Showing posts with label Future. Show all posts
Showing posts with label Future. Show all posts

Friday, 21 November 2014

#FlatOutNews Rally + Rallycross Edisi 5: Citroen Dillema, rallycross, dan masa depan

Selamat siang..!

Sebelumnya mohon maaf karena seseorang memblok akses internet kostq, jadi sekali lagi mohon maaf...

OK, Kita mulai aja...dan saya dengan senang hati mengatakan bahwa mulai di edisi ini akan dimuatkan juga berita soal rallycross  (RX).

1. Kris Meeke untuk Citroen 2015


Akhirnya teka-teki soal siapa yang akan membalap dengan Citroen di musim depan sudah terjawab. Well, setidaknya 50%....

Kris Meeke baru saja memperpanjang kontraknya setidaknya sampai musim 2015. Meeke, yang baru saja menyelesaikan musim pertamanya di WRC cukup impresif, meraih podium 4 kali dan sempat memimpin Rally Jerman sebelum harus kandas. Bagi Meeke "Ini fantastis, karena sejak akhir musim lalu Citroen sudah memberikan kepercayaan kepada saya".

Meeke FIX, begitu juga dengan Khalid Al-Qassimi yang akan membalap di beberapa event WRC (Dia ada karena membawa sponsor Abu Dhabi) berarti masih ada lagi 1 slot yang tersisa. Mads Ostberg belum bisa dibilang aman, setelah direktur tim Citroen, Yves Matton mengatakan bahwa "Robert Kubica, Mads, dan Hayden Paddon berada di dalam daftar kami". Atau Ostberg sendiri juga punya peluang untuk kembali ke tim M-Sport, dimana dia membalap untuk tim tersebut musim lalu, meskipun bisa jadi tidak akan ada di tim utama (karena kemungkinan Ott Tanak lah yang akan menggantikan Mikko Hirvonen).

2.  Manfred Stohl akan berkompetisi di Argentina RX


OK, sebelumnya saya akan memperkenalkan dia. Stohl sebelumnya pernah membalap di WRC, dengan mobil Citroen Xsara/Peugeot 307 privat dia cukup kompetitif, meraih beberapa podium, sebelum dia memutuskan untuk membentuk Stohl Racing, yang tampil di kejuaraan rally Eropa dan Austria, tempat kelahirannya.

Setelah beberapa tahun "menghilang", Stohl akan kembali ke pentas dunia, tapi bukan lagi di WRC, melainkan di World RallyCross Championship/World RX, dia akan membalap di Argentina RX di  tim juara PSRX, yang dijalankan oleh teman baiknya Petter Solberg. Stohl akan mengendarai Citroen DS3 Supercar.

Stohl, yang sepanjang karirnya ditemani oleh Ilka Minor (yang uniknya, sekarang adalah navigator kakak kandung Petter, Henning) sumrigah. "Saya sudah berkali-kali tampil di San Luis jadi saya tahu karakteristiknya seperti apa. Saya juga berteman baik dengan Petter, dan saya sering mengunjunginya di beberapa event RX. Saya sangat berterima kasih kepada Petter atas kesempatan berharga ini".

3. Ini dia kalender World RX musim depan


Masih soal World RX, ini dia kalender untuk musim 2015. Well, masih sementara:


Oke, silahkan bandingkan dengan kalender musim ini:


Satu perbedaan dengan musim ini adalah seri baru, yang akan digelar di Bercelona, Spanyol. Selain itu juga musim ini akan dimulai di Portugal, yang diundurkan jadwalnya dari bulan April menjadi Mei, seri Norwegia dipindahkan ke bulan Agustus, dan seri Jerman dimajukan ke bulan Juni. Seri Norwegia, Italia, Belgia, Jerman dan Spanyol juga akan menjadi bagian dari kejuaraan RX Eropa.

Setelah kesuksesan musim ini, kita tentunya berharap lebih musim depan.

4. Ford kembali dengan ini?


Tenang, ini tidak nyata. Ini adalah hasil render dari Ken Nagasaka. Ini adalah konsep dari Ford RS 160. OK, kita semua bisa setuju kalau Ford Fiesta terbilang cukup indah kalau dipakai di Rally, tapi jujur saja ini jauh diatasnya.

Jika kita lihat dari speknya tergolong sama, dengan mesin 1.6L, turbo 34mm, 4WD, dll. Tapi mesin tersebut diletakkan di belakang mobil, mengingatkan kita kepada mobil-mobil Group B, selain itu bentuk bodi mobil ini sangat seksi, dan sangat aerodinamis. Tentu kita akan mengharapkan Ford akan kembali ke WRC dengan mobil ini. SEMOGA.


 SPEKTAKULAR.

