RX adalah 47 pembalap, kelas Supercar! Ya, ini baru kelas Supercar, dan ini sudah menjadi rekor baru. 23 pembalap akan membalap di kelas World RX, dan 24 lainnya bertanding di Euro RX. Mereka akan diadu secara bersamaan di 4 Heat sebelum dipisahkan ke masing-masing kejuaraan di babak Semifinal+Final.

Selain itu, sebanyak 12 peserta kelas RX Lites akan kembali saling bertarung untuk merebut poin di klasemen. Semua mata akan tertuju kepada duo Kevin, Hansen dan Eriksson dimana mereka hanya berjarak 6 poin.

"Match Point" untuk pemimpin kelas TouringCars, Fredrik Salsten

Tapi, inilah balapan terakhir kelas TouringCar musim ini, sekaligus jadi penentu siapakah yang keluar sebagai juara. Pemimpin klasemen saat ini adalah Fredrik Salsten dengan keunggulan 17 poin dari Magda Andersson. Salsten punya Match Point, atau lebih tepatnya Championship Point untuk menjadi juara, tapi ini adalah rallycross, jadi apapun bisa terjadi.

Thursday, 20 August 2015

BREAKING NEWS: Bertelli OUT dari Rally Jerman 2015

Saya barus saja mendapatkan kabar bahwa pembalap Italia, Lorenzo Bertelli harus mengundurkan diri sebelum Rally Jerman dimulai.

Penyebabnya adalah dia mengalami keracunan makanan, dan gejalanya sudah dimulai ketika recce. Alhasil, dia dan navigator Lorenzo Granai memutuskan untuk menarik diri. Inilah tweet yang dia tulis tentang hal ini:


"Saya dengan berat hati mengatakan bahwa sejak saya jatuh sakit ketika recce dan Saya bahkan tidak bisa menyelesaikan beberapa SS (Stages), saya terpaksa tidak ikut start di #RallyDeutschland."

Bos tim Fnckmatie WRT, Carlo Cassina menyalahkan sajian ikan yang menyebabkan hal tersebut terjadi.


Bertelli pun dijadwalkan akan kembali di reli selanjutnya di Australia. Tapi sangat disayangkan dia harus absen ketika dia baru saja menampilkan performa terbaiknya dengan finish kesepuluh di Finlandia, yang berarti poin pertamanya musim ini.

Guarire presto, Amico! Get well soon!

Tuesday, 18 August 2015

#preview WRC Rally Jerman 20-23 Agustus 2015

Halo..!


Sebelumnya, Saya sebagai penulis blog ini mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70 tahun. Semoga bangsa ini akan semakin kuat, kuat dan kuat. Khususnya di bidang balap reli...

Doa dan Impianku:
  1.  Rally Indonesia kembali menjadi bagian dari WRC
  2. World Rallycross akan menggelar balapan di Indonesia 


Oke kembali ke topik...
Piye Kabare kawan-kawan? Sehat selalu kan?
Setelah Jari-Matti Latvala merayakan kemenangan di Rally Finlandia awal bulan ini, para anggota sirkus WRC menikmati rehat sejenak sebelum kemudian pergi ke kota Trier di perbatasan Jerman-Prancis untuk mengikuti reli aspal pertama sejak Monte Carlo bulan Januari silam: Rally Jerman.

The Challenge



Rally Jerman adalah 1 dari 4 reli yang "mengandung" aspal musim ini (Lainnya Rallye Monte Carlo, Tour de Corse di Prancis dan Rally Spanyol). Tapi tidak ada satupun reli di dunia ini yang karakteristiknya sama, dan itu juga berlaku di Jerman. 

