Thursday, 25 June 2015

#FinalThought World Rallycross RX of Germany 2015: Allez Jeanney..!

Halo..!

Akhirnya RX Jerman edisi 2015 sudah usai, dan kita kedatangan 1 lagi pembalap yang masuk di daftar pemenang World RX: Davy Jeanney..!


Bukan hanya menang di babak Final, Jeanney mendominasi sepanjang weekend dengan memenangi Heat 1-3 (meskipun finish di barisan belakang di Heat 4), membuatnya meraih poin sempurna, 30. Jeanney juga menjadi pembalap Prancis pertama dan pembalap non-Skandiavia pertama yang berhasil menjuarai event RX. Petter Solberg menjaga ke-'narsisan'-nya dengan berada di posisi 2, dan Timmy Hansen melengkapi selebrasi Peugeot Hansen

Jadi, apa yang dikatakannya atas kemenangannya? "Menang hari ini terasa hebat, minggu ini sempurna bagi saya dan senang juga Timmy berada di podium. Saya tidak pernah menang event RX dalam 5 tahun ini (terakhir kali dia menang di Euro RX Prancis 2010) dan meninggalkan tempat ini dengan poin maksimal itu menyenangkan". Petter?

"Saya harus bilang saya terkesan dengan Davy, dia tampil luar biasa sepanjang akhir minggu ini, dan dia layak menang. Biasanya saya ingin menang, tapi saya senang finish kedua. Ini bagus untuk kejuaraan dan untuk balapan selanjutnya di Holjes (Swedia), saya akan berusaha lebih keras lagi" Katanya.

Timmy Hansen juga senang dengan podium ketiganya musim ini, meskipun mobil Peugeot 208 WRX-nya sempat mengalami masalah di beberapa Heat. "Saya tidak membayangkan finish ketiga setelah masalah kemarin tapi kami bertarung dan sebelum babak Final saya katakan kepada diriku sendiri 'sekarang atau tidak sama sekali!'.


Johan Kristoffersson menjaga asanya di posisi kedua di klasemen sementara dengan finish keempat, dan dengan rekan setimnya Tord Linnerud finish kelima, maka tim Volkswagen Team Sweden masih unggul dari saudara tuanya Marklund Motorsport. Sementara itu duo Ford OlsbergsMSE, Andreas Bakkerud dan Reinis Nitiss finish keenam dan ketujuh, dimana Bakkerud didiskualifikasi dari babak Final karena senggolannya dengan Linnerud di tikungan 1. Hasil ini membuat posisi tim terancam oleh tim SDRX di klasemen tim, meskipun tim SDRX minus badboy Liam Doran, yang dihukum larangan ikut serta karena terlambat mengikuti scrutineering.

Manfred Stohl patut berbangga dengan posisi kedelapannya, sekaligus merupakan hasil terbaiknya musim ini. Robin Larsson finish ke-9 dan Anton Marklund memberikan sedikit pelipur lara bagi tim EKSRX sebagai pelengkap 10 besar.


Overall, ini hari yang buruk bagi duo Marklund VW dan Mattias Ekstrom. Topi Heikkinen gagal start di Heat 1, dan rekannya P.G. Andersson mengalami hal yang sama di Heat 3. Ekstrom malahan harus 2 kali DNF karena kerusakan di kabel dan sensor gas.

Sementara itu para pemenang kategori-kategori pendukung yaitu: di kelas Super1600 ada Ulrik Linnemann, TouringCars ada Fredrik Salsten, dan di Euro RX ada Tommy Rustad yang berhasil memenangi RX Jerman.

Oke, kita sampai disini dulu, dan sebelumnya saya sebagai owner (eh) blog ini mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA....

Dan saya juga akan menikmati liburan singkat sebelum menjalankan tugas sebagai panitia orientasi mahasiswa. Don't worry, i'll keep posting, tapi baca dulu tentang itu DISINI. Bye..!






  
Hasil #GermanyRX kategori Supercar (Pembalap yang posisinya lebih tinggi belum tentu poinnya lebih banyak):



No.
Pembalap & Kebangsaan
Tim
Mobil
Poin
1.
Davy Jeanney (Prancis)
Peugeot Hansen
Peugeot 208 WRX
30
2.
Petter Solberg (Norwegia)
SDRX
Citroen DS3 RX
26
3.
Timmy Hansen (Swedia)
Peugeot Hansen
Peugeot 208 WRX
16
4.
Johan Kristoffersson (Swedia)
Volkswagen Team Sweden
Volkswagen Polo RX
20
5.*
Tord Linnerud (Norwegia)
Volkswagen Team Sweden
Volkswagen Polo RX
20
6.**
Andreas Bakkerud (Norwegia)
Ford OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
11
7.
Reinis Nitiss (Latvia)
Ford OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
16
8.
Manfred Stohl (Austria)
World RX Team Austria
Ford Fiesta RX
13
9.
Robin Larsson (Swedia)
Larsson Jemberg Racing Team
Audi A1
12
10.
Anton Marklund (Swedia)
EKS RX
Audi S1 EKS RX
11
11.
Timur Timerzyanov (Rusia)
Namus Ford OlsbergMSE
Ford Fiesta ST
9
12.
Rene Munnich (Jerman)
ALL-INKL.COM Munnich Motorsport
Audi S3
6
13.
Toomas ‘Topi’ Heikkinen (FInlandia)
Marklund Motorsport
Volkswagen Polo RX
4
14.
Per Gunnar Andersson (Swedia)
Marklund Motorsport
Volkswagen Polo RX
3
15.
Mattias Ekstrom (Swedia)
EKS RX
Audi S1 EKS RX
2
16.
Alx Danielsson (Swedia)
ALL-INKL.COM Munnich Motorsport
Audi S3
1
17.
Max Pucher (Austria)
World RX Team Austria
Ford Fiesta RX
-