Wednesday, 22 October 2014

#preview: WRCRallyRACC Catalunya-Costa Brava, Spanyol

Selamat siang..!

Setelah 2 minggu berlibur, kini tim dan pembalap menuju 1 wilayah: Catalunya, Spanyol, yang dikenal dengan tim sepakbola FB Barcelona dan juga sejarah motorsport nya yang kental di Circuit de Catalunya, tapi mereka tidak akan ke Camp Nou, tidak juga ke Sirkuit, tapi mereka akan ke Salou, di Barcelona Selatan, tepatnya di resort Costa Daurada untuk tampil di Rally Catalunya-Spanyol, dimana kali ini adalah tahun emas, yang berarti reli kali ini adalah Rally Catalunya-Spanyol ke 50.


Reli ini akan dimulai di hari kamis malam besok di jalanan bekas Sirkuit Montjuic, yang pernah menggelar F1 di era 1970-an, kemudian hari pertama pembalap akan membalap di lintasan gravel di Tarragona (perlu diketahui bahwa lintasan gravel dipindahkan dari hari terakhir musim lalu ke hari pertama mulai musim ini).  Sedangkan 2 hari sisanya digelar di jalanan (meski gravel masih ada), salah satu stage istimewa di reli kali ini adalah SS Escaladei sepanjang 50 km, menandakan Rally Catalunya-Spanyol ke 50 kalinya.

Akankah local hero Dani Sordo mampu unjuk gigi di Catalunya?
Satu-satunya reli dengan 2 tipe trek yang berbeda ini membuat pembalap harus menyesuaikan diri dengan cepat di aspal dan gravel, begitu juga dengan mekanik dalam menkonversi mobil dari spek gravel ke aspal (bisa dibaca DISINI). Sebagai kompensasi, waktu penggantian spek di service park di Taman bermain PortAventura pada hari kamis malam diperpanjang jadi 75 menit. OK, waktunya cukup buat para pembalap bersantai di roller coaster di sana.

Reli ini juga menjadi tantangan terbesar bagi penyuplai ban WRC Michelin. Meskipun sebagian besar pembalap puas dengan ban aspal Michelin Pilot Sport spek terbaru di jerman dan Prancis, Spanyol berbeda dengan kedua negara tersebut, dimana suhu yang lebih panas membuat pembalap harus cermat dalam memanajemen ban, dan lintasannya juga abrasiv, dengan banyaknya debu di dalamnya membuat grip ban ini harus diuji. Hanya saja tidak ada yang berbeda dengan ban spek gravel Michelin Latitude Cross.

 Kita beralih ke persaingan antar pembalapnya.


Berbeda dengan di Prancis 3 minggu sebelumnya, Sebastien Ogier tidak bisa lagi bersantai, karena kini dia hanya unggul 27 poin dari rekan setimnya Jarri-Matti Latvala. Apalagi Latvala meraih kemenangan aspal pertamanya di Prancis, membuat Ogier harus waspada, meskipun 2 hari di aspal bisa memberikan surplus bagi dia.

Sementara pembalap tim Volkswagen yang lainnya, Andreas Mikkelsen bisa mengunci posisi 3 di minggu ini, persaingan merebut tempat keempat masih melibatkan Mikko Hirvonen, Thierry Neuville, Mads Ostberg, Elfyn Evans dan Kris Meeke, dimana diantara Hirvonen dan rekan setimnya Evans hanya terpaut 22 poin. Diantara kelima pembalap tersebut, Hirvonen, Neuville dan Meeke lah yang paling berpeluang untuk peringkat tersebut.

Sementara di konstruktor, VW sudah merengkuh titel tersebut, namun posisi kedua masih diperebutkan oleh Citroen, Hyundai dan M-Sport dimana mereka hanya terpaut 18 poin. Hyundai ingin mengakhiri musim ini di posisi tersebut sebagai motivasi untuk bersaing dengan VW musim depan, sementara M-Sport, yang di-support oleh Ford membuktikan bahwa tim privat masih punya taji (Ford mundur dari WRC di tahun 2012). Lain cerita dengan Citroen. Setelah dominasi total mereka putus di tangan VW, Mereka juga tidak ingin mengakhiri musim ini tanpa kemenangan. Jika iya, inilah pencapaian terburuk mereka sejak masuk WRC di tahun 2001. Masalahnya adalah duo Meeke-Ostberg, selain dominasi VW, mereka bukan tipe team leader yang lapar kemenangan. Inilah yang membuat munculnya rumor bahwa Citroen akan merekrut pembalap RK M-Sport Robert Kubica atau juara dunia WRC 2003 (dan RX 2014) Petter Solberg di musim depan.