Reli ini dikenal dengan julukan 'Three Rallies in One'. Itu karena adanya 3 karakteristik jalanan yang berbeda di setiap harinya:
  • Jalanan di sekitar kebun anggur di Mosel yang sempit dan berliku (Hari pertama)
  • Lintasan di sekitar jalanan militer di Baumholder dengan tipe aspal yang berbeda-beda, dilengkapi dengan hinkelsteins (Hari kedua)
  • Jalanan halus bernuansa pedesaan di Saarland (Hari ketiga)
Dan 3 karakter jalanan itu digabung menjadi SATU di hari kedua!
Selain itu, cuaca di sana juga tidak menentu, jadi pilihan ban akan sangat krusial untuk meraih hasil yang bagus. Untuk membantu pembalap, khususnya navigator di event ini, Safety Note Crew pun kembali hadir untuk menjalani tugasnya.


Tugas note crew adalah meninjau suatu SS sekitar 2 jam sebelum mobil pertama meluncur. Ini penting karena reli di lintasan aspal biasanya mempunyai kecepatan rata-rata yang tinggi, membuatnya lebih berbahaya dari reli di loose surface (note crew tidak lagi dibutuhkan di gravel dan salju). Informasi yang mereka dapatkan dari suatu SS kemudian disodorkan ke klien, atau navigator masing-masing.

Lalu apa itu hinkelsteins?


Hinkelsteins adalah batu beton yang terletak di pinggir jalan untuk menyetop tank secara paksa, dan khusus untuk reli ini,  hinkelsteins bisa dijumpai di kawasan militer di Baumholder. Take care with this, atau pembalap akan mengalami apa yang Petter Solberg alami di Jerman 2004:



Solberg, dan navigator Phil Mills selamat, meskipun kalau dilihat, Mills bisa saja langsung tewas di tempat.

Attention Please..!


 Tahun 2015 adalah tahun ketiga tim Volkswagen berkompetisi di WRC. Meskipun mereka sudah meraih (secara harafiah) segalanya: 3 gelar pembalap dan pabrikan, 29 kemenangan dari 34 reli, lebih dari 400 SS yang disabet, mereka belum pernah sekalipun menguasai tanah mereka sendiri. Hasil terbaik yang mampu mereka raih adalah podium ketiga tahun lalu lewat Andreas Mikkelsen.

Tentu, gagal finish tahun lalu bukan hal yang Sebastien Ogier inginkan jika dia ingin menyegel gelar ketiganya. Dan harapan para fans untuk menunda 'pesta yang terlalu awal' ini berada di Jari-Matti Latvala. Dengan defisit 89 poin dari Ogier, dia harus finish di depan Seb jika ingin persaingan berlanjut setidaknya sampai ke Australia.


Citroen punya beban yang berbeda. Mereka hanya mampu sekali menang di Argentina, dan penampilan Kris Meeke dan Mads Ostberg masih saja stagnan setelah itu. Citroen sendiri adalah nama pabrikan yang selalu memenangi Rally Jerman sejak masuk ke kalender WRC tahun 2002 sampai 2013, sebelum harus melepasnya di tahun 2014. Meeke dan Ostberg hanya punya 2 reli tersisa sebelum evaluasi kontrak, jadi mereka pastinya akan tampil habis-habisan di akhir minggu ini.

btw Citroen juga bersiap untuk memperkenalkan pembalap muda Stephane Lefebvre untuk melakukan debutnya dengan mobil WRC. Lefebvre sendiri adalah juara WRC-3 tahun lalu dan sekarang bermain di WRC-2 dengan DS3 R5, dan sekarang berada di posisi kedelapan di klasemen dengan 1 kemenangan di Monte Carlo.


Hyundai adalah tim yang mampu mematahkan dominasi Citroen di Jerman dengan kemenangan 1-2 tahun lalu. Kemenangan itu sendiri datang tanpa disangka karena Thierry Neuville mengalami kecelakaan di babak shakedown. Hyundai juga bertarung untuk menguasai peringkat kedua di klasemen tim, jadi kita akan banyak melihat Citroen vs Hyundai (dan juga M-Sport) di 5 reli tersisa musim ini.

M-Sport sendiri bisa dibilang adalah tim tersantai musim ini. Target yang ada buat Ott Tanak dan Elfyn Evans jelas: tampil semaksimal mungkin. Evans sendiri finish keempat tahun lalu, pencapaian terbaiknya sebelum podium di Argentina, sedangkan Tanak, meskipun finish ke-10 tahun lalu dengan mobil Ford Fiesta R5, harus mulai lagi dari nol dengan mobil WRC (penampilan terakhirnya dengan Fiesta RS di Jerman adalah di tahun 2012).