*= Tord Linnerud dijatuhi hukuman pengurangan 3 poin karena insiden dengan Andreas Bakkerud di babak Final
**= Andreas Bakkerud didiskualifikasi dari babak Final karena insiden dengan Tord Linnerud

Hasil #GermanyRX Kategori Super 1600 (10 Besar. Pembalap yang posisinya lebih tinggi belum tentu poinnya lebih banyak):

Segera menyusul. Sorry.

Hasil #GermanyRX Kategori TouringCars (10 Besar. Pembalap yang posisinya lebih tinggi belum tentu poinnya lebih banyak):

Segera menyusul. Sorry.

Hasil #GermanyRX Kejuaraan Euro Rallycross kategori Supercar (10 Besar. Pembalap yang posisinya lebih tinggi belum tentu poinnya lebih banyak):



No.
Pembalap & Kebangsaan
Tim
Mobil
Poin
1.
Tommy Rustad (Norwegia)
HTB-Marklund Motorsport
Volkswagen Polo
30
2.
Jerome Grosset-Janin (Prancis)
Albatec Racing Ltd.
Peugeot 208
26
3.
Fabien Pailler (Prancis)

Peugeot 208
19
4.
Jean-Baptiste Dubourg (Prancis)

Citroen C4
21
5.
Joni-Pekka Rajala (Finlandia)
Eklund Motorsport
Saab 93
18
6.
Jonathan Pailler (Prancis)

Peugeot 208
14
7.
Ole Christian Veiby (Swedia)
Volkswagen Team Sweden
Volkswagen Polo
17
8.
Frode Holte (Norwegia)
Frode Holte Motorsport AS
Hyundai i20
14
9.
Oliver O’Donovan (Rep. Irlandia)

Ford Fiesta
10
10.
James Grint (Inggris)
Albatec Racing Ltd.
Peugeot 208
8

Saturday, 20 June 2015

#preview World Rallycross RX of Germany 2015

Halo..!


Akhirnya (!), setelah berbagai kesibukan buat tugas sana-sini, akhirnya kita bisa berjumpa lagi, dan kali ini sirkus World Rallycross kembali hadir di RX Jerman di Sirkuit Estering.

The Challenge
  
Ini adalah balapan RX kedua di Jerman setelah Hockenheim RX bulan April silam, dan juga merupakan sirkuit RX tertua kedua setelah Lydden Hill di Inggris. Meskipun hanya berjarak 952 meter (sirkuit terpendek di kalender World RX musim ini), pembalap dapat melibas sirkuit ini dengan kecepatan maksimal 180 km/jam, membuat sirkuit ini juga menjadi yang tercepat. Selain itu dengan kombinasi aspal 60% dan gravel 40%, pembalap dan kru dipusingkan dengan tuntutan membuat set-up yang mampu membuat mobil melaju di lintasan lurus, tapi juga lincah di tikungan, khususnya di tikungan joker lap (trek berwarna biru sebelum garis finish) yang sempit.

Ini dia video tur singkatnya (onboard lap):



Attention Please..!

Kalo kamu nonton balapan tahun lalu, pasti kamu ingat betul hal yang satu ini:




Ya. Petter Solberg dan Mattias Ekstrom finish 1-2 dengan hanya berjarak 5/1000 detik (0.005)! Tentu saja di F1/Motogp itu tidak akan mudah terjadi....Akankah itu terulang lagi musim ini? Apalagi Solberg dan Ekstrom hampir saja melakukannya lagi bulan lalu di Lydden Hill.

Oke, kembali lagi. Setelah 4 seri, Petter Solberg menguasai klasemen dengan keunggulan 29 poin dari Johan Kristoffersson dan konsisten di 2 besar. Jadi siapa yang akan mampu membendungnya? Biarkan waktu yang menjawab.

 Selain itu, tidak ada lagi hal yang menarik untuk disimak, apalagi tidak ada bintang tamu yang tutur meramekan RX Jerman kali ini.

menemani kelas Supercar adalah kelas Super1600 dan TouringCars. Euro Rallycross juga akan berkompetisi.

Monday, 15 June 2015

#LastDay WRC Rally Italia Sardegna 2015: Hmm...Sudah Kuduga + PEMBERITAHUAN

Ciao..!

Setelah kejutan-kejutan yang disuguhkan sirkus WRC di Rally Italia, hari ketiga berakhir dengan pemenang yang sama dengan sebelumnya, meskipun masih ada kejutan yang disuguhkan.