Sementara di Kategori WRC-2 persaingan merebut titel melibatkan antara Lorenzo Bertelli, Yuriy Protasov, Jari Ketomaa dan Nasser Al-Attiyah. Keempatnya tidak membalap di Prancis. Tapi sebelumnya kita "buang" dulu Protasov karena dia sudah mengikuti maksimal 7 reli yang diperbolehkan, jadi dia akan berpatisipasi di mobil Ford M-Sport Fiesta World Rally Car. Bertelli dan Ketomaa hanya berbeda 3 poin, tapi Ketomaa memilih untuk berkompetisi di Wales Rally GB bulan depan, membuat Bertelli bisa lebih nyaman di Catalunya. Tapi Bertelli harus waspada karena Al-Attiyah masih mempunyai 2 jatah tersisa dan hanya tertinggal 8 poin dari Bertelli.

Friday, 17 October 2014

#FlatOutNews Rally Edisi 1: Gymkhana, Legenda, Reuni, dan (ehm) Kriket

Selamat malam....!

OK, kali ini ada lagi segmen baru yaitu #RallyOfTheWeek, dimana di segmen ini, setiap hari kamis/jumat di blog ini akan membahas tentang apa saja yang terjadi di dunia reli selama sepekan. Dan di edisi pertama ini banyak yang akan dibahas, mulai dari seseorang yang meninggalkan karier kriketnya untuk mengikuti reli, seseorang yang akan ditahbiskan menjadi legenda, dll. Cukup sudah, kita mulai dari yang pertama:

1. Ken Block berpatisipasi di Rally Catalunya
 Yang pertama adalah penemu brand sepatu DC Boots, si nyentrik, favorit fans Ken Block yang sebenarnya lebih dikenal dengan seri video Gymkhana dimana dia melakukan aksi-aksi seperti yang anda bisa lihati di video dibawah ini.




Sedangkan di WRC sendiri dia terakhir mengikuti Rally Meksiko musim lalu, karena beralih di ajang rallycross. Tapi minggu depan di Rally Catalunya di Spanyol, dia adalah salah satu dari 74 peserta yang akan berkompetisi di ajang ini. Saya ingin dia melakukan aksi Gymkhana di jalanan Catalan.


2. Ari Vatanen akan dijadikan "Legenda Rally" di Wales

Juara Dunia 1981, Ari Vatanen akan ditahbiskan sebagai Legenda Rally di Wales Rally GB bulan depan, dimana event yang dulunya bernama RAC Rally, menurutnya, adalah "kandang" keduanya setelah Finlandia. Perlu diperhatikan bahwa status "Rally Legend" yang ini adalah status yang diberikan oleh penyelenggara Wales Rally GB sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka di reli ini.
Vatanen sendiri pernah memenangi ajang tersebut di tahun 1984 dengan mobil Group B Peugeot 205 T16. "Sebuah kehormatan besar menjadi orang pertama yang dijadikan sebagai Legenda Rally GB" Kata Vatanen. "Saya selelu mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang di sana, dan ini yang membuatku berasa di rumahku sendiri. Saya tidak sabar untuk datang kembali ke sana bulan depan."

Vatanen akan diperkenalkan di upacara pembukaan dan penutupan, dan fans dapat berjumpa dengannya di SS Sweet Lamb Stade di hari jumat, sisanya di Chirk Castle dan Kinmel Park RallyFest, dan juga di service park di Deeside.

3. Bintang Kriket Inggris melahap gravel khas Wales

Saya tidak kaget ketika mantan pembalap F1 seperti Martin Brundle dan Robert Kubica berkompetisi di WRC, begitu juga dengan legenda MotoGP Valentino Rossi juga melakukan hal yang sama. Tapi dari olahraga yang sangat berbeda seperti Kriket ke balap reli? ITU SULIT DIPERCAYA.


Tapi ini benar, dan ini bukan pemain kriket biasa, tapi dia adalah seorang Graeme Swann (yang berbaju hijau, bukan yang ada di truk hijau), idola kriket asal Inggris yang baru saja memutuskan pensiun dari dunia kriket dan sejak itu menjadi presenter di stasiun TV Inggris BT SPORT. Saking cintanya dia kepada reli, dia memutuskan untuk berkompetisi di Wales Rally GB bulan depan, dan akan mengendarai Ford Fiesta R2 yang disiapkan oleh M-Sport. Belum diketahui siapa navigatornya, tapi akan kami beritahukan kemudian hari.

4. Solberg dan Mills bereuni. Ciee....

OK, ini serius...