Dan seperti biasa, satu lagi pembalap yang akan membalap dengan Fiesta RS: Jaroslav Melicharek. Dia akan bertandem dengan Martin Prokop dan tim Jipocar.


Dan big news di kelas WRC-2: Nasser Al Attiyah ganti mobil..!


Lebih tepatnya, dia mengucapkan goodbye kepada Ford Fiesta (WRC, RRC) yang telah setia menemaninya selama 3 tahun, dan meraih gelar WRC-2 tahun lalu. And say hello ke Skoda Fabia R5.

Fabia R5 sendiri telah terbukti performanya, dengan 2 kali menang berturut-turut membuat mobil ini menjadi idola baru di regional rally world. Al-Attiyah menemani 2 pembalap pabrikan Esapekka Lappi dan Jan Kopecky (Pontus Tidemand baru saja menunaikan tugasnya di APRC).


Jari Ketomaa, yang absen di Finlandia memlih untuk menyimpan 2 jatah tersisa, jadi harapan Ford untuk membendung Skoda berada di pundaknya Yuriy Protasov. Jadi, dia juga ganti mobil ke Fiesta R5 setidaknya untuk Rally Jerman.

Friday, 14 August 2015

#FlatOutNews Rally Edisi 16: 2016 WRC Silly Season Saga PART 1

Halo..!

 Sekarang kita telah berada di paruh akhir dari tahun 2015 ini. Percaya atau tidak, suka atau tidak suka, rumor-rumor tentang bursa pembalap dan tim akan muncul silih berganti. Welcome to 2016 Silly Season...

1. 3 Kesempatan untuk Meeke



Untuk kesekian kalinya Kris Meeke mengecewakan tim Citroen. Podium yang sudah hampir pasti melayang begitu saja ketika dia dengan navigator Paul Nagle kecelakaan di hari kedua Rally Finlandia 2 minggu lalu, padahal sebelumnya dia . Itu adalah kecelakaan ketiganya dalam tiga reli terakhir, dan rasanya posisi 1-2 di Argentina seperti jadi masa lalu.



Kontrak Meeke, dengan rekan setimnya Mads Ostberg akan habis di akhir musim ini. Ostberg sepertinya dapat jaminan karena performa konsisten yang membawanya ke 3 besar di klasemen sementara, tapi masa depan Meeke-lah yang menghiasi headline berita motorsport sejauh ini.

Jadi, bos tim Citroen, Yves Matton memberikan 3 kesempatan buat Kris untuk meningkatkan performanya, dimulai dari Finlandia, Jerman, dan terakhir di Australia bulan depan. 1 kesempatan sudah habis di Finlandia (yang awalnya mengesankan, tapi akhirnya mengecewakan), jadi jangan sia-siakan 2 kesempatan itu, Kris..!

2. Tapi Bukan Berarti Citroen (WRC) Sendiri Aman...  



Citroen mungkin terlalu sibuk dengan masa depan Kris Meeke dan Mads Ostberg, sampai-sampai masa depan tim Citroen World Rally Team juga dipertanyakan...

Itu karena PSA Group, yang menaungi Citroen (dan juga Peugeot) akan melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk program motorsport mereka. Citroen akan memutuskan untuk menarik salah satu tim tergantung level kompetisi, logistik, dan penjualan mobil Citroen, khususnya di Eropa dan China.




Kedua tim ini memang berada di situasi yang saling berlawanan di kejuaraan masing-masing. Citroen WRT selalu kesulitan sejak anak emasnya, Sebastien Loeb pindah ke Citroen WTCC, dan semakin menderita sejak Volkswagen, yang punya sumber daya lebih besar, masuk ke WRC. Total kemenangan Citroen pasca era Loeb adalah DUA.