Ya. Sebastien Ogier meraih kemenangan keempatnya musim ini dan hattrick Rally Italia dengan nyaman. Tapi, semua perhatian justru tertuju kepada The Kiwi Hayden Paddon, yang berhasil dengan posisi keduanya.Pencapaian ini membuatnya menjadi pembalap Selandia Baru kedua setelah Alm. Possum Bourne yang mampu meraih podium dan juga mampu memimpin lomba WRC (Bourne sempat memimpin di Reli Selandia Baru 1999).

"Finish di podium benar-benar luar biasa, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kami sempat mengalami masalah di hari sabtu dan kami pikir semuanya selesai, tapi kami berusaha kera untuk tetap bertahan, dan mengakhiri reli ini seperti ini." Kata Paddon.


Ogier? Gimana pendapatmu tentang bocah satu ini? "Jujur saja saya tidak berarap akan berakhir seperti ini. Paddon melakukan pekerjaan hebat, sangat konsisten dan performa bagus sepanjang akhir minggu ini. Dia layak untuk podium".

Setidaknya saya punya 2 pesan atas keberhasilan Paddon:
  1. Untuk Hyundai, kalo performanya tetap seperti ini, segera promosikan dia ke tim A
  2. Buat pemerintah Selandia Baru, segera gelar lagi WRC Rally New Zealand. Kami juga rindu pemandangannya yang indah dan jalanannya yang cepat dan mengalir :(

Oke, back to the point. Thierry Neuville melengkapi selebrasi Hyundai dengan posisi ketiga, meskipun harus dibilang itu sedikit beruntung karena Mads Ostberg terjungkal di SS20 dan merusaki rem-nya. Neuville sendiri sempat bermasalah dengan pipa turbo-nya. Selamat. Hanya saja Dani Sordo sepertinya tidak terlalu menikmatinya karena musibah hari pertamanya.

Sementara itu mobil pembalap M-Sport Elfyn Evans juga sempat mengalami kerusakan di driveshaft, jadi finish keempat sudah sangat bagus buatnya, dan buat posisi 5 di klasemen. Ostberg sendiri mampu mempertahankan posisi 5 dari Jari-Matti Latvala, yang tidak lolos dari kerasnya jalanan kepulauan Sardinia di hari kedua. Khalid Al-Qassimi finish di posisi 10, sedangkan Ott Tanak harus puas berada di posisi 14 setelah girboksnya rusak ketika dia berada di 3 besar. Para "Tahanan" Rally-2, yaitu Sordo, Kris Meeke, Robert Kubica dan Andreas Mikkelsen menyelesaikan balapan di posisi 20, 24, 30 dan 36.

Martin Prokop dan Lorenzo Bertelli gagal finish.


Posisi 7-9 dihuni oleh top 3 WRC-2, dengan Yuriy Protasov sebagai pemenang. Tapi sama seperti di kategori WRC, pembalap yang finish kedualah yang disorot. Local Hero Paolo Andreucci mendapatkan kado ulang tahunnya ke-50 dengan podium. Andreucci memimpin jalannya lomba sebelum terjerat jalanan Sardinia (Ya, bahkan orang lokal juga tidak kebal!). Keduanya hanya dibatasi dengan jarak 5.6 detik. Jan Kopecky menjaga asa Skoda dengan podium ketiga. Nasser Al-Attiyah hanya mampu finish kelima, tapi itu lebih dari cukup untuk menggusur Jari Ketomaa, yang absen di Sardinia untuk memimpin klasemen. Abdulaziz Al-Kuwari naik ke posisi 2 dengan finish keempat dan 12 poin, dan Protasov ikut bergabung di persaingan.


Di kategori WRC-3, yang berada di posisi 1 adalah pembalap junior Toyota, Teemu Sunninen. Pembalap Finlandia membawa Citroen DS-3 R3T-nya unggul dari pembalap lokal Andrea Crugnola yang membesut Renault Clio R3T. 2 Pembalap Italia lainnya, Fabio Andolfi dan Giuseppe Testa finish ketiga dan keempat. Selamat..!

Oke, sebelum mengucapkan goodbye untuk sementara, saya ingin beritahu sesuatu:

DI TANGGAL 2-5 JULI 2015 ADA 2 EVENT YANG AKAN DIGELAR:
  • WRC RALLY POLANDIA
  • WORLD RALLYCROSS RX SWEDIA
YANG JADI MASALAH ADALAH SAYA TIDAK DAPAT MENULIS ARTIKEL DI HARI-HARI TERSEBUT KARENA KETERLIBATAN SAYA SEBAGAI PANITIA ORIENTASI MAHASISWA DI KAMPUSKU, JADI SAYA PUTUSKAN UNTUK:
  1. TIDAK MENULIS #Day1, #Day2, DAN #LastDay WRC RALLY POLANDIA SEPERTI BIASANYA. HASILNYA AKAN DISIMPULKAN LEWAT #FinalThought, SEPERTI YANG BIASA SAYA LAKUKAN UNTUK EVENT WORLD RX
  2.  RX SWEDIA TETAP AKAN DITULIS SEPERTI BIASANYA, MESKIPUN KEMUNGKINAN AKAN LAMBAT DIPOSTING
  3. #preview KEDUA EVENT AKAN DIPOSTING LEBIH AWAL
So, Arrivederci..!