Juara Dunia WRC 2003 dan Juara Dunia World Rallycross Championship 2014, Petter Solberg akan kembali ke ajang yang membesarkan namanya di Rallye Du Condroz-Huy pada tanggal 1-2 November di Belgia. Tidak sampai di situ saja, dia akan bereuni dengan Navigator asal Wales, Phil Mills, yang selalu menemaninya sejak awal kariernya sampai Mills pensiun di 2010. Mereka akan beraksi di mobil Citroen C4 WRC yang disiapkan oleh Marc VDS Racing (yang lebih dikenal di MotoGP).


"Saya punya kenangan yang indah dengan C4, tapi saya juga tidak lupa bahwa saya sudah tidak mengikuti reli selama 2 tahun..! Phil juga akan mengalami hal yang sama, dimana kami terakhir kali bersama itu pada tahun 2010, jadi kami harus belajar lagi soal pacenotes" kata Solberg.

Selain Mr. Holywood, ada juga Kris Meeke, yang akan membesut mobil Citroen DS3 R5, dan juga ada direktur Citroen Racing Yves Matton yang juga mengemudikan C4, dan ditemani oleh Daniel Elena, mantan co-driver Sebastien Loeb.

Dan ini adalah beberapa Flat Out News (Berita Singkat & Cepat):
  • Hyundai sedang merangcang kembali struktur tim untuk 2015 dan bisa jadi susunan pembalap akan ditentukan akhir bulan ini. Thierry Neuville tetap ada di tim, tapi pembalap kedua belum dipastikan, begitu juga dengan tim B, Hyundai Motorsport N.
  • Reli Swedia kembali ke format hari kamis-minggu, maju 24 jam karena berbenturan dengan ajang Olimpiade Musim Dingin.

Wednesday, 27 August 2014

First Love: Toyota GT86 R3 & Yaris WRC

Selamat malam...!

Di blog ini ada segmen baru yang bernama "First Love". Di segmen  ini kita akan mengulas tentang hal-hal yang akan datang di masa mendatang. Dan postingan pertama di segmen ini adalah 2 mobil Toyota, GT86 CS-R3 dan Yaris WRC.

GT86 CS-R3
Toyota GT86 CS-R3
Mobil ini diproduksi oleh Toyota dengan input teknis dari TMG (Toyota Motorsport GMBH). Memakai sistem penggerak roda belakang, mobil ini akan masuk di kategori R3. Tenaga sebesar 250 tenaga kuda keluar dari mesin 2L Boxer 4 ini, dan sudah dipasangi girboks 6-kecepatan sequential dan juga flywheel berbobot ringan. Sedangkan soal rem menggunakan cakram sebesar 11.8 inch depan-belakang (13 inch bagian depan digunakan untuk reli di jalanan aspal) dan kaliper standar dengan spesifikasi 4 piston di depan dan 2 piston di belakang.

Mobil ini baru saja menyelesaikan tes selama 4 hari di Jerman, dengan legenda wanita reli Jerman Isolde Holderied sebagai pengemudinya. Alasan Toyota menggunakan jasanya adalah dia sudah mempunyai pengalaman di tim Toyota dengan mengetes Corolla WRC, selain itu kemampuannya membalap di kondisi sulit jadi pertimbangan. Mobil ini menempuh 1300 kilometer, Hasil tes pun dianggap positif dan ini merupakan sebuah langkah besar bagi Toyota yang akan menentukan spesifikasi mobil sebelum dihomologasi oleh  FIA dan akan dijual pada awal tahun 2015. PRICE?? Don't worry, Toyota berjanji harga mobil ini "bersaing dengan mobil yang sekelas".




YARIS WRC


Toyota Yaris WRC


Kita beralih ke Yaris WRC. Sesuai dengan namanya mobil ini diambil dari model Toyota Yaris (Sayangnya kalau dilihat dari bentuknya masih memakai model lama). Spesifikasinya lebih mudah ditebak, yakni 1.6L turbocharger, girboks sequential 6-kecepatan. Hanya saja banyak rumor beredar kalo Toyota juga mengetes mobil reli versi hybrid, dan hal inilah yang membuat fans percaya bahwa mesin hybrid-lah yang menjadi bagian dari perubahan regulasi WRC mulai 2017.


Mobil ini sudah diuji di Tuscany, Italia dan diuji oleh pembalap Le Mans Toyota Stephane Sarazzin (Sarrazin, selain pernah menjadi pembalap F1, juga pernah mencicipi WRC bersama Subaru) dan Sebastian Lindholm (Sepupu dari Marcus Gronholm). Belum ada penyataan resmi dari Toyota, namun mereka menyatakan akan kembali ke WRC "di saat yang tepat".


Toyota sendiri sudah berpengalaman di WRC dengan berkompetisi dari 1975 sampai 1999, mulai dari Toyota Celica Group B & Group A sampai Corolla WRC, dan merengkuh titel juara dunia pembalap 4 kali dan konstruktor 3 kali.