Kiri ke Kanan: Ma Qing Hua, Sebastien Loeb, Yvan Muller, JM Lopez
Citroen WTCC justru sebaliknya. Dengan mobil C-Elysee,mereka melakukan hal yang juga dilakukan VW di WRC: MENDOMINASI. Mereka mampu memenangi 17 dari 23 balapan musim lalu (!), dan dominasi ini masih berlanjut hingga saat ini.

Bisa jadi karena budget yang dibutuhkan membengkak akibat partisipasi mereka di WTCC, dan revisi mobil DS3 WRC besar-besaran tahun ini demi membendung VW. Itu masih belum termasuk partisipasi Citroen di Formula E bersama Virgin Racing, dengan memakai brand premium DS.


Jadi bisa disimpulkan ini akan menjadi dilema besar untuk Citroen. Apakah mengundurkan diri dari WRC, yang membesarkan nama mereka di kancah motorsport, atau pamit dari WTCC?

We'll see.

3. Hyundai siap ke WRC-2 



Meskipun pengembangan mobil i20 WRC Evo 2 masih berjalan, tim Hyundai Motorsport, yang berbasis di Jerman, mendapatkan mandat dari markas the k-pop racer di Korea Selatan untuk membuat dan mengembangkan mobil i20 versi R5, yang berarti dapat dipakai di WRC-2, European Rally Championship (ERC), dan, semoga saja, Asia Pacific (APRC).

But Why? 
"Mobil World Rally Car hanya dapat dipakai di WRC dan beberapa kejuaraan lainnya. Satu-satunya kategori mobil yang dapat dipakai di seluruh dunia adalah R5, jadi ini keputusan yang tepat untuk membangun mobil itu" Kata bos tim Hyundai, Michel Nandan.

Dia juga menambahkan bahwa mobil itu akan dibangun dengan basis yang sama dengan i20 WRC baru, tapi dengan paket aerodinamika ala R5, girboks 5 kecepatan sequential manual buatan Sadev, mesin 1.6L turbo dengan turbo restrictor 32mm dan harga maksimal 180.000 euro atau lebih dari 2.76 miliar Rupiah. Mobil ini mungkin melakukan debutnya di pertengahan tahun depan.



R5 세계 오신 것을 환영합니다

R5 segye e osin geos-eul hwan-yeonghabnida
Welcome to R5 World, Hyundai..!

4. Paddon Naik Jabatan. Well, Sementara



Masih soal Hyundai, tapi kali ini soal pembalapnya. Hayden Paddon diplot sebagai pembalap kedua tim Hyundai untuk Rally Australia, dan sekaligus menggusur Dani Sordo ke tim B Hyundai.

Alasan mereka melakukan hal ini karena Sordo tidak punya pengalaman sama sekali di Rally Australia, yang berbasis di Coffs Harbour, New South Wales. Penampilan terakhirnya di negeri Kanguru adalah tahun 2009, dan itupun pusat relinya ada di Kingscliff, NSW yang penuh dengan kontroversi. Jadi, Hyundai memanggil Paddon ke tim A untuk membantu mereka merebut posisi kedua di klasemen tim dari Citroen.

Tapi, saya tidak yakin dengan itu.
Eh saya yakin sih, tapi itu bukan satu-satunya faktor penentu. Penampilan apiknya di beberapa reli terakhir, terutama podium di Italia menjadi ancaman nyata buat Sordo, dan ini bukan pertama kalinya dia mengalaminya.


Ketika Sordo masih berada di tim Citroen 2006-2010, dia mampu meraih banyak podium, tapi tidak ada satupun diantaranya merupakan podium kemenangan. Dan di tahun 2010, Sebastien Ogier, yang bermain di tim Citroen Junior berhasil menang di Portugal, dan memberikan tekanan tambahan kepada Sordo. Alhasil, Citroen memutuskan untuk mempromosikan Ogier ke tim utama, dan mendemotasi Sordo ke tim Junior. Sordo kemudian pindah ke MINI di tahun 2011.

Jadi, target Sordo di 5 reli yang tersisa musim ini untuk mempertahankan kursi di Hyundai jelas: KALAHKAN PADDON, KALAU PERLU NEUVILLE SEKALIAN.