 2015 Rally Italia Sardegna: Overall standings after Stage 23 (Top 20):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 4h 25m 54.3s M
2. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +3m 05.4s M
3. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +4m 22.5s M
4. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +5m 34.8s M
5. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +7m 50.1s M
6. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +8m 06.7s M
7. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +14m 57.7s WRC2
8. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 +15m 03.3 WRC2
9. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +17m 41.7s WRC2
10. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +19m 12.0s

11. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +21m 32.4s WRC2
12. Nasser Al-Attiyah Ford Fiesta RRC +21m 40.3s WRC2
13. Armin Kremer Skoda Fabia R5 +22m 05.4s WRC2
14. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +22m 12.4s M
15. Nicolas Fuchs Ford Fiesta R5 +28m 16.5s WRC2
16. Eric Camili Ford Fiesta R5 +38m 06.8s WRC2
17. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 +41m 28.0s WRC2
18. Valeriy Gorban Mini Cooper S2000 +51m 10.2s WRC2
19. Harry Hunt Skoda Fabia S2000 +52m 25.9s
20. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC +53m 20.0s M

Other(s):

21. Gianluca Linari Subaru Impreza STi +56m 27.0s WRC2
24. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1h 04m 11.4s M
30. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC +1h 15m 13.4s
36. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +1h 36m 52.0s M


Rally Italia Sardegna: Power Stage / SS23 (Top 3):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 7m 15.9s M
2. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 03.8s M
3. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC +0m 04.1s M

NOTE: Top three finishers in Power Stage are awarded bonus points. 1st = 3 points; 2nd = 2 points; 3rd = 1 point


WRC2 standings after Stage 23 (Top 10):

1. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC 4h 40m 52.0s WRC2
2. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 +0m 05.6 WRC2
3. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +2m 44.0s WRC2
4. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +6m 34.7s WRC2
5. Nasser Al-Attiyah Ford Fiesta RRC +6m 42.6s WRC2
6. Armin Kremer Skoda Fabia R5 +7m 07.7s WRC2
7. Nicolas Fuchs Ford Fiesta R5 +13m 18.8s WRC2
8. Eric Camili Ford Fiesta R5 +23m 09.1s WRC2
9. Esapekka Lappi Skoda Fabia R5 +26m 30.3s WRC2
10. Valeriy Gorban Mini Cooper S2000 +36m 12.5s WRC2


Notable retirements:

SS2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC Suspension M*
SS3. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Accident*
SS4/SS5. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Suspension M*
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Lost in a wheel in final test – retired on road section afterwards M*
SS10. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Oil leak M*

SS11/12. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Oil leak M**
SS13. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Lost a wheel M**
SS13/14. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Technical issue M**
SS13/14. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC Oil pressure M
SS17. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Gearbox**
SS17. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC Transmission M**

SS23. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Differential M


*denotes re-started under Rally 2 on Saturday
**denotes re-started under Rally 2 on Sunday

M denotes Manufacturer entry


all times unofficial

Sunday, 14 June 2015

#Day2 WRC Rally Italia Sardegna 2015: Thug Life Ogier

Ciao..!

 Sama seperti hari pertama, hari kedua juga ada beberapa kejutan, meskipun kali ini rasanya beda...


Setelah memimpin dengan "ganteng maksimal" (eh) selama 2 hari, Hayden Paddon akhirnya harus menyerahkan posisinya ke Sebastien Ogier setelah girboksnya rusak di SS18, dan mimpi indahnya harus berakhir karena dia tertinggal 2 menit dari Ogier. "Saya pikir semuanya sudah selesai....Saya tidak mau dijuluki Drama Queen, tapi hatiku seperti hancur" Katanya. Maybe Well Said...

Meanwhile Ogier setelah lawan-lawannya kandas
 Dan Ogier memimpin. Sepertinya dia masih kebal dari kesialan karena rekannya Jari-Matti Latvala juga kandas karena pecah ban di SS13 dan kerusakan damper di SS17. Setidaknya dia masih di 10 besar. Di posisi 3 ada Mads Ostberg. Dia sukses menyabet SS13 dan SS17 sebelum pecah ban di SS18 membuyarkan semua itu, meskipun dia naik ke posisi 3 setelah transmisi mobilnya Ott Tanak rusak, dan harus re-start.

Thierry Neuville masih adem ayem di posisi 4, diikuti oleh Elfyn Evans dan Latvala melengkapi 6 besar. Ya, 6 besar, sisanya kontestan WRC-2.


Oke, di WRC-2 juga tidak kalah mengejutkan. Kali ini Yuriy Protasov mengambil alih pimpinan lomba dari Paolo Andreucci setelah kap mesin di mobil Peugeot 208 R5-nya Andreucci terbuka. Jan Kopecky menjaga asa Skoda dengan posisi 3.

Dan soal restart lewat Rally-2, 4 korban hari pertama, yaitu Lorenzo Bertelli (masih oli bocor), Dani Sordo (kerusakan pompa bahan bakar), Andreas Mikkelsen (kerusakan suspensi) dan Robert Kubica (girboks) kedatangan anggota baru, yaitu Tanak, dan yang paling mengejutkan, Martin Prokop! Sepertinya rekor 9 kali finish di 10 besar sudah selesai.

Oke, dan jangan lupa, Hari ketiga akan dimulai jam 13:16 WIB, dan Power Stage dimulai jam 17.00 WIB dan disiarkan live. Arrivederci..!

2015 Rally Italia Sardegna: Overall standings after Stage 19 (Top 10):

1. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC 3h 54m 43.9s M
2. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC +2m 13.6s M
3. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +3m 25.6s M
4. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +3m 57.0s M
5. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +5m 15.5s M
6. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +8m 08.6s M
7. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +13m 32.4s WRC2
8. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 +13m 39.4 WRC2
9. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +15m 30.8s WRC2
10. Yazeed Al-Rajhi Ford Fiesta RRC +16m 28.8s WRC2

Other(s):

11. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +17m 07.4s
12. Nicolas Fuchs Ford Fiesta R5 +19m 38.9s WRC2
13. Armin Kremer Skoda Fabia R5 +19m 46.3s WRC2
14. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +19m 55.6s WRC2


WRC2 standings after Stage 19 (Top 3):

1. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC 4h 08m 16.3s WRC2
2. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 +0m 07.0 WRC2
3. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +1m 58.4s WRC2


Notable retirements:

SS2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC Suspension M*
SS3. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Accident*
SS4/SS5. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Suspension M*
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Lost in a wheel in final test – retired on road section afterwards M*
SS10. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Oil leak M*

SS11/12. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC Oil leak M
SS13. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Lost a wheel M
SS13/14. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Technical issue M
SS13/14. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC Unknown M
SS17. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Gearbox
SS17. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC Transmission M

*denotes re-started under Rally 2 on Saturday


M denotes Manufacturer entry


all times unofficial 

Saturday, 13 June 2015

#Day1 WRC Rally Italia Sardegna 2015: KEJUTAAANNNN....

Halo..!

Hari pertama di Rally Italia di kepulauan Sardinia baru saja berakhir dengan penuh kejutan. Ya, dan saya tidak berdusta.


Kejutan sudah dimulai di Super SS di Cagiliari dimana Martin Prokop menjadi yang tercepat, memberikan kemenangan SS pertama untuk mobil baru Ford Fiesta RS Evo2. Setelah itu lebih mengejutkan lagi, dengan Hayden Paddon mencetak hattrick tercepat di SS2-SS4, dan mengakhiri hari pertama dengan unggul 8.8 detik dari Sebastien Ogier, dan 25.8 detik dari Jari-Matti Latvala! Sepertinya paket baru di Hyundai i20-nya mulai klop dengan The Kiwi-julukannya.

Sementara Paddon, dengan tim Hyundai B memimpin, duo tim Hyundai A Thierry Neuville dan Dani Sordo kesulitan menghadapi jalanan di Sardinia, yang sempit dan batu-batuan yang siap menerkam siapa saja yang tidak nice dengannya. Sordo bahkan harus jadi korban setelah suspensinya rusak di SS terakhir (SS10) dan akan re-start besok, dan mobilnya Neuville mengalami kerusakan di pipa turbo, dan harus turun ke posisi 6. 3 Hyundai di 5 besar pun lenyap.


Dan yang berhak mengambil posisi 4 adalah Ott Tanak, yang berhasil memenangi SS7 meskipun sempat tidak percaya diri (Confidence Syndrome) di pagi hari dimana jalanannya licin akibat hujan. Mads Ostberg melengkapi 5 besar meskipun dia juga mengalami syndrome yang sama dengan Tanak. Neuville keeman, dan Prokop di posisi 7. Kejutan lainnya adalah Lorenzo Bertelli sejauh ini tampil konsisten di kampung halamannya, dan berhak stay di posisi 8, dan Elfyn Evans juga terjangkit Confidence Syndrome dan harus puas di posisi 10.


Di kategori WRC-2 juga penuh kejutan. Pembalap lokal Paolo Andreucci baru saja mendapatkan kado ulang tahunnya yang ke-50 dengan memimpin hari pertama dan posisi 9 overall. Dia unggul 1 menit 16 detik dari Armin Kremer, yang juga tampil hebat dengan Skoda Fabia R5-nya yang "dibumbui" ban Pirelli, dimana pembalap Skoda yang lain memakai Michelin. Yazeed Al Rajhi melengkapi 3 besar.

Apakah kejutannya selesai? TIDAK JUGA. Seperti yang saya sudah tulis sebelumnya, jalanan di Sardinia tidak memberikan ampun bagi pembalap yang tidak berhati-hati. Selain Sordo, Sepertinya Kris Meeke dkk. tidak membacanya. Buktinya mobilnya terguling di SS2, Robert Kubica menghantam tembok di SS3, dan suspensi mobilnya Andreas Mikkelsen rusak setelah menghantam lubang di SS selanjutnya. Dan Sardinia juga tidak pilih kasih. Duo unggulan yaitu Esapeka Lappi dan Nasser Al-Attiyah(!) harus kandas.

Oke, cukup sudah. Saya akan fokus di Ujian Akhir Semesterku sebelum menikmati hari marathon dimana pembalap akan bersiap menaklukkan 10 SS dengan jarak total lebih dari 200 km. Ciao..!

2015 Rally Italia Sardegna: Overall standings after Stage 10 (Top 10):
1. Hayden Paddon Hyundai Motorsport N i20 WRC 1h 35m 08.5s M
2. Sebastien Ogier Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 08.8s M
3. Jari-Matti Latvala Volkswagen Motorsport Polo R WRC +0m 25.8s M
4. Ott Tanak M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +0m 57.1s M
5. Mads Ostberg Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +1m 50.4s M
6. Thierry Neuville Hyundai Motorsport i20 WRC +1m 51.7s M
7. Martin Prokop Jipocar Czech National Team Ford Fiesta RS WRC +2m 10.3s M
8. Lorenzo Bertelli Ford Fiesta RS WRC +4m 07.7s M
9. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 +4m 07.8 WRC2
10. Elfyn Evans M-Sport WRT Ford Fiesta RS WRC +4m 17.9s M
 


Other(s):

11. Armin Kremer Skoda Fabia R5 +5m 34.1s WRC2
12. Yazeed Al-Rajhi Ford Fiesta RRC +5m 41.2s WRC2
13. Yuriy Protasov Ford Fiesta RRC +6m 13.4s WRC2
14. Jan Kopecky Skoda Fabia R5 +7m 06.7s WRC2
15. Abdulaziz Al-Kuwari Ford Fiesta RRC +8m 31.1s WRC2
16. Khalid Al Qassimi Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC +8m 41.7s M

WRC2 standings after Stage 10 (Top 3):
1. Paolo Andreucci Peugeot 208 T16 1h 39m 06.3 WRC2
2. Armin Kremer Skoda Fabia R5 +1m 26.3s WRC2
4. Yazeed Al-Rajhi Ford Fiesta RRC +1m 33.4s WRC2


Notable retirements:

SS2. Kris Meeke Citroen Total Abu Dhabi WRT DS 3 WRC Suspension M
SS3. Robert Kubica Ford Fiesta RS WRC Accident
SS4/SS5. Andreas Mikkelsen Volkswagen Motorsport II Polo R WRC Suspension M
SS10. Dani Sordo Hyundai Motorsport i20 WRC Lost in a wheel in final test – retired on road section afterwards M


M denotes Manufacturer entry


all times unofficial 

Thursday, 11 June 2015

#preview WRC Rally Italia Sardegna 2015

Halo...!


Kita kembali lagi...dan kali ini WRC mengakhiri liburan singkatnya dan bersiap untuk menaklukkan jalanan gravel di kepulauan Sardinia untuk Rally Italia 2015. Ini dia hal-hal yang kamu harus tahu.

The Challenge

Another gravel rally. Ya, ini adalah reli keempat yang diadakan di lintasan gravel. Nah, kalo 2 bulan lalu di Meksiko ada uniknya, yaitu ketinggiannya yang bisa menyiksa pembalap dan mobil. Argentina? Ya kumpulan airnya yang dijamin membuatmu basah kalo dekat dengannya, dan Portugal karena area jumping di Fafe. Lha terus, Italia?

Tapi, sebelumnya, kalo mau liat petanya bisa didownload di sini: http://sh.st/lEFWg

Nah mereka juga punya keunikan lainnya. Digelar sejak 2004 menggantikan Rally Italia Sanremo yang beraspal, Sardinia mempunyai lintasan yang mengingatkan kita kepada Rally Acropolis di Yunani dan Rally Cyprus: cepat, tapi sempit! Ditambah lagi dengan batu-batuan yang tersebar di sisi jalan yang siap menerkan siapa saja yang tidak berhati-hati melewatinya.

Dan Rally Italia edisi 2015 ini ada perubahan besar-besaran.


  1. Setelah Super SS di pusat kota Cagiliari, para pembalap dan navigator harus menghadapi hari pertama yang sebagiannya belum pernah dijajah, dan sebagiannya terakhir kali dilewati tahun 2011. Lebih lengkapnya kamu bisa lihat di peta yang sudah tersedia link download-nya. Itu berarti co-driver harus membuat pacenotes dari nol untuk kedua kalinya sejak Portugal bulan lalu
  2.  Hari kedua kembali ke lintasan familiar, tapi sedikit berbumbu marathon. Ya, para pembalap harus menaklukkan 9 SS dengan jarak total 200km di hari sabtu. Mau yang lebih greget? Tunggu saja bulan Agustus di Finlandia...
 Dan seperti biasa, WRC menyuguhkan 2 SS yang bisa ditonton live lewat stasiun TV MNC Sports (Apa masih ada ya?) dan juga lewat live streaming. Ini dia:
  1. Day1 SS1 (SSS Citta di'Cagiliari) Kamis, 11 Juni 2015 pukul 19.30 waktu setempat (GMT +1) / Jumat, 12 Juni 2015 pukul 01.30 WIB dini hari
  2. Day3 SS23 (Cala Flumini / Power Stage) Minggu, 14 Juni 2015 pukul 12.08 waktu setempat (GMT +1) /pukul 18.08 WIB

Attention Please..!


"Mau menang lagi, mas?"

Itulah kalimat yang timbul dari sebagian fans kepada Jari-Matti Latvala, yang menjadi pemenang di Rally Portugal bulan lalu. Kemenangan ini sangat penting untuknya setelah 3 reli penuh bencana di Swedia, Meksiko dan Argentina. Tapi jelas, dia harus menang lagi, lagi, dan lagi untuk mengkudeta rekannya Sebastien Ogier di klasemen.

Tapi bukan berarti pembalap ketiga Andreas Mikkelsen hanya bisa melongo dan merengek melihat Ogier dan Latvala di depannya. Jika kita lihat penampilannya musim ini dia juga bisa ikut bersaing, dan kalau dia terus-menerus di depannya Latvala, siap-siap saja memori 2008 terulang. Waktu itu Latvala, yang waktu itu membalap buat Ford, harus dimutasikan ke tim satelit Stobart M-Sport selama 2 ronde di Rally Catalunya dan Tour de Corse di Prancis, bertukaran tempat dengan Francois Duval.

Percaya saja, perang sipil akan segera dimulai di tim Volkswagen.
 
Citroen? Apa Kabar?

Setelah kemenangan di Argentina, Kris Meeke dan Mads Ostberg tidak sanggup menghadang duo VW di Portugal, dengan Meeke finish keempat setelah kerusakan differetial, dan Ostberg, ketujuh.! Tentu saja mobil mereka bagus, tapi belum terlalu bagus untuk membendung VW. Butuh sedikit keajaiban untuk menggangu mereka. Semoga.


M-Sport baru saja menerjunkan mobil Ford Fiesta RS Evo2, dan langsung tampil (sedikit) sempurna dengan Ott Tanak finish kelima, dan pembalap-pembalap privat Robert Kubica 9, dan Martin Prokop 10. Pulau Sardinia juga memberikan kenangan-kenangan indah buat duo Tanak-Elfyn Evans. Di pulau inilah Tanak meraih podium pertamanya dengan finish ketiga di tahun 2012, dan setahun kemudian Evans membalap untuk pertama kalinya di mobil spek WRC, sebagai pengganti Nasser Al-Attiyah. Jelas mereka ingin yang lebih baik.

Sementara itu Hyundai akan memberikan mobil i20 spek terbaru kepada pembalap ketiga Hayden Paddon, sekaligus sebagai kado anniversary 1 tahun sejak Paddon membalap untuk mereka. Selain itu tidak ada yang berubah. Dani Sordo tetap tampil konsisten, tapi Thierry Neuville harus kembali ke performanya setelah gagal finish di Argentina dan hanya finish ke-39 di Portugal, jika dia ingin kansnya merebut gelar juara tetap ada....



Di kompetisi merebut gelar pembalap privat terbaik Martin Prokop masih unggul (terlalu) jauh dari saingan terdekatnya, Robert Kubica yang baru saja meraih 2 poin di Portugal. Yang jadi pusat perhatian kali ini adalah local hero Lorenzo Bertelli, yang memutuskan memecat navigator Giovanni Bernacchini, dan bereuni dengan Lorenzo Granai. Alasannya jelas, sejak Bernacchini menggantikan posisi Mitia Dotta yang pamit untuk bekerja di tim Suzuki MotoGP, mereka tampil seperti pembalap amatir dengan 3 DNF dan sekali finish top 20 (!). Bahkan, jika kita perhatikan catatan waktunya, pembalap-pembalap unggulan kelas WRC-2 mampu unggul jauh darinya. Gimanapun itu, good luck.


Dan di kategori WRC-2, Nasser Al-Attiyah mengikuti reli ketiganya musim ini dengan senjata baru: Ford Fiesta R5. Dengan absennya pemimpin klasemen Jari Ketomaa, Al-Attiyah cukup mencetak min. 5 poin untuk mengkudetanya. Yuriy Protasov kembali setelah absen di Portugal, dan Yazeed Al Rajhi dengan Abdulaziz Al-Kuwari tetap siap siaga kalo Al-Attiyah melakukan kesalahan.

Untuk daftar peserta Rally Italia 2015 bisa didownload disini: http://sh.st/lHe9a

Tuesday, 2 June 2015

#respect: Erik Carlsson 1929-2015 (Scandinavian Flat Out Pioneer)

Halo..!

Sebenarnya saya berencana tidak menulis apapun sampai 20 Juni 2015 nanti karena kesibukan saya dalam mengerjakan proyek kuliah (kecuali WRC Rally Italia, yang akan digelar 11-14 Juni nanti), tapi tanggal 27 Mei silam, pembalap kawakan Swedia Erik Carlsson meninggal dunia di usia 85 tahun karena penyakit yang dideritanya. Hal ini membuat saya memutuskan untuk menulis postingan ini untuknya.

Ya, mungkin kita semua jarang, bahkan gak pernah dengar namanya, tapi dialah sosok dibalik kesuksesan pereli-pereli Skandinavia. Ini dia kenapa:

Left-Foot Braking Master


Lahir di Trolhattan, Swedia, 5 Maret 1929, Carlsson memulai karir internasionalnya di 1000 Lakes Rally (Sekarang Rally Finlandia) 1959, mengandalkan mobil lokal Saab 750 GT 2-tak, dan dia langsung tampil impresif, dengan finish keempat di reli yang merupakan salah satu yang tercepat dan tersulit. Tapi percaya saja, mobilnya lebih lambat kok dibandingkan mobil reli R1 modern.

Nah disinilah Carlsson menunjukkan keahliannya, dan (maaf!) kegilaannya. Karena mobil-mobil Saab, dan mobil-mobil lainnya waktu itu sangat lambat dengan konfigurasi 2-tak, Carlsson memutuskan untuk menggunakan kaki kirinya untuk mengerem, membuatnya dapat mengerem dengan sempurna tanpa mengorbankan torsi, dan dia dapat melaju di tikungan sambil sliding, memberikan sedikit tontonan unik bagi publik waktu itu. Sekarang teknik itu "diwajibkan" di balapan-balapan yang umumnya mempunyai paddle shift di mobilnya, termasuk reli.

Mr. Saab yang Setia


Seperti yang sudah ditulis di atas, Carlsson memulai karirnya dengan mobil Saab, kemudian memenangi reli European Rally Championship pertamanya di tahun RAC Rally/Rally GB 1960 (WRC baru digelar tahun 1973) dengan Saab 96 800cc 2-tak yang ikonik, dan 7 tahun kemudian dia menang untuk terakhir kalinya di Rally Vltava di Rep. Ceska dengan 96 yang bertenaga mesin 1.4L V4. Lebih detilnya, dia telah memenangi beberapa reli ikonik seperti:

  1. RAC Rally (Sekarang Wales Rally GB) 1960, 1961 dan 1962
  2. Acropolis Rally Yunani 1961
  3. Rallye Monte Carlo 1962 & 1963
Dengan semuanya itu, dia menjadi panutan bagi para pembalap-pembalap Skandinavia, khususnya Swedia generasi selanjutnya....
dan semuanya dengan mobil Saab, tidak peduli dengan mobil-mobil lainnya yang lebih hebat seperti Mini Cooper S, Porsche, Citroen ID, dll. Lebih hebatnya lagi, dia tetap bekerja dengan Saab sampai hari terakhirnya (jangan langsung mikir ke kerja biasa) dengan mempromosikan mobil-mobil buatan pabrikan asal Swedia itu. Jadi jangan heran kalo dia dipanggil Mr. Saab.

Carlsson på taket


Itu adalah julukan lainnya dari Carlsson, yang berarti "Carlsson on the Roof", atau "Carlsson di atas Atap". Julukan itu sebenarnya diambil dari cerita fiksi Swedia dengan judul yang sama (dengan nama Karlsson bukan Carlsson), dimana diceritakan pemeran utamanya tinggal di atas atap apartemen.

Nah kalo Carlsson? Silahkan liat foto di atas. Itu hanyalah satu dari sekian banyak kejadian mobil terbalik yang dialami Carlsson, dan gilanya, sebagiannya dilakukannya dengan sengaja! Gak percaya? Ya, saya juga. Tapi dia memang melakukannya, dan kebanyakan di Safari Rally di Kenya untuk menghindari kolam lumpur. Kemudian seorang jurnalis meragukan hal itu, dan Carlsson membuktikannya dengan menggulingkan mobilnya sekali lagi! Bahkan tim Ford tidak bisa melakukannya beberapa kali karena mobil Ford Cortina rusak parah ketika mencobanya.


Masih kurang? Ada lagi satu kejadian di RAC Rally (tidak diketahui tahun berapa) dimana dia butuh suku cadang untuk mobilnya yang rusak, ketika dia dan navigatornya mendapatkan mobil yang sama persis, dan baru di parkiran. Mekaniknya pun langsung menyopot bagian-bagian yang dibutuhkan seperti bumper depan dan pintu, dan ketika pemiliknya marah-marah karena itu, navigatornya kemudian menjelaskan bahwa Carlsson adalah pembalap pabrikan Saab dan mobilnya akan segera diganti.

Nah, masalah belum selesai sampai di situ. Regulasi waktu itu akan memberikan penalti poin kepada mobil yang rusak, dan meskipun mobil Saab 96-nya Carlsson sudah OK, ada masalah lain: area bumper dan pintunya kelihatan bersih, sedangkan sisanya penuh dengan lumpur. Karena tidak ada air, mereka memutuskan untuk menyucinya dengan bensin..! (Sempat-sempatnya...) Merekan pun menyelesaikan balapan tanpa masalah. Dan malam harinya, Carlsson melihat mobil donornya yang berada di luar hotel: bersih kecuali di bagian yang diganti dengan mobil relinya, lengkap dengan nomor start.

Bagaimanapun, semuanya itu akan tetap dikenang sepanjang sejarah reli dunia. ..

Dia meninggalkan seorang anak, Suzy Carlsson yang berprofesi sebagai pembalap kuda. Istrinya, Pat Moss (saudara legenda F1 Inggris Stirling Moss) meninggal dunia di tahun 2008.


Vila i Frid...Rest in Peace....